Selamat! Inilah 10 Game Wakil Indonesia dalam Indie Prize Casual Connect Asia 2017!

indie prize casual connect asia 2017

Jumlahnya meningkat tajam dari tahun 2016 lalu, berikut 9 game yang akan mewakili Indonesia dalam gelaran Indie Prize Casual Connect Asia 2017 mendatang!

Setiap tahun, Indie Prize yang digelar bersamaan dengan Casual Connect Asia selalu diramaikan dengan kehadiran developer game indie Indonesia. Bukan hanya sekadar memamerkan game dan menjalin hubungan dengan developer internasional, melainkan juga kerap kali pulang membawa gelar. Contohnya saja, tiga tahun lalu ada Mintsphere dan Toge Productions, serta dua tahun lalu ada nama Kidalang yang menyabet gelar di ajang tersebut.

Baca Juga

Namun sayang, estafet merebut gelar gagal dipertahankan tahun lalu. Baik Gamechanger Studio, Agate Studio maupun Joyseed Gametribe belum bisa membawa pulang gelar di Indie Prize 2016 lalu.

Bagaimana dengan tahun ini? Kans untuk membawa pulang gelar kembali terbuka lebar, karena tahun ini total ada 9 game yang akan menjadi wakil Indonesia di ajang tahunan tersebut! Kesembilan game ini akan bersaing dengan puluhan game dari seluruh dunia dalam ajang Indie Prize Casual Connect Asia 2017 yang akan digelar pada tanggal 16 sampai 18 Mei 2017 besok di Singapura. Siapa saja mereka?

1

Rage in Peace (Rolling Glory Jam-PC)

Rage in Peace mengusung genre action side-scrolling dimana kamu harus membantu Timmy untuk menghindari insiden demi insiden yang bisa merenggut nyawanya dengan cara tragis. Yang menarik, kamu tidak pernah tahu insiden apa yang menantimu selanjutnya. Jadi, refleks tanganmu akan sangat diuji di sini.

Dan juga, tidak ada kata game over, karena dengan Timmy tewas mengenaskan, kamu bisa tahu insiden apa yang menantimu. Kamu pun bisa waspada dan menghindari insiden tersebut saat Timmy “hidup kembali”. Tugasmu pun cukup simpel. Kamu hanya perlu lari, berhenti, atau melompat untuk menghindari insiden-insiden ini.

2

Legrand Legacy (Semisoft Studio-PC)

Legrand Legacy mengusung nuansa JRPG klasik ala JRPG era 90-an seperti The Legend of Dragoon, Final Fantasy dan Suikoden. Legrand Legacy menggunakan gaya grafis kombinasi antara 3D dan 2,5D yang terlihat di seluruh aspek gameplay dan juga eksplorasi dunianya. Karena terinspirasi dari beberapa JRPG klasik era 90-an, maka sistem pertarungan dalam Legrand Legacy mengusung sistem turn based dengan elemen Quick Time Event yang mereka sebut dengan ACT (Action Circle Tempo).

Legrand Legacy juga menyisipkan banyak fitur menarik, termasuk beberapa fitur yang jamak ditemui di JRPG, seperti Magic System (yang dalam game ini disebut dengan Grimoire), sistem leveling mirip game MMO dimana kamu bisa memilih atribut mana yang ingin ditingkatkan, crafting, hingga eksplorasi kota dan dungeon.

3

Azure Saga: Pathfinder (Masshive Media-PC)


Bisa dibilang, Azure Saga: Pathfinder ini merupakan kombinasi antara RPG Barat dengan Timur. Disebut kombinasi barat dan timur karena RPG dengan sudut pandang isometrik ini menggabungkan elemen unggulan dari dua genre beda “dunia” ini. Elemen RPG barat terlihat dari berbagai desain dunia, sistem quest, gaya grafis serta kisah dalam game ini sendiri. Sedangkan elemen RPG timur terlihat dari sistem pertarungannya yang menggunakan sistem turn based, sistem skill dan kustomisasi karakternya.

Fitur lain yang ditawarkan dalam Azure Saga adalah sistem equipment yang disebut dengan Socket System. Melalui fitur ini ada lebih dari 20 gem dengan efek berbeda yang bisa kamu colokkan ke equipment-mu. Masing-masing gem memberikan efek berbeda kepada karakter, dan membantu membentuk gaya karakter untuk menyesuaikan dengan gaya bermainmu.

4

Zombo Buster Rising (Firebeast Studio-PC)

Game ini menawarkan gameplay defense shooter, dimana kamu harus mengatur strategi untuk menghadapi zombie-zombie yang datang dari arah kanan. Kamu harus menjaga agar zombie-zombie tersebut tidak akan menembus pertahananmu, dan membuatmu kalah. Ada lebih dari 30 level yang bisa kamu mainkan dalam versi mobile ini, yang tentunya semakin tinggi level akan semakin menantang.

Jika tidak puas dengan tantangan 30 level yang tersedia, kamu juga bisa memainkan mode survival dimana kamu akan ditantang untuk selama mungkin bertahan dalam menghadapi zombie-zombie yang berdatangan. Untuk melawan zombie, ada banyak senjata yang bisa kamu gunakan. Senjata ini bisa kamu upgrade agar menjadi lebih kuat. Kamu juga bisa meng-upgrade karakter utama dan juga serangan spesial yang bisa kamu keluarkan.

5

SHE and the Light Bearer (Mojiken Studio)-PC

SHE and The Light Bearer mengusung genre visual novel dengan balutan art cantik dan musik yang asyik didengar. Visual novel ini sendiri mengisahkan tentang seekor kunang-kunang yang menjelajah hutan untuk mencari sosok bernama Ibu. Karena langit sedang mengancam maka orang-orang di permukaan bumi membutuhkan sosok untuk menyelamatkan mereka, yaitu sosok yang dipanggil Ibu tersebut.

Seperti tipikal visual novel, fokus utama dari game ini adalah cerita yang dalam dan grafisnya yang cantik serta memiliki ciri khas tersendiri. Game ini sendiri merupakan kelanjutan dari game She Who Once Was Lost yang dibuat oleh Mojiken Studio saat MojikenCamp dua tahun lalu.

Mengintip Aktivitas Developer Indonesia Peserta Indie Prize Casual Connect Asia 2016!

Meskipun hanya empat studio yang jadi peserta Indie Prize Showcase, namun developer Indonesia yang menghadiri Casual Connect Asia 2016 ternyata banyak!
Baca Juga

Apa lagi empat game lainnya? Simak di halaman 2 ya!