Pembahasan Dragon Ball Super 98: Musnahnya Satu Semesta di Tournament of Power

chapter terbaru dragon ball super goku hakai super saiyan blue

Secara mengejutkan satu semesta musnah di Dragon Ball Super 98. Semesta mana yang bernasib apes ini? Baca pembahasannya di sini!

Baca Juga

Pembahasan Dragon Ball Super 98 ini tentunya akan mengupas kejadian-kejadian penting di episodenya. Bocoran yang tersaji di sini mungkin bisa mengganggu pembaca yang belum sempat menonton. Jadi kalau kamu belum menyaksikan episodenya, disarankan untuk jangan lanjut membaca dulu.

Pembahasan Dragon Ball Super 97: Turnamen Dimulai dengan Sangat Seru dan Heboh!

Tournament of Power resmi dimulai di Dragon Ball Super 97. Setelah penantian lama, terbukti battle royal-nya Dragon Ball ini luar biasa seru!
Baca Juga

Tapi kalau kamu memang sudah menyaksikan episodenya dan ingin mengetahui apa ada detail yang terlewat, atau sudah penasaran dan tidak keberatan spoiler, silakan lanjut simak pembahasannya di bawah ini.

SPOILER ALERT!!!

1

Strategi Universe 9

Dragon Ball Super 98


Universe 9 dikatakan bahkan lebih lemah dari Universe 7, yang entah kenapa termasuk paling diremehkan. Bahkan cukup ajaib Sidra serta Ro dapat mengumpulkan petarung, mengingat mereka sempat diperlihatkan kesulitan menemukan pejuang yang tepat selain Trio De Dangers.

Jadi tak heran kalau mereka melupakan kode etik pertarungan dan memanfaatkan betul format battle royal dari Tournament of Power. Alih-alih Bergamo atau salah satu Trio De Dangers bertarung satu lawan satu, mereka serentak mengincar Goku yang baru saja hampir dieliminasi oleh Nink.

Kalau Goku menggunakan Super Saiyan Blue, mungkin dia bisa mengatasi sendiri masalah ini. Namun ia masih harus menyimpan kekuatan, karena masih ada musuh seperti Jiren dan Hit yang harus dilawan nanti, dan Senzu Bean dilarang digunakan.

Tak heran, Goku pun akhirnya sempat didesak habis-habisan oleh gabungan kekuatan Universe 9.

Vegeta lalu mencoba menolong Goku. Tiba-tiba, Goku dan Vegeta tampaknya akan melakukan strategi teamwork yang telah ditentukan sebelumnya.

Sayangnya, ya, ini Vegeta. Dia mungkin sudah melunak jauh sejak dia meledakkan diri di Buu Saga. Tapi secara karakter dia masih sama angkuh dan suka bertarung sendiri seperti sosoknya dulu. Akhirnya, ketimbang dua rekan yang bahu membahu, Vegeta dan Goku pada dasarnya hanya bertarung sendiri-sendiri.

2

Muncul Kesempatan Tak Terduga

Koordinasi Universe 9 sudah sangat bagus. Namun yang mereka lawan tetap Goku dan Vegeta, dua petarung terkuat Universe 7. Satu kesalahan saja bisa berujung fatal untuk mereka.

Kesempatan Universe 7 di Dragon Ball Super 98 ini justru datang saat Vegeta tampak terdesak. Begitu lengan Vegeta dibekukan oleh nafas es Hyssop, Hop dan Lavender bernafsu untuk menghabisinya saat itu juga. Berhubung bagian tubuh Vegeta yang beku adalah lengannya, bukan kakinya, Vegeta pun dapat mengelak dengan sangat mudah.

Vegeta juga menghindar dalam momen yang benar-benar pas, sehingga Hop tak sempat menghentikan cakarannya. Akhirnya Hop malah melukai Lavender, yang hingga sejauh ini mampu beraksi begitu baik menghadapi Goku maupun Vegeta.

Di momen inilah Goku dan Vegeta memutuskan untuk serius. Goku langsung mengeluarkan Super Saiyan 1 dan mengeliminasi Cheppil dan Comfrey. Tubuh Cheppil yang sekuat besi mungkin sulit untuk dilukai oleh Goku dalam wujud normal, namun ledakan Ki dari Super Saiya membuat ia tak berdaya.

Vegeta tak mau kalah. Dia lalu mengeliminasi Hyssop dan Oregano, membuang lebih banyak petarung Universe 9.


 

Jadi, Universe 7 berbalik unggul. Bagaimana sepak terjang Universe 9 yang lain? Simak lanjutan pembahasan Dragon Ball Super 98 ini di halaman dua!

1
2

SHARE
Previous articleTales of the Rays Menjadi RPG Keren Ala Tales Untuk Android dan iOS!
Next articlePetualangan Hearthstone Baru Akan Jelajahi Dinginnya Frozen Throne
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.