Video dan Foto Live-action Fullmetal Alchemist Ini Bakal Membuat Kalian Bergidik

Live-action Fullmetal Alchemist

Meskipun live-action Ghost in the Shell mendapatkan respon yang beragam baik dari penggemar dan kritikus film, namun harus diakui kehadirannya makin meyakinkan banyak pihak jika manga dan anime Jepang berpotensi diwujudkan menjadi live-action yang lebih baik lagi di masa depan. Salah satu yang sudah dinantikan fan adalah Fullmetal Alchemist, yang sudah dijadwalkan bakal ditayangkan 1 Desember 2017 mendatang.

Baca Juga

Adaptasi film manusia asli dari anime dan manga shonen Fullmetal Alchemist ini sudah sangat dinanti-nantikan oleh para penggemarnya. Mereka penasaran seperti apa Alphonse, sang adik dari karakter utama, diperlihatkan dalam live-action. Kalian sudah pasti mengetahuinya bukan, kisah dua bersaudara Elric yang salah satunya, si kakak, yaitu Edward, kehilangan lengannya, sedangkan adiknya (Alphonse), seluruh tubuhnya, sebagai imbas gagalnya percobaan alkimia ketika berusaha membangkitkan ibu mereka yang telah tiada.

6 Live Action Adaptasi Anime yang Wajib Kamu Tonton di Tahun 2017

2017 memang penuh dengan kejutan untuk para otaku, apalagi jika Live Action yang mereka idam-idam kan dibuat atau dirilis, berikut beberapa judul...
Baca Juga

Dengan Alphonse yang berhasil diselamatkan jiwanya, namun ditempatkan dalam sebuah “wadah” berwujud baju baja yang besar, sepertinya akan menarik ketika dijuwudkan dalam sebuah live-action, dan akhirnya bisa kalian lihat penampakan awalnya dalam video trailer keduanya yang dirilis Warner Brothers Entertainment akhir pekan kemarin di bawah ini:

Trailer kedua Fullmetal Alchemist (atau juga dikenal di Jepang sebagai Hagane no Renkinjutsushi) dimulai dengan Edward dan Alphonse Elric saat masih anak-anak, yang mencoba membangkitkan ibu mereka menggunakan alkimia dan lingkaran transmutasi. Kita tahu, percobaan itu gagal. Walaupun tidak diperlihatkan seperti apa proses Edward menyelamatkan saudaranya, namun trailer juga memperlihatkan ketika mereka sudah dewasa, Edward dengan lengan tiruan, dan Alphonse dalam wujud baju besinya.

Edward dan adiknya ketika akan melakukan percobaan membangkitkan ibu mereka menggunakan alkimia.

Hidup bersama tubuhnya yang tidak normal, keduanya bertekad untuk mengembalikan tubuhnya yang hilang. Edward dan Alphonse mencoba menjadi State Alchemists sehingga mereka bisa mengetahui lokasi dimana item kuat yang disebut Philosopher’s Stone berada. Namun usaha tersebut tidak berjalan lancar, karena justru fakta mengenai korupsi dan pemusnahan masal yang dilakukan pemerintah mereka temukan sepanjang perjalanannya.

Film live-action ini disutradarai oleh sutradara film live-action Ping Pong, Fumihiko Sori, dan proses produksinya mengambil latar di Italia. Alphonse Elric untuk film ini pun juga dibuat menggunakan teknologi CGI. Sedangkan para bintang lainnya yang terlibat antara lain:

  • Ryousuke Yamada sebagai Edward Elric
  • Tsubasa Honda sebagai Winry Rockbell
  • Ryuuta Satou sebagai Captain Maes Hughes
  • Dean Fujioka sebagai Roy Mustang
  • Yo Oizumi sebagai Major Shou Tucker
  • Yasuko Matsuyuki sebagai Lust
  • Kanata Hongou sebagai Envy
  • Shinji Uchiyama sebagai Gluttony
  • Jun Kunimura sebagai Doctor Marco
  • Natsuki Harada sebagai Gracia Hughes
  • Misako Renbutsu sebagai Riza Hawkeye
  • Fumiyo Kohinata sebagai General Hakuro
  • Natsuna sebagai Maria Ross
  • Kenjiro Ishimaru sebagai Father Cornello

