Pembahasan One Piece 862 – Twist Menghebohkan di Pernikahan Sanji

One Piece 862

Eiichiro Oda lagi senang memunculkan twist nih. Ada satu twist heboh lagi di One Piece 862. Kira-kira apa yang terjadi kali ini?

Baca Juga

Seperti biasa, kejadian di One Piece 862 ini – jelas – belum terjadi di anime. Jadi kalau kamu belum mengikuti alur Whole Cake Island hingga bab terakhir manganya, waspadai spoiler.

SPOILER ALERT!!!

Untuk yang tidak ada masalah, silakan lanjutkan saja membaca pembahasan One Piece 862 ini.

1

Saatnya Sanji Dieksekusi?


Seperti kamu pasti tahu, Sanji ingin menyelamatkan keluarganya. Tapi untuk melakukan itu, ia tak punya pilihan selain membiarkan pesta pernikahan terus berlangsung. Ia wajib selamat dari tembakan Pudding, yang akan meluncur dari jarak dekat. Rompi anti peluru tidak akan membantu karena peluru itu bahkan mampu menembus baja.

Di One Piece 862, akhirnya pernikahan dimulai. Sanji dan Pudding berdiri di altar. Sesuai rencana, Pudding hendak menembak Sanji. Tapi ia terlebih dahulu memperlihatkan mata ketiganya.

Saat itulah terjadi sesuatu tak terduga.

Peringkat Mobil Fast and Furious 8 Paling Keren – Dari Lamborghini sampai Kendaraan Tempur

Mobil-mobil Fast and Furious 8 terdiri dari mobil sport sampai kendaraan tempur. Mana saja yang paling keren? Ini daftarnya!
Baca Juga

Sanji adalah salah satu karakter One Piece dengan penampilan paling cool. Kalau dia tidak bersikap berlebihan, ia bisa membuat perempuan jatuh hati kepadanya tanpa perlu bekerja keras. Masalahnya, setiap ia bertemu perempuan cantik matanya menjadi hati dan ia bertingkah berlebihan, membuat mereka sulit untuk menyukainya.

Tapi ia punya potensi lady killer yang tak dapat diremehkan. Kedok jahat Viola tumbang karena keteguhan hatinya. Sekarang, hanya karena satu pujian tepat waktu, Pudding pun rontok.

Patut diingat, Sanji sedang mabuk kepayang karena Pudding. Ia bahkan mungkin lupa kalau Pudding ingin membunuhnya. Ia tak akan bereaksi tepat waktu kalau Pudding menembak. Namun pujian kepada mata ketiga Pudding justru membuat Pudding tersedu-sedu.

Ternyata Pudding menyembunyikan mata ketiganya bukan karena dia ingin merahasiakan itu dari Sanji. Bahkan Big Mom pun tak suka melihatnya. Gadis ini terdorong jadi jahat karena semua orang menganggap mata ketiganya sebagai cacat memalukan.

Namun Sanji justru mengatakan kalau mata ketiga ini cantik. Sungguh twist tak terduga. Reaksi Sanji ini juga sepertinya tercipta karena empatinya. Unsur manusiawi yang tidak hilang karena ia merupakan percobaan “gagal” Vinsmoke Judge.

2

Charlotte Katakuri Berbahaya, Tapi Ia Tak Bisa Memprediksi Segala

Sejak kemunculannya kemarin, Charlotte Katakuri sudah terlihat berbahaya. Bayangkan saja, Kenbunshoku Haki-nya sudah selevel dengan Enel. Mungkin dia tidak bisa mendengar seluruh Skypea, seperti yang dilakukan Enel. Tapi kemampuan Katakuri begitu terasah sampai ia dapat membayangkan masa depan.

Itu terjadi lagi di One Piece 862. Dia yang pertama dapat melihat kalau Pudding justru akan jatuh berlutut, bukannya Sanji. Dia lalu dapat mengantisipasi tembakan ke Sanji akan meleset, jadi dia juga menembak.

Tapi bisa melihat masa depan bukan berarti ia tak terkalahkan.

Pertama: dia memang bisa melihat masa depan. Tapi kadang Katakuri tidak tahu kenapa visinya bisa terjadi. Lihat saja kebingungannya mendapati Pudding ambruk.

Kedua: meski dia bisa menebak masa depan, kadang musuh yang tangguh tetap saja dapat menghindari serangannya. Sanji juga membuktikan itu di sini.

Berdasarkan pengungkapan ini, penulis merasa yang bisa mengalahkan Katakuri justru adalah Luffy. Kapten kelompok Topi Jerami itu sudah terbukti mampu bertingkah tak tertebak saat bertarung. Bahkan dia tetap sanggup meninju Enel saat Enel menggunakan Mantra demi menghentikan aksinya.


 

Itu baru dua poin saja. Masih penasaran hal menarik apa yang kira-kira terjadi di One Piece 862? Baca saja lanjutannya di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous articleInilah Pernyataan Marvel mengenai Pembatalan Kontrak Ardian Syaf!
Next articleBosan Main Sendiri? Main Bersama Teman di Dynasty Warriors: Unleashed Lebih Seru!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.