Pembahasan Dragon Ball Super 94: Kebangkitan Kembali Golden Frieza

Sebetulnya sih episode ini tergolong masih filler. Namun kebangkitan Frieza dan reuni Android No. 18 dan No. 17 membuat episode ini tetap menarik diikuti!

3

Jabat Tangan Android 17 dan Piccolo

Saat Android 17 dan Piccolo bertemu, ada ketegangan di antara mereka. 17 menyingsingkan lengan dan Piccolo melepas serban, seakan siap untuk bertarung.

Ingatan penulis terhadap interaksi mereka sebelum ini agak kabur. Tapi di canon utama Dragon Ball, salah satu momen terheboh Piccolo adalah saat dia bertarung seru dengan 17 di Cell Saga. Pertarungan itu sendiri lalu diinterupsi oleh Cell. Tampaknya percikan konflik dalam konfrontasi mereka kali ini adalah sisa dari duel di masa lalu tersebut.

Yang mengejutkan, alih-alih bertarung Piccolo malah menawarkan jabat tangan ke 17, yang menerimanya.


CONTINUE READING BELOW

Pembahasan Manga Attack on Titan 94: Kisah Sedih di Balik Armored Titan

Manga Attack on Titan 94 menyorot lebih dalam sosok di balik Armored Titan. Siapa sangka makhluk ini menyimpan banyak tragedi?


Sebelum ini, Gohan sang kapten tim mencoba menyampaikan kalau kerja sama akan sangat penting di turnamen. Vegeta mengabaikan itu dan menegaskan kerja sama tidak perlu kalau ia bisa menamatkan semua musuh sendirian. Itu sikap khas Vegeta yang rasanya tidak akan pernah hilang.

Namun saat Piccolo memutuskan menjabat tangan 17, makhluk keturunan Namek ini menegaskan ia mendukung Gohan. Bahkan tanpa kata-kata langsung pun sekali lagi Piccolo menunjukkan kalau sebagai figur ayah untuk Gohan, dia bahkan lebih baik dari Goku yang merupakan ayah kandung Gohan.

4

Kebangkitan Kembali Golden Frieza

Dragon Ball Super 94 - Golden Frieza

Setelah negosiasi di episode sebelumnya, akhirnya Frieza kembali datang ke dunia. Setidaknya untuk jangka waktu 24 jam saja, kecuali Universe 7 bisa menang.

Walau situasi memaksa mereka untuk bersatu, jelas Frieza dan Goku sebenarnya saling membenci satu sama lain. Frieza yang merupakan penjahat sejati menunjukkan ini dengan meninju perut Goku. Serangan itu sakit, terbukti dari reaksi Goku.

Tak mau kalah, Goku lalu balas meninju Frieza. Kalau saja tidak ada turnamen, mereka mungkin sudah akan bertarung habis-habisan saat itu juga.

Tapi ada kesempatan lain bagi Frieza untuk menyalurkan hasrat membunuhnya. Masih ingat rencana Universe 9? Mengingat Universe yang satu itu kekurangan petarung tangguh (terakhir terlihat mereka hanya memiliki Trio De Dangers) tak heran kalau mereka tidak bisa hanya mengirim satu-dua petarung saja. Ro dan Sidra mengirim satu pasukan pembunuh.

Di dunia nyata sih satu pasukan bisa dengan mudah mengatasi dua target. Masalahnya ini bukan dunia nyata. Ini adalah semestanya Dragon Ball. Dan target mereka adalah Frieza, yang sebelum ini sudah pernah memusnahkan planet Vegeta dengan luar biasa mudah. Para pasukan pembunuh ini terancam hanya akan di-bully oleh Frieza untuk melemaskan ototnya.

Frieza juga tidak main-main. Dia langsung membangkitkan wujud Golden Frieza untuk menghadapi penyerangnya.

Apakah Frieza akan menang mudah? Seharusnya sih demikian. Di preview episode 95 sih salah satu pembunuh bisa mengejutkan Frieza. Tapi Frieza toh memang sering terkejut, bahkan di Frieza Saga dulu. Tetap saja sulit untuk menyingkirkannya secara permanen.


 

Hanya memperlihatkan interaksi para karakter, dan bahkan belum menunjukkan pertarungan Frieza menghadapi pembunuh yang mengincarnya, Dragon Ball Super 94 memang terasa sebagai filler. Tapi momen seperti interaksi Android 17 dan 18 juga cara Goku dan Frieza saling menyapa membuat episode ini tetap menghibur untuk disaksikan.

Bagaimana menurutmu nasib Frieza, yang nekat melawan pasukan pembunuh yang mengincarnya? Sampaikan di kolom komentar!

 

Share this article

TENTANG PENULIS
fachrul_run

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.