7 Film Superhero Bermasalah yang Membuat Studio dan Sutradara Stres

7 film superhero bermasalah ini mengalami banyak kendala dalam proses produksinya hingga studio dan sutradaranya stres. Apa saja? Ini daftarnya!

1

Ant-Man

Poster Internasional Power Rangers Kembali Pamerkan Para Dinozord

Poster internasional Power Rangers telah dirilis. Kali ini para Dinozord tampil dengan lebih jelas lagi, hingga kamu pasti bisa mengamati semuanya!
Baca Juga

Kalau kita membicarakan film superhero bermasalah, Ant-Man adalah contoh yang paling utama. Pada akhirnya filmnya sukses dirilis dan lumayan hits. Ant-Man sendiri kemudian beraksi dengan heboh bersama tim Captain America di Captain America: Civil War. Tapi jalan menuju rilisnya lebih terjal dari film-film Marvel lain.

Bayangkan saja, Edgar Wright – penulis naskah dan sutradara pertama Ant-Man – sudah menulis draft sejak 2001. Kalau kamu lupa, filmnya rilis tahun 2015.

Film Terbaik Marvel - Ant-Man

Film Ant-Man pertama kali diumumkan tahun 2006. Kalau saja proses produksinya lancar, bisa saja tokoh ini sudah bergabung dengan film Avengers. Tapi itu tidak terjadi. Filmnya terus tertunda dan tertunda. Edgar Wright mencoba untuk bersabar dan akhirnya proyek ini sepertinya akan lanjut di tahun 2012.

Lalu Edgar Wright bentrok dengan Kevin Feige si dedengkot Marvel Cinematic Universe dan berujung keluar dari proyeknya. Peyton Reed ditunjuk sebagai pengganti, tapi lalu sinematografer Bill Pope, komposer Stephen Price, bahkan aktor Patrick Wilson semuanya keluar.

Proyeknya akhirnya produksi di tahun 2014. Dan pada akhirnya, setelah proses yang luar biasa panjang dan menyebabkan banyak korban keluar proyek, Ant-Man bisa rilis sebagai hits di tahun 2015.

2

Blade: Trinity

Blade: Trinity adalah film superhero bermasalah lain. Persoalan yang menghantui film ini cukup banyak. Tak seperti Ant-Man, pada akhirnya beban dari konflik-konflik ini membuat kualitas filmnya hancur dan membuat Blade belum memiliki kelanjutan hingga sekarang.

Film ini sempat berganti-ganti sutradara waktu proses pre-produksi. Akhirnya, posisi penting ini jatuh ke David S. Goyer, yang kemudian terkenal karena menulis naskah untuk The Dark Knight Trilogy-nya Christopher Nolan.

Masalahnya, Wesley Snipes si bintang utama tidak menyukai Goyer. Aktor yang satu ini pun menjadi luar biasa malas dan sulit diatur. Terkadang dia bahkan tidak mau ikut syuting, memaksa Goyer untuk menggunakan pemeran pengganti demi peran Blade. Snipes juga jarang berinteraksi dengan rekan-rekan aktornya, dan dikatakan pernah melontarkan sindiran rasis ke Ryan Reynolds.

Bila tidak dibantu oleh sosok seperti Nolan, Goyer memang sejauh ini belum mampu menyajikan film yang istimewa. Jadi tanpa drama ini sekalipun mungkin Blade: Trinity hanya akan menjadi film yang biasa saja. Namun tingkah Snipes pada akhirnya memastikan film ini terasa kacau dan sulit dinikmati.

3

Batman Forever

Val Kilmer sebenarnya cocok untuk menggantikan Michael Keaton sebagai Batman maupun Bruce Wayne. Jadi kenapa dia hanya sekali saja memerankan tokoh ini? Karena selama proses produksinya, Kilmer bertingkah.

Selama proses syuting, Kilmer sering konflik dengan kru produksi. Sutradara Joel Schumacher mencoba menasehati Kilmer, namun itu justru membuat sang aktor tak mau bicara dengan Schumacher selama dua pekan.

Batman Forever seharusnya adalah kesempatan Kilmer untuk menjadi bintang utama Hollywood. Terutama karena film ini tergolong sukses. Namun kabar mengenai kelakuannya di lokasi syuting justru membuat Kilmer mulai kesulitan menemukan peran di film besar.

Tapi bukan hanya Val Kilmer saja yang bermasalah. Jim Carey dan Tommy Lee Jones juga dikatakan sempat mengalami konflik. Tommy Lee Jones yang sangat serius tidak menyukai tingkah komedi Jim Carey. Jones bahkan tidak mau makan siang bersama Carey.

Meski begitu, Batman Forever tetap salah satu film superhero bermasalah yang tergolong berhasil. Tidak seperti Blade: Trinity maupun judul di bawah ini.

4

Fantastic Four 2015

Ah, judul yang satu ini. Ilustrasi nyata dari apa yang terjadi saat sutradara bermasalah bertemu dengan studio yang juga bermasalah.

Pertama-tama, film ini digarap cenderung dadakan. Ada jeda tujuh tahun dari Rise of the Silver Surfer sebelum Fox menggarapnya. Ada kesan kalau Fox hanya membuat film ini agar lisensinya tidak kembali ke Marvel Studio, seperti yang sudah terjadi ke Daredevil, Punisher, dan Ghost Rider.

Lalu Fox memilih sutradara Josh Trank yang sempat memukau karena Chronicle. Tapi ternyata Trank bukan sutradara yang tepat untuk film ini. Tingkahnya tidak bisa ditebak, dia tidak memiliki arahan yang jelas untuk kisah filmnya, dan Trank bermasalah dengan Kate Mara – si pemeran Invisible Woman yang dipilih Fox.

Bukan Mara saja yang pada akhirnya berkonflik dengan Trank. Trank mati-matian ingin merekrut aktor Miles Teller. Tapi pada akhirnya Teller dan Trank saling membenci hingga keduanya nyaris adu jotos.

Dari sisi studio, Fox juga “hanya” memberi modal 120 juta dolar meski Trank mengira dia akan diberi 150 juta dolar. Fox juga memutuskan mengambil alih sekalian proses produksi setelah jelas kelakuan Trank semakin aneh.

Pada akhirnya, setelah semua drama yang terasa seperti komedi kelam ini, Fantastic Four 2015 menjelma menjadi salah satu film superhero terjelek sepanjang masa.


 

Baca Juga

Apa lagi nih judul film superhero bermasalah lain? Kamu bisa membaca lanjutannya di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous articleInilah 5 Program TV Misteri Indonesia yang Pernah Menghantui Anak Generasi 90-an. Pernah Ketakutan Menontonnya?
Next articleKuis Gambar Saku, Main Tebak-tebakan Gambar Kocak Berhadiah Langsung!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.