Review Logan – Drama Superhero yang Sangat Memikat

Masih mempertimbangkan mau nonton Logan atau tidak? Coba baca review Logan ini. Siapa tahu kamu bisa lebih yakin untuk menyaksikannya!

Bukan untuk Anak-Anak

sutradara logan adegan aksi

Biasanya, sebuah film dilarang untuk anak-anak karena film itu mengandung unsur kekerasan dan seksual. Dua faktor itu, terutama, dimiliki oleh Deadpool yang saat tayang menuai kontroversi dan drama di medsos Indonesia.

Logan tergolong film dewasa bukan karena kekerasannya yang ganas saja. Film ini memang drama dewasa yang rasanya sulit untuk dinikmati oleh yang belum cukup umur.

Dalam durasi 2 jam 21 menit, Logan tidak menyajikan aksi fun seperti Deadpool maupun kumpulan aksi-aksi penghancur kota seperti Batman v Superman. Film ini bahkan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyorot karakterisasi masing-masing tokohnya.

Kalau misalnya anak-anak menonton film ini, masalahnya bukan apa mereka akan terganggu oleh kekerasannya. Fokus kepada karakterisasi dan plot ini, serta momen-momen tenang tanpa konflik yang bisa diselipkan di awal dan tengah, memang bisa membuat penonton muda bosan.

Jadi, kalau kamu orang tua yang sempat berencana mengajak anakmu nonton Logan, coba cari film lain. Max Steel juga sedang tayang tuh, dan rasanya lebih cocok untuk penonton muda.

Di sisi lain, kalau kamu penikmat film, drama dan para tokoh utama Logan begitu menarik dan memikat. Walau temponya lambat di beberapa bagian, kepiawaian James Mangold dalam menggarap film membuat durasi 2 jam 21 menit itu tak terasa. Waktu terasa berlalu cepat saat menyaksikan petualangan Logan tua ini.

Kesimpulan


CONTINUE READING BELOW

Peringkat 6 Tim Terbaik Eyeshield 21 – Siapa yang Paling Hebat?

Dari semua tim futbol Amerika di manga olah raga luar biasa ini, siapakah tim terbaik Eyeshield 21? Inilah pembahasan lengkapnya!


Sebagai penutup review Logan, inilah kesimpulannya: Logan bukan film yang sempurna. Kamu akan melihat sendiri kalau ternyata kebanyakan antagonis di film ini terasa mengecewakan, dan hanya bisa merepotkan Logan dan Laura karena jumlah mereka banyak sekali. Pada akhirnya, kecuali satu, orang-orang ini terasa kurang berkesan.

Upaya film ini untuk menyajikan film yang beda dari yang lain juga mungkin bisa membuat kesal para purist. Jangankan mengenakan kostum kuning dan kameo Deadpool, sutradara James Mangold bahkan seperti ingin membuat film aksi non-superhero tapi menggunakan karakter X-Men.

Tapi dengan kelemahan-kelemahan itu pun Logan tetap film yang luar biasa. Plotnya kuat. Setiap momen yang disajikan memiliki makna. Bahkan bagian yang awalnya terasa sebagai filler pun ternyata bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Mangold.

Selain itu, akting Dafney Keene, Hugh Jackman, dan Patrick Stewart sebagai trio tokoh utama juga sangat memikat. Tak heran kalau setelah melihat ini, Stewart menetapkan hati untuk sekalian saja menjadikan ini film X-Men terakhirnya.

Penggemar Wolverine dan Professor X versi film sih jelas tidak boleh melewatkan judul yang satu ini. Sejak film pertama, Jackman dan Stewart sukses menjadi versi definitif Wolverine dan Professor X. Ini adalah gebrakan terakhir mereka sebelum mundur. Momen yang tak boleh dilewatkan oleh para fan kelas berat.


Suka bermain Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, dan Chess Rush? Baca GGWP.ID untuk meningkatkan skill kamu agar lebih jago!
TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.