Bagaimana Sih Langkah-langkah Menerbitkan Game di Steam?

Dalam Campus Checkpoint di Universitas Paramadina, Hendrik dari Anoman Studio membagikan ilmu dan pengalamannya dalam menerbitkan game di Steam. Gimana ya ceritanya?

game zombie ORBIZ

Terkait review game ketika melakukan kampanye di Steam Greenlight, Hendrik mengingatkan agar game buatan kita tidak boleh ditampilkan dengan UI/UX yang menyerupai mobile game. Hal ini penting karena selain Steam merupakan portal untuk game komputer, pratinjau game yang ternyata memperlihatkan detil UI/UX seperti mobile game dapat membuat komunitas “marah” dan “galak”.

Hal penting lainnya yang terkesan sepele namun penting adalah ketika kampanye game kita baru dimulai di Steam Greenlight. “Kita harus aktif dalam memberikan respon kepada para pengunjung halaman kampanye kita. Entah itu membalas komentar, baik atau buruk. Kita juga harus aktif menyebarkannya melalui sosial media, setidaknya selama seminggu-dua minggu pertama kampanye.” kata Hendrik.

Ketika kampanye di Steam Greenlight sudah berjalan, Hendrik menjelaskan pentingnya menyebarkan informasi tersebut ke berbagai forum. Media sosial Facebook, Twitter, Instagram, dan Reddit dapat menjadi garda pertama untuk menyebarkan kampanye game – tentunya dengan penggunaan kata kunci dan hashtag yang benar. Selain itu, portal indie game seperti Gamejolt, Itch.io, dan Indiedb juga bisa menjadi media untuk menyebarkan kampanye game kita.

Apabila kampanye game kita berhasil menjaring banyak sekali upvoting dalam beberapa waktu, maka bersiaplah untuk senang – karena game kita sudah lolos alias Greenlit! Namun buka berarti dengan status Greenlit, kita bisa langsung menerbitkan game kita di Steam. Ada langkah-langkah lanjutan yang juga penting untuk dijalankan sebelum menerbitkan game meskipun sudah mendapat status Greenlit.

Setelah berhasil mendapat status Greenlit, maka saatnya untuk membangun dan mendekorasi tampilan “lapak” game kita di Steam Store. Hal-hal seperti deskripsi permainan, kategori permainan, foto dan video pratinjau, dan seperti apa game akan dirilis nantinya.

Selain itu, jangan lupakan memilih platform mana saja yang mendukung game untuk bisa dimainkan – Windows, Mac, dan Linux. Salah satu faktor game menjadi unik di Steam juga adalah dengan Achievement dan Trading Cards – maka jangan lupa juga untuk mendesain dua hal tersebut ke dalam game kita. Selain menjadi lebih menarik, kedua hal tersebut sedikit banyak akan membuat game dilirik di Steam Store.

Terkait perilisan game, ada dua jenis pilihan ketika kita akan merilis game di Steam – rilis penuh atau early access. Orbiz sendiri, ujar Hendrik, dirilis dengan early access. Pilihan ini bisa menjadi pertimbangan bagi para pengembang game yang masih merasa belum yakin dengan game mereka, sekaligus menjadi ajang mendapat masukan dari para pembeli mengenai sistem dan mekanik permainan.

Hal-hal yang perlu dicatat ketika kita memilih untuk merilis game dengan early access, adalah tentang apa yang membuat kita merilis dalam bentuk early access. Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita memilih early access release dan seberapa lama status early access tersebut. Selain itu, kita juga harus bisa memberikan kepastian tentang perbedaan yang terjadi ketika game berstatus early access dan ktika game sudah dirilis penuh.

Perubahan tersebut juga terkait dengan pihak dari pengembang dari game tersebut – seberapa jauh pengembang game akan mendengarkan komunitas yang sudah membeli game tersebut untuk pengembangan lebih lanjut. Perencanaan pun juga harus dengan gamblang dijelaskan sehingga tidak membuat para pembeli kecewa dan bisa membantu memberikan masukan bagi pengembangan game selanjutnya.

Campus Checkpoint adalah event sharing rutin yang digelar Duniaku.net di berbagai kampus Indonesia. Dengan menghadirkan pembicara dari pelaku industri kreatif di Indonesia, Campus Checkpoint diharapkan bisa memberikan insight kepada mahasiswa mengenai industri kreatif, serta memunculkan talenta-talenta baru yang nantinya siap berkontribusi untuk kemajuan industri ini.


CONTINUE READING BELOW

Game yang Viral vs Fans. Mana yang Lebih Penting bagi Developer agar Bisnisnya Berkelanjutan?

Game yang viral atau kekuatan dari fanbase. Mana yang dibutuhkan developer game untuk sustain? Eldwin Viriya dari Own Games menjawab pertanyaan itu!


Oiya, bagi kamu yang ingin mulai berkarir di industri kreatif, Duniaku.net lagi membuka kesempatan untuk menjadi penulis lho! Langsung saja kirimkan dua contoh tulisan terbaikmu melalui email redaksi@duniaku.net ya!

Tunggu kehadiran Campus Checkpoint di kampusmu ya!

Diedit oleh Febrianto Nur Anwari

TENTANG PENULIS
hilmykhairy

e-Sports Enthusiast, Game Connoisseurs. Penikmat berbagai macam genre game, terutama yang berupa RPG – online maupun offline. Keranjingan juga dengan beberapa arcade game bertipe Ryhthm Game, juga pemain-yang-lebih-cocok-jadi-pelatih/manager di berbagai game dengan genre MOBA dan RTS. Bisa menguras emosi bagi setiap lawan (dan kawan) dalam berbagai macam Boardgames.