Review Film The Mummy: Sebuah Pembukaan yang Tak Bisa Berdiri Sendiri

Film The Mummy yang menjadi pembuka Dark Universe tampaknya harus menjadi tumbal dari pihak Universal untuk mengetes seberapa laku Dark Universe di tengah pangsa dunia yang kini sedang dikuasai MCU dan DCEU.

Baca Juga

Akhirnya Dark Universe Cinematic Universe (DUCU) resmi dibuka dengan peluncuran film pertamanya The Mummy pada tanggal 9 Juni 2017. Sayangnya, Rotten Tomatoes sudah melabelinya dengan rating 17%. Hal itu diduga akibat pihak Universal yang terlalu menganakemaskan Dark Universe itu sendiri.

Seperti yang kita ketahui, dalam sebuah pembangunan cinematic universe yang ideal, hendaknya pengenalan universe jangan sampai mengganggu jalannya film itu sendiri. Hal itu mungkin sampai tak terpikirkan oleh Universal yang terlihat begitu ambius dan kentara sekali berusaha keras untuk mempromosikan “Dark Universe”.

Banyaknya karakter monster klasik seperti Dracula, Frankenstein, Invisible Man, Werewolf, dan lain-lain diposisikan menjadi sebuah kesatuan sinematis yang saling berkaitan satu sama lain semacam The Avengers atau Justice League.

Semua hal pun dilakukan demi menegakkan Dark Universe. Mulai dari memperkenalkan para aktor yang sudah dikontrak untuk memerankan para monster dalam film-filmnya nanti, me-reboot film lama dengan formula baru dan juga memasukkan berbagai eksposisi ke dalam suatu film untuk mengisyaratkan keberadaan sebuah sekuel yang harus ditunggu.

Bisa dibilang, pihak Universal sangat peduli dan begitu antusiasnya dalam mempromosikan karya terbarunya. Namun sayangnya hal itu tentu saja berefek negatif pada filmnya nanti. Hal itu sudah terbukti dari rating yang diberikan Rotten Tomatoes dan IMDb yang memberi rating buruk pada film ini.

Apakah film ini masih layak untuk ditonton? Baca saja review The Mummy di bawah ini.

Sinopsis

Untuk sinopsis reboot The Mummy, diceritakan tentang kisah seorang tentara bernama Nick Morton (Tom Cruise), yang seharusnya menjalankan misi untuk menemukan sekelompok teroris yang bersembunyi di sebuah perkampungan yang berada di sebuah gurun di Irak.

Alih-alih menjalankan perintah layaknya tentara, Nick dan temannya justru malah asyik mencari sebuah lokasi di mana sebuah harta karun legendaris terpendam. Secara tak sengaja mereka menemukan sebuah goa dan memasuki lorong tersebut. Rupanya jalan tersebut menuntun Nick dan temannya ke sebuah makam tua yang telah berusia ribuan tahun.

Mereka membawa peti tersebut untuk diteliti. Dan tanpa Nick sadari, ia telah membangunkan Ahmanet, putri raja yang telah mengikat kontrak dengan Seth, Dewa Kematian Mesir dan menjadi tumbal demi kebangkitan sang iblis yang menguasai kematian.

Aksi yang Memukauthe mummy

Bisa dibilang, The Mummy memiliki kelebihan menonjol di bidang aksi. Dibintangi oleh Tom Cruise yang telah malang-melintang di dunia film yang penuh adu fisik dan tembakan, membuat film ini mampu memukau dari segi koreografi pertarungan. Atmosfer perang Timur Tengah pada awal cerita membuat kesan tendensi sang tokoh dalam pertarungan terasa hidup.

Baku hantam yang intens ditambah efek visual yang menakjubkan membuat mata penonton tak berkedip setiap menikmati adegan yang disajikan. Dari aspek ini, Tom Cruise benar-benar sukses menjadi pusat sorotan dari awal sampai akhir film.

Ketegangannya juga lumayan terbangun dengan baik. Momen-momen saat Ahmanet mengejar Nick benar-benar membuat adrenalin benar-benar naik. Terutama saat dihadapkan pada kenyataan bahwa she is unstoppable!


Ada banyak aspek yang harus dipikirkan sebelum nonton film ini. Klik halaman selanjutnya!

1
2
3
REVIEW OVERVIEW
Mummy's Score
35 %

SHARE
Previous articleTanggal Rilis Ni No Kuni 2 Terungkap, Hadirkan Pertarungan Penuh Aksi!
Next articlePembahasan Manga One Piece 869: Akhirnya Keluarga Vinsmoke Beraksi!

Guess what?