Daftar Perbedaan Ending Akame ga Kill Versi Anime dengan Manga

ending akame ga kill

Manga Akame ga Kill telah berakhir. Apakah ada perbedaan berarti antara ending Akame ga Kill versi anime dengan manga? Ini dia daftarnya!

Ini Rencana Eiichiro Oda Setelah Alur Big Mom di One Piece Selesai

Apa rencana Eiichiro Oda setelah alur Big Mom akhirnya berakhir? Apakah kru Topi Jerami akan lanjut ke Wano? Inilah jawabannya!
Baca Juga

Namanya juga membahas ending, artikel perbandingan ending Akame ga Kill versi anime dan manga ini pastinya mengandung spoiler. Jadi hati-hati untuk pembaca yang tidak ingin terkena bocoran.

SPOILER ALERT!!

1

Nasib Tatsumi

Judul manga ini mungkin Akame ga Kill, tapi tak diragukan lagi kalau Tatsumi lebih terasa seperti tokoh utamanya. Karenanya perbedaan paling menarik berpusat pada satu karakter ini.

Di ending Akame ga Kill versi anime, Tatsumi mati di episode 23 untuk melindungi rakyat jelata. Di versi manga dia masih hidup hingga halaman terakhir, bahkan diceritakan dia – akhirnya – kembali ke desanya. Tapi tubuhnya bertransformasi permanen menjadi bentuk naga.

 

2

Nasib Mine

Di anime, Mine meninggal di episode 21. Situasi yang membuat dia kehilangan nyawa hanya mengakibatkan dia koma di manga. Tatsumi yakin kalau suatu hari nanti Mine akan terbangun dan ternyata dia benar.

 Setelah semua penderitaan yang mereka alami, Mine dan Tatsumi memperoleh akhir hidup bahagia selamanya. Memang Tatsumi terperangkap sebagai naga permanen, tapi dijelaskan ia masih dapat hidup tenang bersama Mine. Mereka bahkan memiliki anak.

3

Nasib Kurome

Kurome si saudari Akame meninggal di episode 22. Tapi pembaca manga pasti sudah tahu duluan kalau situasi yang menyebabkan kematian Kurome di anime bisa berakhir tanpa pertumpahan darah di manga.

Ending Akame ga Kill versi manga memperlihatkan Kurome hidup hingga akhir cerita. Ia kini dihantui oleh dosanya membunuhi banyak korban dulu. Meski begitu, kisahnya tetap berakhir positif. Ditemani dengan setia oleh Wave, Kurome dikatakan memperoleh akhir bagus juga.

4

Nasib Honest

Tatsumi, Mine, dan Kurome adalah karakter yang mati di anime namun hidup hingga ending Akame ga Kill manga. Apakah PM Honest juga demikian? Untungnya sih tidak.

Perdana Menteri Honest adalah karakter sederhana. Ketimbang karakter solid, dia adalah karakter datar yang diciptakan pengarang hanya untuk dibenci oleh pembaca dan penonton. Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh dosa besar manusia dijejalkan ke satu karakter keji ini.

Jadi, apa bedanya nasib Honest di anime dengan di manga?

Di anime, Honest dibunuh Leone. Di manga, Honest sama-sama menyebabkan Leone terluka fatal tapi kematiannya berbeda. Honest dilempar ke kerumunan prajurit pemberontak, di mana mereka bergiliran memutilasi sosok menyedihkan ini. Butuh waktu lama hingga Honest benar-benar mati.

5

Nuansa Epilog

akame ga kill tamat

Secara keseluruhan, ending Akame ga Kill versi manga dan anime sebenarnya memiliki banyak unsur yang sama. Meski animenya tamat duluan, rasanya studio di balik judul ini sudah banyak berkomunikasi dengan Takahiro selaku penulis naskah manga.

Pada akhirnya penutup manga dan anime pun sebenarnya sama-sama menampilkan Akame pergi seorang diri. Tapi ada perbedaan nuansa yang sangat kentara antara versi manga dan anime.

Di versi anime, penonton sudah terlebih dahulu diperlihatkan kematian Tatsumi, Leone, Mine, Kurome, dan banyak nama lain. Kepergian Akame pun bisa dianggap sebagai penutup sendu dari kisah yang kelam.

Di manga, sebelum Akame pergi pembaca diperlihatkan berbagai momen menyenangkan dan mengharukan. Tokoh-tokohnya pun lebih banyak yang berhasil bertahan hidup hingga akhir. Jadi secara keseluruhan penutup versi manga terasa lebih cerah dan optimis.


Itulah daftar perbedaan ending Akame ga Kill anime dengan manganya. Apakah kamu menemukan perbedaan signifikan lain yang belum dimasukkan ke daftar ini? Kalau ada, kamu bisa menyampaikannya di kolom komentar!


SHARE
Previous articleMod Terbaru GTA 5 Ini Siap Tambahkan Peta Liberty City dari GTA 4!
Next articleRupanya Inilah Peran Doctor Strange di Thor Ragnarok!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.