Pembahasan Boruto 011 – Misi Baru Boruto Akhirnya Dimulai!

Boruto 011

Boruto 011 akhirnya memulai misi baru untuk Boruto. Seperti apa kira-kira misi yang menantinya setelah kehebohan dengan Momoshiki?

Baca Juga

Dimulai dari Boruto 011, manga sekuel Naruto ini akan memulai kisah baru. Untuk yang lebih berminat menunggu kisah ini di anime, tentunya waspadai unsur-unsur spoiler yang bisa kamu temui di sini.

Untuk yang sudah membaca, tidak peduli spoiler, atau memang butuh rangkuman babnya dulu sebelum membaca sendiri, silakan melanjutkan.

SPOILER ALERT!!!

1

Segel Momoshiki Masih Membayangi Boruto


Di akhir Boruto 010 ada perbedaan dari versi anime layar lebarnya dulu. Momoshiki ternyata muncul kembali. Tak hanya itu, dia bicara dengan Boruto dan menyampaikan beberapa ramalan yang mengancam.

Ramalan pertama: suatu hari nanti, mata biru Boruto akan merengut segala yang ia sayangi. Mata Boruto memang unik karena dia seharusnya memiliki Byakugan keluarga Hinata.

Ramalan kedua: saat seseorang sudah mengalahkan dewa, dia tak lagi menjadi orang biasa.

Tangan Boruto sendiri diperban di Boruto 010. Saat ia membukanya, terlihat ada simbol kecil di telapak tangannya. Simbol ini dibahas oleh Boruto dan Sasuke di bab ini.

Hingga sejauh ini, Boruto tidak merasakan sakit, nyeri, dan sejenisnya. Tapi Sasuke memperingatkan Boruto kalau apa yang terjadi kepadanya tidak normal. Mungkin akan terjadi sesuatu kepada putera Naruto ini dalam waktu dekat.

Apakah sesuatu itu? Untuk sekarang sih belum ada jawaban. Yang terpikir sekarang adalah Momoshiki menggunakan simbol itu sebagai penanda kalau Boruto adalah yang mengalahkannya, dan Boruto akan dikejar oleh anggota lain klan Otsutsuki yang masih hidup.

2

Misi Baru Boruto

One Piece 861 – Saat Sanji Terlalu Menjiwai Perannya

Pesta pernikahan Sanji resmi dimulai di One Piece 861, dan tampaknya dia terlalu menjiwai perannya. Akankah ini berujung bahaya?
Baca Juga

Misi baru Boruto sekilas terlihat remeh. Dia hanya harus mengawal Tentou, putra dari daimyo Hi no Kuni. Rintangan Boruto sepertinya hanya menahan diri untuk tidak menonjok bocah angkuh dari sang penguasa negara ini. Tidak ada apa-apanya dibandingkan melawan Momoshiki, yang mampu menyulitkan Naruto dan Sasuke.

Tapi jangan kecewa dulu. Kalau kamu lihat baik-baik halaman-halaman sebelumnya, ada kemungkinan awal sederhana ini bisa berkembang menjadi lebih sulit.

Pertimbangan pertama adalah alasan Tentou ke Konoha. Ayah Tentou datang ke sana untuk menghadiri konferensi penting, yang juga harus diurus oleh Naruto sebagai Hokage.

Pertimbangan kedua adalah masih adanya tokoh berbahaya yang belum ditangani.

Di awal bab ini, Boruto harus menghadapi kelompok Mujina yang merampok bank. Boruto dan kawan-kawan bisa menghadapi trio ninja dewasa ini dengan mudah. Namun sepertinya ancaman utamanya justru bukan dari mereka, melainkan bos mereka – yang tidak ikut misi.

Sarada berencana untuk menyisakan satu pencuri, agar si pencuri bisa kabur kembali ke bosnya. Namun karena Boruto mengatasi pencuri terakhir, maka trio Mujina tertangkap namun sang bos masih belum diketahui bersembunyi di mana.

Pemimpin kelompok Mujina adalah Corpse Clone Shojoji. Shojoji adalah seorang ninja kopi. Yang berbahaya, orang ini mampu mengopi suara dan tubuh orang yang ia bunuh… dan orang-orang yang berada di dalam kenangan korbannya.

Ya, dia tidak hanya bisa mengopi yang ia bunuh saja. Kalau korbannya mengingat orang lain, ia bisa meniru orang itu juga. Shojoji bisa menjadi siapa saja. Dia bahkan rasanya bisa meniru penampilan Naruto, karena sebagai hokage Naruto pasti diingat oleh banyak orang.

Rasanya bukan kebetulan Shojoji disebut-sebut di Boruto 011. Kemungkinan besar dia dan gengnya pasti akan muncul lagi untuk mengganggu konferensi.


 

Bukan itu saja hal menarik yang bisa dibahas dari Boruto 011. Cek halaman kedua untuk membaca lanjutannya!

1
2

SHARE
Previous articleGuide Cyclops Mobile Legends: Magician Bermata Satu Membunuh dengan Kekuatan Bintang
Next articleJepang Kekurangan Animator, Alasan Attack on Titan Season 2 Hanya Dirilis 12 Episode!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.