Sebelum Download Update Android O, Kenali 10+ Fitur Barunya yang Lebih Baik dari Android M

Update Android O

Pada 21 Maret 2017 lalu, Google merilis versi preview alpha untuk developer dari Android O. Sejak saat itulah, kita mulai bisa melihat beberapa fitur unggulan dari sistem operasi baru Google yang menjadi penerus Android Nougat ini.

Baca Juga

Sebelumnya kami sudah memberikan beberapa bocoran yang dibeberkan para pengembang yang sudah mencicipi preview-nya. Seperti adanya kebebasan dalam mengatur notifikasi melalui fungsi snooze, antar muka tampilan setting menjadi berwarna putih dan pengkategoriannya lebih baik, opsi mengubah jalan pintas Google Assistant di layar kuncian, kemungkinan akan adanya fitur theme default untuk Android terbaru ini (karena ada opsi inverted theme, mengubah warna aksen hitam menjadi putih pada kolom notifikasi).

Selain itu, juga sedang disiapkan opsi Picture in picture, yang memungkinkan kalian meminimalkan video apa pun yang dilihat agar bisa menontonnya sembari menggunakan aplikasi lainnya. Selain itu masih ada beberapa fitur lainnya, yang bisa kalian simak dalam artikel berikut.

Seperti ini contoh penerapan picture in picture!
1

Layar Setting Lebih Sederhana


Perubahan kosmetik yang paling kentara dari Android O adalah tampilan layar setting yang kini dibuat lebih sederhana. Kini penerusnya ini terfokus pada kemudahan, lebih diperingkas, tidak ada lagi disediakan menu geser atau pun pengkategorian pada tampilan utama layar Setting.

Hasilnya, kini diperlihatkan adanya 13 menu utama lengkap dengan deskripsi singkat apa yang bisa kalian temui di dalamnya.

Makin masuk kalian ke dalam menu Setting, beberapa kategori juga mendapatkan pembaruan, termasuk di sana, kolom Battery. Keseluruhan kami menyukai pilihan warnanya, perpaduan hitam dan putih, dengan aksen biru.

Inilah Fitur-fitur Canggih yang Bakal Ada di Android O!

Seperti dua tahun ke belakang, Google merilis preview Android generasi berikutnya kepada para developer. Saat ini Android berikutnya dinamakan Android O
Baca Juga
2

App Badge


Meskipun fitur ini sudah jamak ditemui pada tipikal antar muka Android dari vendor lain, namun Google akhirnya memberikan opsi App Badge untuk ikon aplikasi mereka. App Badge ini ditandai dengan gelembung kecil pada ikon aplikasi, dan akan bertambah setiap kali aplikasi tersebut menerima notifikasi. Jumlah yang tampil di sana merupakan berapa notifikasi masuk yang belum kalian buka.

Jika pada antar muka Android lainnya App Badge ini biasanya menjadi default, tidak bisa dinonaktifkan, maka Google memberikan solusi praktis. Kalian bisa mematikannya jika merasa terganggu dengan banyaknya notifikasi yang belum direspon.

3

Perbaikan Layout Navigation Bar


Ya, selanjutnya ada penataan baru untuk navigation bar. Jika kalian memasuki ke bagian System UI Tuner (opsi rahasia yang dikenalkan melalui Android Marshmallow), ada opsi navigation bar yang memungkinkan kalian mengatur penataan tombol navigasi di sisi bawah layar. Ada opsi untuk memudahkan pengoperasian dengan satu tangan, karena tombol navigasi akan dibuat merapat ke sisi kiri atau kanan layar.

Bahkan seperti solusi antar muka LG, kalian bisa menambah satu tombol di sisi kiri atau kanan, dengan tombol seperti clipboard, key code atau keyboard switcher.

4

Lock Screen


Untuk layar kunci, Android O juga akan menampilkan opsi baru yang bisa diakses melalui System UI tuner. Seperti yang kami tuliskan dalam artikel sebelumnya, kalian bebas mengganti jalan pintas pada lock screen. Jika sebelumnya hanya ada Google Assistant dan kamera, maka kini ada opsi untuk menggantinya dengan aplikasi apapun yang kamu inginkan.

