Penciller X-Men Gold Ardian Syaf: Karirku Kini Telah Berakhir

penciller x-men gold ardian syaf

Penciller X-Men Gold Ardian Syaf menyatakan permintaan maafnya melalui akun media sosial. Di lain pihak, rumor mengatakan kalau kontrak seluruh artist Indonesia di-freeze.

Akhir-akhir ini, penciller X-Men Gold asal Tulungagung Ardian Syaf menjadi sorotan seluruh dunia. Pasalnya, dia memasukkan easter egg yang sangat sensitif dan juga menimbulkan kontroversi di komik X-Men Gold #1. Banyak fans Marvel yang kontra dengan tindakan sang penciller X-Men Gold tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang pro dengannya.

Baca Juga

Beberapa hari yang lalu Marvel mengeluarkan statemen mengenai easter egg milik Ardian Syaf. Dalam statemen resmi-nya, Marvel mengatakan bahwa easter egg tersebut akan dihapus dan tidak akan muncul dalam cetakan X-Men Gold #1 berikutnya. Lalu, Ardian Syaf juga disebutkan akan mendapatkan hukuman atas tindakannya itu.

Ini Respon Pihak Marvel Atas Tulisan 212 di Komik X-Men Gold!

Terlanjur ada pesan tersembunyi di komik Marvel apa tindakan dari pihak Marvel?
Baca Juga

Sampai saat tulisan ini dibuat, masih belum jelas apa hukuman yang dimaksudkan oleh pihak Marvel. Akan tetapi, di lain pihak, Ardian Syaf sang penciller X-Men Gold membuat suatu pernyataan melalui akun Facebook pribadi miliknya. Dalam posting tersebut, dia menyatakan bahwa “karirnya telah berakhir sekarang.”

penciller x-men gold marvel ardian syaf

“Halo, Dunia…

Karirku telah berakhir sekarang.

Itu adalah konsekuensi dari perbuatanku, dan aku menerimanya.

Tolong jangan ada lagi hujatan, debat, dan kebencian. Aku berharap semuanya damai.

Pada kesempatan terakhir ini, aku ingin memberitahu kalian tentang arti sebenarnya dari angka itu, 212 dan QS 5:51.

Itu adalah angka KEADILAN. Angka CINTA. Kecintaanku pada kitab suci Al-Qur’an… cintaku pada nabi terakhir, sang rasul… cintaku pada ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa.

Aku meminta maaf atas semua keributan ini. Selamat tinggal, semoga Tuhan memberkati kalian semua. Aku mencintai kalian semua.

-Ardian Syaf-”

Perlu diingat, sampai saat tulisan ini dibuat, masih belum jelas apakah Ardian Syaf yang memilih untuk mengakhiri karirnya sendiri atau dia mendapatkan informasi mengenai hal tersebut dari pihak ketiga. Seperti yang sudah disebutkan, bahwa Marvel pernah mengeluarkan statemen kalau mereka akan menghukum Ardian Syaf. Akan tetapi, masih informasi tentang hukuman apa yang mereka keluarkan. Syaf sendiri memiliki kontrak untuk menggambar X-Men Gold #2 hingga #4, dan Marvel belum mengumumkan perubahan rencana akan hal tersebut.

Ardian Syaf: Cepat Beli Cetakan Pertama Komik X-Men Gold #1, Bakalan Rare!

Yang kolektor komik, mungkin berminat mengoleksi X-Men Gold #1 cetakan pertama?
Baca Juga

Di lain pihak, rumor mulai beredar bahwa Marvel mengirim setiap freelancer Indonesia yang bekerja untuk Marvel surel. Dalam surel tersebut, dikatakan bahwa setiap kontrak mereka dibekukan untuk  waktu yang tidak ditentukan.

Perlu diingat, bahwa pemutusan atau penahan kontrak ini masih berupa rumor. Tim Duniaku.net masih berusaha mengontak beberapa komikus Indonesia yang bekerja untuk Marvel dan DC.

UPDATE: Kabar bahwa kontrak komikus Indonesia di-freeze oleh Marvel dan DC ternyata hanya rumor belaka. Tim Duniaku.net sudah mengkonfirmasikan hal ini melalui penciller Marvel yang pernah menggarap komik Avengers, Rahmat M. Handoko

Wah, tampaknya masalah ini semakin lama semakin kompleks saja ya? Semoga cepat selesai dan semuanya berdamai.

Sumber: Facebook


SHARE
Previous article5 Karakter di Anime Slam Dunk yang Ada di Dunia Nyata. Ssstt dari Indonesia Juga Ada Loh!
Next articleEL Gaming Kembali Raih Gelar WGL APAC, Siapkan Diri untuk Na’Vi di The Grand Finals 2017
Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.