China Top 2016 Jadi Gelar Terakhir Evil Geniuses di Tahun 2016

Tahun 2016 sebentar lagi selesai. Berbagai organisasi turnamen telah menyelesaikan agenda mereka, dan bersiap untuk agenda tahun depan. Beberapa diantaranya pun menggelar turnamen akhir tahun. Salah satunya adalah General Administration of Sport of China, lembaga olahraga China yang menggelar turnamen Dota 2 untuk menutup 2016 – dengan tajuk China Top 2016.

Wings Gaming
Wings Gaming

Empat tim diundang untuk mengikuti turnamen yang diselenggarakan di Shenzhen, China pada tanggal 16-18 Desember kemarin. Dua tim China yang tampil konsisten di tahun ini, Wings Gaming dan Newbee, mendapat undangan langsung dari lembaga pemerintahan negara mereka tersebut. Dua slot lainnya diisi oleh dua tim Amerika yang juga tampil impresif selama 2016, yaitu Evil Geniuses dan Digital Chaos.

Memperebutkan total hadiah sebesar ¥1.600.000 (sekitar $229.904 atau kurang lebih Rp3 miliar), China Top 2016 ini secara mengejutkan dikategorikan sebagai turnamen Premier dunia. Hal ini ternyata didasari oleh tingkat eksklusifitas dari undangan turnamen tersebut, dimana General Administration of Sport of China hanya mengundang tim yang memang memiliki prestasi gemilang selama tahun 2016 untuk mengikuti ajang China Top 2016 ini.

Digital Chaos
Digital Chaos

Bermain dengan sistem Single Elimination Bracket, empat tim terbaik 2016 ini berjuang untuk meraih hadiah utama sebesar ¥800.000 (sekitar $114.952). Bertemu dengan Digital Chaos, Newbee mampu mengemas kemenangan 2-0 untuk melaju ke final. Begitu pun dengan Evil Geniuses, yang dapat menang 2-0 melawan juara The International 6 Wings Gaming.

Newbee
Newbee

Final yang mempertemukan Newbee dengan Evil Geniuses ini berakhir antiklimaks – karena tidak terlihat permainan kelas dunia seperti di pertandingan Premier lainnya. Evil Geniuses terlihat bermain dengan lawan yang tidak seimbang dan dapat dengan mudah menang 2-0 melawan Newbee.

Evil Geniuses
Evil Geniuses

Ini menjadi gelar pertama bagi Evil Geniuses dengan Dota 2 versi 7.00 dan juga gelar pertama mereka setelah menjadi organisasi independen, sekaligus menjadi gelar terakhir mereka di tahun 2016. Adapun Newbee menambah pundi hadiah mereka dengan membawa pulang ¥400.000 (sekitar $57.476). Sedangkan Digital Chaos dan Wings Gaming berhak atas hadiah masing-masing ¥200.000 (sekitar $28.738).

Satu hal yang menarik – turnamen ini diadakan atas inisiatif lemabaga yang mengurus olahraga di China, meskipun ada juga lembaga yang khusus mengurus eSport disana. Hal ini mungkin dikarenakan taraf Dota 2 yang dianggap sebagai olahraga nasional China, dengan tingkat prestise yang sangat tinggi. Kira-kira, bisa gak ya hal tersebut terjadi di Indonesia?

Diedit oleh Febrianto Nur Anwari


SHARE
Previous articleResmi! Ini Jadwal Rilis Boku no Hero Academia Season 2
Next articleMengiringi Arc Baru DB Super, Champa dan Vados Juga Bertarung dalam XenoVerse 2
e-Sports Enthusiast, Game Connoisseurs. Penikmat berbagai macam genre game, terutama yang berupa RPG – online maupun offline. Keranjingan juga dengan beberapa arcade game bertipe Ryhthm Game, juga pemain-yang-lebih-cocok-jadi-pelatih/manager di berbagai game dengan genre MOBA dan RTS. Bisa menguras emosi bagi setiap lawan (dan kawan) dalam berbagai macam Boardgames.