Pertandingan eSport akan Masuk Sebagai Cabang Asian Games! Sudah Siapkah Indonesia?

18th Asian Games Jakarta-Palembang
18th Asian Games Jakarta-Palembang

Tentu kalian tahu tentang Asian Games. Perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini yang digelar setiap 4 tahun sekali ini akan dilaksanakan di Indonesia tahun depan, dengan tentunya dengan berbagai cabang olahraga.

Baca Juga

Asian Games 2018 akan menjadikan Indonesia, tepatnya Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah bagi seluruh negara Asia untuk menunjukkan kebolehannya dalam berbagai cabang olahraga. Yang cukup mengejutkan adalah penambahan satu cabang baru: eSport!

Lembaga olahraga olimpiade Asia, Olympic Council of Asia mengumumkan hal tersebut dalam rilis di laman resmi mereka. Cabang eSport akan mulai aktif diperkenalkan semenjak helatan 5th Asian Indoor and Martial Art Games (5th AIMAG) yang akan berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan pada bulan September nanti. Hal ini diputuskan dalam pertemuan OAC pada 17 April 2017 lalu.

Cabang eSport di 5th AIMAG nanti akan berupa cabang olahraga demonstrasi, belum sebagai cabang olahraga yang memperebutkan medali. Setelah di 5th AIMAG, cabang eSport juga akan diselenggarakan di 18th Asian Games Jakarta-Palembang, juga sebagai olahraga demonstrasi. Di gelaran Asian Games berikutnya yaitu 19th Asian Games Hangzhou tahun 2022, barulah eSport menjadi cabang olahraga yang akan memperebutkan medali.

Pembukaan cabang olahraga baru ini diinisiasi oleh OAC dan juga Alisports, bagian dari Alibaba Sports Group yang berasal dari perusahaan e-Commerce raksasa asal Tiongkok, Alibaba. Alibaba Sports Group ini jugalah yang akan mengurus secara resmi cabang baru ini di AIMAG dan Asian Games nanti. Kategori eSport di AIMAG dan Asian Games sendiri diproyeksikan mempertandingkan tiga cabang, yaitu FIFA 2017, game bertipe MOBA (Dota 2 atau LoL), dan game bertipe RTS (kemungkinan besar Starcraft 2).

Adanya cabang baru ini disebutkan sebagai bentuk pengakomodasian dari pesatnya perkembangan eSport di dunia, terutama di Asia. Popularitas yang tinggi di kalangan muda juga membuat eSport akan menjadi cabang yang akan selalu dinantikan di berbagai perhelatan AIMAG maupun Asian Games ke depannya.

Secara tidak langsung, Indonesia akan menjadi salah satu tempat yang menjadi penyelenggara pertama cabang eSport di Asian Games, karena 18th Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Tentu akan menjadi satu hal yang dipenuhi dengan antusiasme dari diri kita sendiri karena penggemar berbagai macam cabang eSport di Indonesia yang sangat banyak jumlahnya.

Namun pertanyaan besar pun muncul – apakah Indonesia siap? Siap menjadi penyelenggara salah satu cabang yang pasti akan disoroti? Pertanyaan tersebut tentunya bukan sekedar pertanyaan belaka, mengingat rekam jejak yang mungkin bisa dikatakan kurang baik dan juga belum penuhnya kepercayaan publik internasional mengenai kesiapan Indonesia.

Salah satu barometer terbaru yang mungkin akan menjadi pengaruh terbesar dalam penilaian adalah penyelenggaraan IeSF 8th Esports World Championship yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta pada tahun lalu. Berbagai masalah mengenai infrastruktur dan elemen penting dalam penyelenggaraan turnamen eSport menjadi nilai minus yang besar.

4 Pelajaran Mahal yang Bisa Dipetik dari Acara IeSF eSport World Championship 2016 Jakarta!

Di balik heboh-heboh IeSF World Championship 2016 Jakarta, ternyata ada banyak kegagalan teknis yang bisa dipetik untuk jadi evaluasi. Berikut beberapa di antaranya
Baca Juga

Turnamen yang merupakan hasil turun tangan langsung International e-Sports Federation (IeSF) ini seakan menjadi bulan-bulanan bagi para peserta dan pecinta esport, dari Indonesia maupun dunia. Hal ini bahkan sampai berujung kepada pengunduran Presiden Indonesia e-Sports Association (IeSPA) dari Board Member IeSF.

Event IeSF Memakan Korban, Presiden IeSPA Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatannya di IeSF!

Sebulan setelah penyelenggaraan IeSF 8th Esports World Championship, Eddy Lim mengundurkan diri dari jabatannya di IeSF. Apa gerangan?
Baca Juga

Meski dengan rekam jejak yang tidak terlalu baik, penyelenggaraan cabang eSport di 18th Asian Games 2018 berpotensi untuk “memperbaiki” citra sekaligus menjadi pembelajaran yang sangat bagus untuk penyelenggaraan ajang eSport lainnya di Indonesia nantinya. Apalagi, cabang eSport di 18th Asian Games 2018 akan ditangani langsung oleh Alisports yang sudah pernah menyelenggarakan World Electronic Sport Games (WESG) di tahun lalu.

Ini yang Paling Membanggakan dari IeSF eSport World Championship 2016!

Indonesia terpilih sebagai tuan rumah piala dunia eSport saja sudah bikin bangga! Hal lain apa lagi yang buat IeSF eSports WC membanggakan? Simak di sini!
Baca Juga

Kalau soal keikutsertaan Indonesia sebagai peserta di cabang eSport, tentunya itu kembali ke performa dari para pemain yang sedang aktif saat ini. Melihat dari tiga cabang eSport yang dipertandingkan, Indonesia memang belum menunjukkan taji yang besar, bahkan di tingkat Asia Tenggara sekalipun.

Meski mungkin tidak diunggulkan nantinya, apalagi dengan kehadiran raksasa berbagai cabang eSport seperti Korea Selatan dan China, bukan berarti Indonesia tidak berpotensi menunjukkan taringnya di kategori eSport. Motivasi sebagai tim nasional, ditambah status yang mungkin “tidak terlihat”, memungkinkan Indonesia menjadi kuda hitam di kategori ini.

Terlepas dari segala hal mengenai kesiapan Indonesia, masuknya eSport sebagai cabang yang akan dipertandingkan di AIMAG dan Asian Games bersama dengan cabang olahraga lainnya menjadi hal yang menggembirakan bagi para pecinta permainan digital. Bagaimana tanggapan kamu?

Diedit oleh Febrianto Nur Anwari


SHARE
Previous article10 Game Star Wars Terbaik Sepanjang Masa yang Harus Kamu Mainkan
Next article10 Alasan Xiaomi Mi6 Lebih Baik dari iPhone 7 (Bahkan Galaxy S8), yang Harganya 2x Lebih Mahal
e-Sports Enthusiast, Game Connoisseurs. Penikmat berbagai macam genre game, terutama yang berupa RPG – online maupun offline. Keranjingan juga dengan beberapa arcade game bertipe Ryhthm Game, juga pemain-yang-lebih-cocok-jadi-pelatih/manager di berbagai game dengan genre MOBA dan RTS. Bisa menguras emosi bagi setiap lawan (dan kawan) dalam berbagai macam Boardgames.