Rage in Peace, Game PC Penuh Kejutan dan Tidak Kenal Game Over!

rage in peace

Satu lagi game action side-scrolling asal Bandung memulai kampanye Steam Greenlight-nya. Dalam Rage in Peace ini, kamu tidak bakal game over saat karaktermu tewas!

Meninggal dunia dalam keadaan yang tenang, di atas tempat tidur dan tidak dengan cara-cara yang tragis mungkin menjadi keinginan setiap orang. Namun kita tidak pernah tahu, akan seperti apa saat meninggal nanti, apakah dengan cara yang tragis, atau sesuai dengan keinginan.

Baca Juga

Begitu pula dengan Timmy Malinu, seorang karyawan biasa yang memimpikan bisa meninggal dunia dalam keadaan yang tenang di atas tempat tidurnya. Namun ternyata, malaikat maut memiliki rencana lain. Timmy sudah menjadi “target” malaikat maut dengan cara meninggal dunia yang cukup mengenaskan: kepalanya terbelah! Beruntung, Timmy masih memiliki waktu sampai akhir hari untuk sampai ke rumah dan bisa meninggal dengan tenang.

Saat perjalanan menuju akhir hari, banyak kejadian-kejadian aneh yang diberikan oleh malaikat maut untuk mencabut nyawa Timmy, mulai dari bambu yang tiba-tiba muncul dari lantai, hingga ikan hiu sekalipun! Tugasmu adalah untuk membantu Timmy agar selamat sampai ke rumah, dan bisa meninggal dengan tenang. Bisakah kamu membantu Timmy?

Rage in Peace

Yap, itulah sedikit sinopsis dari Rage in Peace, game PC terbaru dari studio asal Bandung, Rolling Glory Jam yang tepat di tanggal 12 Januari ini memulai kampanye Steam Greenlight-nya. Rage in Peace sendiri mengusung genre action side-scrolling dimana kamu harus membantu Timmy untuk menghindari insiden demi insiden yang bisa merenggut nyawanya dengan cara tragis.

Yang menarik, kamu tidak pernah tahu insiden apa yang menantimu selanjutnya. Jadi, refleks tanganmu akan sangat diuji di sini. Dan juga, tidak ada kata game over, karena dengan Timmy tewas mengenaskan, kamu bisa tahu insiden apa yang menantimu. Dan kamu pun bisa waspada dan menghindari insiden tersebut saat Timmy “hidup kembali”. Tugasmu pun cukup simpel. Kamu hanya perlu lari, berhenti, atau melompat untuk menghindari insiden-insiden ini.

Awalnya, Rage in Peace sendiri dibuat untuk mengikuti game jam Indie vs PewDiePie yang mengusung tema “Fun to Play, Fun to Watch“. Jadinya, Rage in Peace ini bukan hanya menghibur siapa saja yang memainkannya, akan tetapi juga menghibur dan cukup membuat “gemas” orang-orang yang juga melihatnya!

Rage in Peace

Game ini pun sudah malang melintang di berbagai event game Indonesia, mulai dari IN.GAME 2016 Yogyakarta, PopCon Asia 2016 hingga yang paling baru, di BEKRAF Game Prime 2016 kemarin. Hasilnya, game ini pun terbukti bisa menyedot animo pengunjung yang cukup besar. Bukan hanya pemainnya yang “heboh” saat Timmy menghadapi insiden demi insiden, akan tetapi juga para pengunjung lain yang menonton.

Rage in Peace

Dengan potensi menghibur yang cukup besar saat di dipamerkan di event-event, game ini pun kami pilih sebagai salah satu game Indonesia paling ditunggu. Tentu saja untuk membantu game ini agar segera dirilis di Steam, kamu bisa membantu kampanye Steam Greenlight-nya dengan memberikan vote YES di tautan berikut.

Rage in Peace: Steam Greenlight Link

Rage in Peace

Setelah berhasil mendapatkan status Greenlit, rencananya game ini bakal dirilis pada kuartal awal 2018 mendatang. Sukses untuk kampanye Steam Greenlight-nya!


SHARE
Previous article5 Cewek Korea Ini Buktikan Kalau Cewek Jepang Gak Ada Apa-apanya!
Next articlePuzzle & Dragons Tutup di Cina, Sedangkan Berjaya di Negara Lain
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.