Apa Modal yang Harus Disiapkan untuk Meniti Karir di Industri Kreatif?

campus checkpoint karir di industri kreatif

Apa sih yang dibutuhkan untuk memulai karir di industri kreatif, termasuk game? Riris Marpaung dan Dodick Sudirman dari Gamechanger Studio memaparkan pengalaman mereka dalam event Campus Checkpoint dari Duniaku.net.

Semua orang pasti memiliki cita-cita, ingin jadi apa saat setelah menyelesaikan studi kelak. Ada yang ingin bekerja di sektor ekonomi, ada yang ingin membangun kerajaan bisnis sendiri, namun ada juga yang ingin berkarir di industri kreatif. Untuk yang disebutkan terakhir, ternyata tidak bisa hanya dengan menggunakan modal skill yang mumpuni saja. Akan tetapi, ada beberapa faktor penunjang lainnya, baik dari internal diri sendiri maupun dari eksternal.

Baca Juga

campus checkpoint karir di industri kreatif

campus checkpoint karir di industri kreatif
Brian Chuang, Chief Marketing Officer dari Duniaku.net yang menjadi MC dalam gelaran ini

Nah, tema “Choosing Creative Industry as a Career Path” inilah yang diangkat dalam gelaran Campus Checkpoint kedua Duniaku yang digelar tanggal 4 April 2017 kemarin. Bertempat di Gedung Engineering Center, Universitas Indonesia, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 167 mahasiswa yang tertarik untuk menjadikan industri kreatif sebagai jalan karir mereka ke depan setelah menyelesaikan bangku kuliah.

campus checkpoint karir di industri kreatif
Pembukaan dari M. Riza Iqbal, Manager Akademik dari CCIT FTUI

campus checkpoint karir di industri kreatif
Pengenalan Duniaku.net dari Monica Kansy, Event & Community Leader dari Duniaku.net

Pembicaranya pun juga berasal dari developer game yang memiliki latar belakang edukasi. Pertama ada Riris Marpaung, CEO dari Gamechanger Studio yang sebelumnya juga sempat menjadi dosen dan aktif menjadi pustakawan. Riris ditemani oleh Dodick Sudirman, CCO dari Gamechanger Studio yang latar belakangnya pun juga seorang dosen dan juga sempat aktif berkontribusi dalam Game Developers Gathering beberapa tahun lalu.

campus checkpoint karir di industri kreatif
Riris Marpaung, CEO dari Gamechanger Studio

Riris membuka sesi dengan mengenalkan diri dan juga latar belakangnya. Wanita yang sempat didapuk sebagai salah satu Wanita Inspiratif tahun 2015 ini mengaku sebenarnya tidak banyak tahu mengenai game. Namun dirinya akhirnya terjun ke industri game karena ingin berkontribusi mewujudkan mimpi temannya saat itu, Dodick yang ingin membuat game sendiri.

Alasan terjun ke industri game sendiri bukan hanya itu. Sebagai seorang mantan dosen dan pustakawan, Riris kerap merasa bosan dengan rutinitas sehari-harinya. Karena itulah dirinya memilih tantangan lain menjadi developer game, dan akhirnya bersama Dodick membentuk Gambreng Games beserta beberapa divisi lainnya seperti Gundu Productions yang fokus kepada game-game edukasi, dan Gamechanger Studio yang fokus mengembangkan game untuk PC.

campus checkpoint karir di industri kreatif

Ketertarikan Riris ke dunia game development dan juga keinginan yang kuat untuk menyelesaikan proyek besarnya, Ascender pun akhirnya membuat dirinya merasa ingin lebih fokus di dunia ini. Karena itulah, pada awal 2017 kemarin dirinya memutuskan meninggalkan dunia pendidikan dan juga literasi, dan mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengembangkan Ascender dan juga studionya.

Game yang Viral vs Fans. Mana yang Lebih Penting bagi Developer agar Bisnisnya Berkelanjutan?

Game yang viral atau kekuatan dari fanbase. Mana yang dibutuhkan developer game untuk sustain? Eldwin Viriya dari Own Games menjawab pertanyaan itu!
Baca Juga

Riris pun memaparkan sedikit tips untuk memulai karir di industri kreatif, khususnya game. “Bukan hanya passion saja, akan tetapi kreatif dan inovatif juga sangat dibutuhkan jika ingin berkarir di industri kreatif,” ungkapnya. Selain itu, dia juga menegaskan pentingnya mencari partner yang cocok untuk sama-sama berkarir di industri ini. Cocok bukan hanya satu visi dan misi, melainkan juga bisa saling melengkapi antara satu dengan lainnya.

Lanjut ke halaman 2!