Memahami Konflik Marley dan Eldia, Akar dari Pertempuran Akhir Attack on Titan

pertempuran akhir attack on titan

Kecuali ada twist, pertempuran akhir Attack on Titan berhubungan dengan konflik Marley dan Eldia. Masih bingung sejarah dua kaum ini? Ini pembahasannya!

Baca Juga

Sayangnya, kemungkinan akar pertempuran akhir Attack on Titan ini belum dibahas di animenya. Bahkan tidak diketahui apakah Marley dan Eldia sudah akan disebut-sebut di season 2 yang baru tayang ini.

Karenanya, untuk kamu-kamu yang belum mengikuti manga Attack on Titan hingga bab terbaru, hati-hati spoiler. Untuk yang memang sudah baca dan masih bingung, atau memang tidak keberatan terkena bocoran, coba lanjut saja.

SPOILER ALERT!!!

shingeki no kyojin jepang kekurangan animator

1

Apa Sih Marley dan Eldia?

 


Awalnya sih pertempuran akhir Attack on Titan terlihat sederhana. Yang diketahui pembaca adalah Eren, Mikasa, dan teman-temannya adalah yang tersisa dari umat manusia. Musuh mereka adalah para Titan, makhluk perkasa berukuran masif yang tidak punya hati nurani. Jadi cerita ini pasti akan berakhir dengan dibantainya seluruh Titan, bukan?

Ternyata tidak. Setelah Eren sukses masuk ke rubanah rumah lamanya, terungkap kalau sebetulnya dia bukanlah manusia terakhir di bumi. Bahkan sebetulnya di luar pulaunya peradaban dunia masih berjalan normal, dengan kondisi teknologi seperti di Perang Dunia II.

Marley adalah sebuah negara digdaya. Tapi sekitar 1800 tahun lalu, kejayaan mereka terancam karena ulah Ymir Fritz.

Bukan, dia bukan Ymir yang anggota Recon Corps itu. Ymir Fritz ini adalah pemilik pertama kekuatan titan. Saat Ymir wafat, jiwanya dikatakan terbagi jadi sembilan. Sembilan Titan Shifter ini lalu membentuk Kekaisaran Eldia.

Dimotori oleh kekuatan Titan, Marley tidak berdaya menghadapi gempuran ini. Kekaisaran Eldia pun menjelma menjadi negeri adidaya baru yang menguasai seluruh benua. Para aristokrat baru ini juga ternyata kejam, karena mereka sampai melakukan pemusnahan kaum dan pemerkosaan terhadap kaum-kaum non-Eldia yang dianggap inferior.

2

Runtuhnya Dinasti Eldia

Benarkah Kekuatan Charlotte Katakuri di One Piece Merupakan Buah Iblis Logia?

Kekuatan buah iblis Charlotte Katakuri sudah terungkap. Tapi benarkah kekuatannya ini berjenis Logia, padahal sifatnya lebih mirip Paramecia?
Baca Juga

Akar dari keruntuhan Eldia adalah Raja Fritz ke-145. Alih-alih mempertahankan kekuasaan yang sudah susah payah dibangun leluhurnya, dan dipertahankan hingga 1700 tahun, Raja Fritz memutuskan pindah ke Pulau Paradis bersama keluarganya. Padahal Pulau Paradis sendiri terpencil, jadi urusan logistik dan komunikasi pasti terganggu.

Efeknya pun cepat. Memanfaatkan absennya pemimpin, Marley pun memberontak dari penjajahan Eldia. Tak tanggung-tanggung, mereka sukses memperoleh tujuh dari sembilan jiwa Ymir. Dengan tujuh Titan ini di sisi mereka, Marley pun balik berkuasa.

Satu-satunya daerah Eldia yang tidak dikuasai oleh Marley hanya Pulau Paradis saja. Raja Fritz mendirikan tembok tinggi dari kumpulan Colossal Titan untuk mempersulit para penyerbu. Tak hanya itu, Raja Fritz juga memberi ultimatum: bila Marley ingin melanjutkan perang, maka para Colossal Titan di dalam tembok akan dilepaskan untuk menyerang balik.

Perang pun berakhir. Raja Fritz dan dinastinya masih hidup dengan relatif damai. Tapi kaum Eldia yang terjebak di benua utama diperlakukan seperti kaum Yahudi di Jerman. Mereka harus mengenakan penanda khusus, hidup di kawasan kumuh, dan biasanya harus menderita serta dianiaya para Marley.

Tapi dari reaksi negara musuh di bab terbaru Attack on Titan, bukan hanya Marley saja yang masih menaruh dendam kepada kaum Eldia. Negara-negara lain pun demikian.


Itulah garis besar akar pertempuran akhir Attack on Titan, yang diduga melibatkan kaum Marley dan sisa-sisa Eldia. Masih penasaran? Kamu bisa membaca lanjutannya di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous article5 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Call of Duty: WWII!
Next article6 Facebook Page Random yang Harus Kamu Follow Biar Makin Gak Jelas
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.