Mi Mix Berharga Puluhan Juta Belum Terbeli, Xiaomi Sudah Siapkan Penerusnya

Harga Xiaomi Mi Mix

Xiaomi Mi Mix yang mulai dijual oleh Xiaomi sejak akhir Oktober 2016 lalu memang sekadar konsep, namun, bisa dibeli. Tipikal barang konsep yang belum final, banyak yang menduga Xiaomi akan segera memberikan penerusnya. Mungkin dalam bentuk Xiaomi Mi Mix EVO berikut ini.

Baca Juga

Memang belum resmi. Selain dugaan adanya varian mini dari Xiaomi Mi Mix yang sampai sekarang belum bisa dipastikan kebenarannya, maka bocoran terbaru ini lebih meyakinkan keasliannya. Sebuah data benchmark Geekbench mengungkapkan smartphone dengan nama Xiaomi Mi Mix Evo menghasilkan skor yang cukup tinggi.

Dijual Rp15 Juta, Ini Bukti Harga Xiaomi Mi Mix Ternyata Gak Kemahalan

Banyak yang bilang harga Xiaomi Mi Mix di Indonesia keterlaluan... karena bahkan lebih mahal dari iPhone 7 Plus. Padahal kualitasnya sebanding lho dengan harganya. Bahkan, kualitasnya lebih baik dibandingkan seri termahal merk lainnya.
Baca Juga

Selain itu, hasil benchmark ini memperlihatkan jika Xiaomi Mi Mix Evo bakal menggunakan chipset yang lebih kuat, Qualcomm MSM8998 dengan prosesor Snapdragon 835 (kecepatannya 1.9Ghz sesuai data benchmark) dan RAM 4GB, atau sama dengan varian standar Xiaomi Mi Mix. Informasi lainnya, smartphone yang diuji ini menggunakan OS Android 6.0.1 Marshmallow.

Xiaomi Mi Mix Evo

Chipset Snapdragon 835 ini menjadi yang paling canggih dimiliki Qualcomm saat ini. Baru diumumkan 17 November 2016 lalu, dan menjanjikan banyak perubahan dibandingkan Snapdragon 821 yang digunakan dalam Xiaomi Mi Mix.

Diantararanya adalah penggunaan prosesor ARMv8-A jenis baru, Kryo 280 dengan delapan inti prosesor yang konfigurasinya empat core 2.45GHz dan empat core 1.9 GHz, GPU Adreno 540, mendukung format storage Secure Digital 3.0 atau UFS 2.1 (sebelumnya UFS 2.0), kemudian prosesor Snapdragon 835 ini juga dibangun pada manufaktur berteknologi terkecil pada saat ini: proses CPU 10 nm, memungkinkan prosesornya dirancang di atas silikon yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya.

Ini Xiaomi Mi Mix Mini, dengan Layar Lebih Kecil, Harga Juga Lebih Murah

Mungkin kalian termasuk yang merasa jika layar smartphone Android paling cakep saat ini, Xiaomi Mi Mix, itu terlalu masif, dan juga mahal, Xiaomi dikabarkan akan memberi pilihan yang lebih masuk akal untuk digenggam.
Baca Juga

Mereka juga menggunakan desain yang revolusioner Fin Field Effect Transistors (FinFET), yang notabene teknologi milik Samsung. Hasilnya, membuatnya lebih efisien hingga 30%, memberikan kinerja penuh dengan perkiraan 27% lebih baik dari prosesor sebelumnya, sekaligus mengurangi konsumsi daya hingga 40% dibandingkan Snapdragon 821.

Mi Mix Putih

Ini bukan yang pertama, sudah ada beberapa GPU Adreno yang digunakan Qualcomm mendukung Vulkan API (khususnya Adreno seri 5xx). Adreno 540 yang digunakan pada Snapdragon 835 ini melengkapi jajaran pengolah grafis mobile Qualcomm yang siap bekerja beriringan dengan Vulkan 1.0.

Vulkan API merupakan Application Programming Interface grafis masa depan yang digadang-gadang bakal menggantikan peran OpenGL ES. Vulkan bakal fokus menangani grafis 3D dan game, dan memberikan kinerja yang tinggi sembari mendistribusikan kebutuhan komputing secara merata pada semua core CPU. Pendek katanya, kalian bisa memainkan semua game yang membutuhkan grafis tinggi lebih lama (baca: lebih hemat beterai untuk bermain game / olah grafis 4D).

Vulkan sendiri merupakan API grafis 3D yang pertama kali diumumkan selama Game Developers Conference 2015 oleh Khronos Group. Vulkan mengambil basis dari AMD Mantle API, yang didonasikan AMD ke Khronos sebagai bagian pondasi pengembangan low-level API agar bisa menjadi standar industri seperti halnya OpenGL.

Seperti OpenGL, Vulkan menarget aplikasi grafis 3D berkinerja tinggi seperti game dan media interaktif di semua platform (baik Android, Windows dan Linux), serta menawarkan kinerja yang lebih tinggi namun dengan kebutuhan CPU yang rendah. Semacam Direct3D 12 dan Mantle.

Selain penggunaan CPU yang lebih rendah, Vulkan juga mampu mendistribusikan kebutuhan komputasinya pada semua core CPU dengan merata, berbeda dengan OpenGL, yang selama ini hanya menggunakan pemrosesan satu core CPU saja. Padahal, prosesor pada perangkat mobile saat ini sudah multi-core, sehingga akan lebih ringan dan hemat daya jika kebutuhan komputasinya didistribusikan ke semua core yang ada.

Satu lagi yang menarik dari Snapdragon 835 adalah penggunaan teknologi memory LPDDR4X berkecepatan 1866 MHz dengan Bandwidth 29.8 GB/s, yang mendukung penerapan RAM hingga kapasitas 16GB. LPDDR4X yang diproduksi Samsung Semiconductor ini sebenarnya sama seperti LPDDR4, dengan bandwidth yang sama, namun di atas kertas akan lebih hemat baterai.

Selain Mi Mix Putih, Xiaomi Perkenalkan TV “Bongkar Pasang” dan Router Cerdas

Xiaomi mengkonfirmasikan beberapa gadget terbaru mereka selama event elektronik di Amerika. Apakah ini pertanda mereka bakal menjual beberapa gadget kerennya di luar Cina?
Baca Juga

Dengan semua peningkatan kinerja yang diberikan tersebut, Snapdragon 835 juga diklaim mampu memancarkan visual berkualitas 8K pada 60 bingkai per detiknya, bahkan lancar melakukan decoding/encoding grafis 4K pada 60 bingkai per detiknya. Fitur lainnya dari chipset ini, seperti dukungan HDMI 2.0, Bluetooth 5.0 dan pengisian cepat Quick Charge 4.

Tidak ada informasi lainnya yang bisa kami dapatkan mengenai Xiaomi Mi Mix Evo ini. Apakah penerusnya, atau sekadar versi upgrade seperti kebiasaan Xiaomi sebelumnya, merilis versi upgrade minor hanya beberapa bulan setelah versi awalnya. Semoga saja perubahannya bukan sekadar chipset.

Kami berharap kameranya lebih baik, layarnya bisa lebih masuk akal, materialnya juga tidak mudah retak, serta yang terpenting, harganya jangan terlau mahal (namun menggunakan Snapdragon 835, Mi Mix baru ini bisa murah harganya!).

Sumber: Geekbench


SHARE
Previous articleBukan iPhone 7 Plus, Ini Ponsel Android Tercepat di Dunia Menurut Benchmark AnTuTu
Next articleGuide Hayabusa Mobile Legends: Kuasai Serangan Bayangan Hayabusa!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.