Review Guardians of the Galaxy 2 – Film Marvel dengan Ending yang Sangat Kuat

Tokoh Guardians of the Galaxy 2

Walau paruh pertamanya terasa kurang oke, film yang satu ini memiliki klimaks dan ending memikat. Lengkapnya baca saja review Guardians of the Galaxy 2 ini!

Baca Juga

Review Guardians of the Galaxy 2 ini bebas dari spoiler. Walau bagian paling kuat dari film ini adalah endingnya, penulis tidak akan memberi bocoran eksplisit yang bisa mengganggu kenikmatan menonton.

Jadi untuk yang masih ragu ingin nonton atau tidak, silakan lanjut saja baca review Guardians of the Galaxy 2 ini.

Sinopsis

Bukan Bercanda, Adegan Post-Credits Guardians of the Galaxy 2 Ada Lima! Ini Pembahasannya!

Ternyata bukan bercanda. Adegan post-credits Guardians of the Galaxy 2 ada lima! Inilah pembahasan lengkapnya untuk yang penasaran!
Baca Juga

Satu misteri yang belum terjawab di Guardians of the Galaxy adalah sebetulnya siapa ayah Star-Lord. Seperti yang tersaji di media promo, Peter Quill akhirnya menemukan sosok yang ia cari waktu ia masih kecil dulu. Tapi apakah reuni ayah dan anak ini akan berjalan baik?

Di komik, Yondu Udonta adalah pahlawan. Anggota dari tim Guardians tahun 1969 dulu. Namun di film pertama dia adalah bandit yang sempat merepotkan Star-Lord di paruh-paruh awal film.

Sejak kejadian di Xandar, Yondu sepertinya sudah lebih melunak. Tapi bagaimana reaksi kelompok banditnya menanggapi perubahan sikap Yondu ini?

Lalu bagaimana dengan Nebula, yang masih memiliki urusan yang belum selesai dengan Gamora?

Masing-masing anggota Guardians memiliki masalah sendiri. Dan itu diperparah dengan dendam dari Ayesha, pemimpin planet Sovereign, yang mengincar kelompok ini karena kesalahan salah satu anggotanya.

Paruh Pertama yang Terasa Seperti Episode Filler

trailer 3 guardians of the galaxy 2


Jujur, penulis tidak terkesan dengan paruh pertama Guardians of the Galaxy 2.

Jangan salah, bagian ini disajikan dengan seru. Komedi kocak bertebaran sejak awal film. Ada adegan pertempuran luar angkasa epik. Ada juga aksi-aksi heboh yang mengagumkan. Tapi ya, setidaknya bagi penulis, film ini sempat terasa sebagai filler semata. Kesempatan bagi James Gunn untuk mengembangkan karakterisasi para anggota Guardians sebelum Infinity War nanti.

Penyebabnya adalah pembangunan konfliknya. Di film pertama, Ronan sudah menjadi ancaman yang menakutkan sejak dia pertama muncul. Penonton sudah dibuat penasaran bagaimana Guardians dapat mencegah ambisi Ronan dan mengamankan Infinity Stone yang vital untuk rencana Kree gila itu.

Tidak demikian dengan GotG 2. Bagian awalnya tak terasa memiliki arah yang jelas. Antagonisnya pun tak terasa mengancam. Jadi, ya, kalau ini Naruto ini lebih terasa seperti episode filler yang dimasukkan setelah konflik besar.

Tapi anggapan penulis itu kurang tepat.

Paruh Kedua yang Sangat Kuat dengan Ending Epik

Begitu filmnya memasuki paruh kedua, Guardians of the Galaxy 2 berubah menjadi film yang sangat memikat dan istimewa. Konfliknya akhirnya tersaji lebih jelas. Sosok antagonisnya terasa sama mengancamnya dengan Ronan, dengan motivasi yang bahkan lebih kompleks dari si Kree gila.

Sutradara James Gunn juga membuktikan kepiawaiannya di sini. Kejadian-kejadian di paruh pertama yang awalnya terasa filler justru menambah dimensi cerita untuk paruh kedua.

Selain itu, setelah pembukaan yang terasa lebih ringan dari GotG 1, penulis benar-benar terkejut dengan kekuatan ending film ini. Biasanya ending film superhero modern sengaja dibuat terbuka, atau merupakan cliffhanger untuk disambungkan ke film lain. Tidak demikian halnya dengan GotG 2.

Sejak awal, konflik film ini sudah berdiri sendiri, tak memikirkan Infinity War dan film-film lain. James Gunn jadi mampu menyajikan kisah dengan akhir yang sangat kuat dan emosional. Mungkin ada beberapa dari penonton yang akan menangis setelah menyaksikannya.

Seperti apa? Ya silakan tonton saja filmnya. GotG 2 sudah tayang sejak Rabu 26 April 2017 di Indonesia.


 

Untuk lanjutan review Guardians of the Galaxy 2, kamu bisa membuka halaman berikutnya!

1
2
REVIEW OVERVIEW
Skor Film
80 %

SHARE
Previous articleInilah 8 Jutsu Terkuat Klan Uzumaki! Jutsu Manakah yang Paling Dahsyat?
Next articleKonsep Stand Dijelaskan dalam Trailer Live-Action Jojo’s Bizarre Adventure!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.