Ups, Master Roshi Dragon Ball Super Kena Komplain ‘KPI”-nya Jepang karena Terlalu Mesum!

Master Roshi Dragon Ball Super pun tak lolos dari teguran “KPI”-nya Jepang. Yah, dari dulu Master Roshi memang sudah mesum, sih!

Dalam serial Dragon Ball, Master Roshi diperkenalkan sebagai sebuah petapa tangguh tetapi juga mesum. Memasuki serial Dragon Ball Super, karakternya dirinya ini sendiri tidak berubah banyak—bahkan bisa dibilang masih sama: tetap mesum. Kemesuman dari sang guru beladiri ini sebenarnya sudah menjadi hal lumrah bagi para penikmat serial Dragon Ball. Akan tetapi, sepertinya tingkah lakunya yang ditunjukkan akhir-akhir ini dirasa telah melewati batas—terutama oleh “KPI”-nya Jepang sana.

Baca Juga

Broadcasting Ethics and Program Improvement Organization (BPO) adalah sebuah kelompok yang mengawasi tayangan televisi milik Jepang. Bisa dibilang, BPO ini adalah KPI-nya orang Jepang. Nah, beberapa waktu yang lalu, BPO melayangkan sebuah surat komplain mengenai tingkah laku dari Master Roshi dalam Dragon Ball Super. Berikut ini adalah isi dari surat komplain tersebut:

“Dalam sebuah program animasi, ada beberapa adegan di mana seorang pria tua menyentuh tubuh gadis muda dan mengintip celana dalam tanpa izin. Adegan ini sangat tidak relevan dengan ceritanya. Aku biasanya menonton program ini dengan anakku setiap akhir minggu, tetapi adegan ini juga tidak patut untuk mereka tonton.”

Seperti komplain BPO lainnya, judul anime tidak disebutkan, tetapi waktu yang disebutkan mengacu pada waktu penanyangan Dragon Ball Super. Baru-baru ini, Dragon Ball Super menayangkan episode filler di mana Master Roshi berlaku kurang pantas terhadap seorang gadis muda bernama Yurin yang ingin menjadi murid dari Tien. Tentu saja, banyak kejadian klise ecchi yang ditampilkan jika Master Roshi bertemu dengan perempuan.


Ini bukan pertama kalinya BPO melayangkan komplain kepada anime karena “konten yang terlalu vulgar”. Sebelumnya, BPO juga pernah melayang komplain pada Nanatsu no Taizai, dan anime edgy berjudul Kuzu no Honkai, serta salah satu adegan di Gintama. Tidak hanya karena konten yang terlalu vulgar, BPO juga pernah melayangkan komplain karena hal lain. Misalnya saja seperti Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphan karena kekerasan berlebih. Bahkan game Pokemon Go juga pernah kena komplain karena pemain bisa memberikan nama pokemon mereka dengan bebas (tidak pantas).

Yah, terkadang KPI-nya Jepang juga sama lebaynya seperti KPI Indonesia. Haha.

Sumber: Yaraon


SHARE
Previous articleAnime Fate/Apocrypha Memperlihatkan Trailer Terbaru dan Mengumumkan Tanggal Tayang!
Next articleTeaser No Game No Life: Zero Terbaru Perlihatkan Perang Besar!

Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya).

Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.