5

Perbaikan Kualitas Audio


Sebenarnya ada alasan kenapa Apple, dan kemudian diduga Xiaomi, akan membuang port audio 3.5 mm. Karena memang perlahan port tersebut tidak dibuat menjadi stanar, sehingga produsen bakal terfokus meningkatkan kualitas audio ketika terkoneksi dengan headset wireless.

Ini menjadi alasan juga kenapa Google kini bekerjasama dengan Sony untuk membenamkan codec LDAC milik mereka ke dalam Android O. Itu berarti, dengan kalian memiliki headset wireless yang mendukung LDAC, maka kalian bisa mendapatkan kualitas audio yang lebih baik.

Bukan hanya codec LDAC saja, namun Google juga akan mengusahakan codec lainnya seperti SBC, AAC Aptx dan Aptx HD menjadi standar. Bahkan nantinya disediakan opsi untuk pengaturan sample rate, bits per sample dan channel mode.

6

Instal APK Unknown Sources


Opsi untuk meng-install aplikasi Android secara offline melalui APK-nya memang masih disediakan hingga Android N. Sebelumnya, kalian perlu memastikan untuk mengaktifkan opsi Unknown Sources pada menu Setting Privacy. Namun mulai dalam Android O, opsi tersebut telah dihilangkan.

Namun bukan berarti kalian tidak bisa meng-install file APK secara offline. Masih bisa, hanya saja kalian perlu melakukan otorisasi atau perijinan dari setiap aplikasi yang memicu akan di-installnya aplikasi melalui APK tersebut.

Misalnya, kalian mengunduh APK melalui browser Chrome, maka pasca mengunduhnya, dan kalian klik install, bakal ada jendela yang bertuliskan “Application Installed from external Sources are blocked.” Untuk bisa install APK dari Chrome, kalian perlu menyetujui satu poin perijinan Chrome agar dipercaya, dan bisa melakukan proses peng-installan melalui sumber tersebut.

Dengan kata lain, kalian kalian akan me-review pengaturan “External Sources” dari masing-masing aplikasi yang akan meng-install APK. Dari sini, pastikan untuk mengecek opsi “Trust apps from this source”. Setelah kalian melakukan hal itu, kalian bisa melakukan sideload APK yang dibuka melalui aplikasi bersangkutan.

Selama proses install aplikasi itupun, tampilannya mendapatkan sentuhan. Perjalanan progress bar selama install benar-benar memperlihatkan proses instalasi, bukan sekadar animasi prosesnya saja. Juga disediakan tombol Cancel di sisi kanan-bawah, sangat berguna seandainya ternyata proses instalasi membutuhkan waktu yang terlalu lama..

7

Manajemen Notifikasi yang Lebih Baik


Dalam Android O nantinya kalian juga akan mendapati apa yang disebut notification channel. Di sini kalian bisa mengelompokkan, mana notifikasi yang tidak terlalu berguna, hingga yang paling berguna dari aplikasi tertentu. Tujuannya jelas, sebagai penyaring. Misalnya, kalian bisa mengatur notifikasi yang datang dari percakapan tertentu dari sebuah aplikasi messaging, atau kalian bisa memutuskan bagaimana notifikasi dari aplikasi berbasis berita dimunculkan.

Dengan notifikasi bisa dikelompokkan ke dalam beberapa channel, seperti sports news, text message, aplikasi music dan seterusnya, maka kalian bisa mengatur notifikasi satu kelompok aplikasi tersebut langsung, tidak perlu masing-masing aplikasinya. sh

Untuk mengaksesnya, masuk ke bagian notifikasi aplikasi, dan pilih aplikasi yang ingin kalian aktifkan fitur ini. Masuk ke miscellaneous, maka di sana, kalian bisa melihat ada banyak opsi mengenai notifikasi. Pilihannya seperti No Sound or Visual Interruption, Show Silently, Make Sound and Pop Up On Screen, dan banyak lagi lainnya.

Lanjut ke halaman 2 untuk fitur lainnya yang tidak kalah menarik… 

1
2

SHARE
Previous articleCreators Super Fest 2017 – Rumah Baru Kreator Tanah Air dan Penikmat Pop Culture
Next articleBermain Grand Theft Auto di Smartphone: Memperkenalkan Gangstar New Orleans!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.