5 Live Action Anime yang Takkan Dituduh Whitewashing jika Dibuat oleh Hollywood

Jika serial anime live action ini diadaptasi ke dalam anime, pasti tak akan dituduh lagi sebagai whitewashing. Kira-kira anime apa saja ya?
Baca Juga

Melihat daftar pemerannya, ternyata semua bintang asli Jepang. Padahal jelas, meskipun latar tempat dimana cerita Fullmetal Alchemist terjadi di dunia alternatif, namun yang jelas bukan di Jepang. Kedua bintang utamanya sendiri juga bukan nama baru di belantika film live-action Jepang. Ryosuke Yamada sebelumnya memerankan Nagisa Shiota dalam kedua live-action Assassination Classroom. Kemudian Tsubasa Honda, aktris dan model Jepang ini sebelumnya juga membintangi live-action Mogura no Uta, selain banyak perannya sebagai bintang iklan dan drama Jepang.

https://twitter.com/hagarenmovie/status/848733641911877632

Selaim trailer terbaru tersebut, tim sosial media film live-action Fullmetal Alchemist juga membagikan sebuah foto baru, sebah meja klasik dengan beberapa benda berserakan. Itu adalah meja Shou Tucker. Kalian yang familiar dengan namanya, pasti paham kenapa mejanya terkesan suram.

Pria ini banyak dianggap sebagai salah satu orang tua (selain musuh) paling kejam di dunia anime. Dia menjadi salah satu antagonis dalam cerita Fullmetal Alchemist. Namun pengabdiannya kepada ilmu alkimia yang berlebihan membuat dirinya menjadi orang tua paling buruk dalam anime. Untuk membuat terobosan baru pada dunia alkimia, Shou Tucker rela melakukan berbagai percobaan pada tubuh istri dan putrinya. Mungkin itu adalah sifat paling buruk dari seorang ayah.

Meskipun foto di atas memberi petunjuk pada fan mengenai kemunculan salah satu State Alchemist ini, namun deskripsi fotonya hanya menuliskan agar kita berhati-hati. Hanya saja, melihat detail foto tersebut, ada lagi yang membuat kalian bergidik, dan mungkin sedikit baper ketika mengingat apa yang sudah terjadi sebelumnya.

Di atas meja, ada dua benda penting di sana. Satu, boneka teddy dengan pita warna merah di lehernya, kemudian di depan tipikal mainan anak gadis tersebut, ada tali anjing berwarna hitam. Ya, itu adalah benda penting yang mengingatkan pada Nina dan Alexander Tucker.

Dalam cerita aslnya, Shou Tucker tinggal bersama putrinya Nina dan anjingnya Alexander, setelah istrinya dikabarkan meninggalkan mereka. Sampai akhirnya rahasia gelapnya terkuak. Ternyata istrinya mati dibunuh oleh dia sendiri, dan menggunakan alkimia manusia untuk menyatukannya dengan binatang, menghasilkan Chimera yang bisa berbicara. Temuannya itu sendiri memang memberinya sertifikat ahli alkimia, namun cara yang digunakannya benar-benar biadab!

Bukan hanya itu saja, ingin mengulang percobaannya tersebut, dia juga menggunakan alkimia dan menyatukan putrinya dengan Alexander, yang membuat keduanya hidup menderita, sampai akhirnya baik Shou dan monster yang diciptakannya tersebut dihabisi oleh pemerintah.

Karena dia tindakannya tersebut, banyak yang mengganjar Shou Tucker menjadi karakter anime pria yang paling dibenci, karena dia melakukan percobaan kepada istri dan anaknya sendiri, hanya karena dia tidak ingin kehilangan gelarnya sebagai Ahli Alkimia Negara. Dia lebih memilih gelar daripada keluarganya sendiri.


SHARE
Previous articleAksi Baru Naruto Ini Mungkin Membuatnya Kembali Berkolaborasi dengan Goku
Next articleBukan Colossal Titan, Inilah Titan Terbesar dalam Attack on Titan!

Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.