Pembahasan Fate/Apocrypha Episode 2: Perkenalan Para Servant di Kedua Kubu!

Fate Apocrypha Episode 2

Fate Apocrypha episode 2 menampilkan hampir semua Servant. Yang manakah yang paling menjadi sorotan utama di episode ini?

Baca Juga

Memasuki episode kedua, setiap karakter semakin diperlihatkan dan alur cerita utama juga makin diperjelas. Di episode ini, banyak kejadian menarik yang terjadi, terutama antara hubungan Master dengan Servant mereka.

Tidak hanya hubungan antara Master dengan Servant, beberapa Servant yang berpengaruh pun mulai menunjukan dirinya, seperti Ruler yang sudah mulai diperlihatkan sejak episode awal.

Apa saja poin-poin menarik yang disajikan dalam Fate Apocrypha episode 2? Simak pembahasannya berikut ini.

1

Sejarah Kematian Jeanne d'Arc

Fate Apocrypha Episode 2


Jeanne d’Arc yang memiliki class Ruler di dalam serial ini dipanggil kembali dan ditugaskan untuk menjadi pengawas jalannya Great Holy Grail Wars. Pada awal Fate Apocrypha episode 2, diperlihatkan bagaimana seorang Jeanne d’Arc menemui ajalnya.

Berdasarkan sejarah, Jeanne d’Arc adalah pejuang wanita dari Perancis yang -katanya- dipilih langsung Tuhan. Namun sayang dia harus menemui akhir yang tragis, yaitu mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Dalam kisah Fate, nasib Jeanne d’Arc tentu sama.

Di awal episode ini, dia menjelaskan bahwa dirinya dipanggil kembali ke dunia ini untuk memenuhi sebuah tugas. Tugas ini belum diceritakan dengan jelas, namun di akhir episode, Jeanne d’Arc yang dijuluki Orang Suci ini ternyata adalah Servant bertipe Ruler.

2

Perkenalan Servant Kubu Hitam

Fate Apocrypha Episode 2

Setelah opening song selesai yang dibawakan oleh Egoist dengan lagunya Eiyuu Unmei no Uta, episode ini berlanjut pada perkenalan para Servant dari Kubu Hitam. Di sini, keempat Servant yang baru saja di-summon saling mencoba mengenal satu sama lain. Hal ini karena Astolfo, Rider dari Kubu Hitam yang memulai pembicaraan.

Rider atau Astolfo ingin berkenalan dengan Servant lain dari Kubu Hitam, tentu dengan alasan karena mereka ada dalam tim yang sama. Astolfo sendiri terlihat manis dan langsung jadi idola fan. Namun jangan tergoda dengannya, karena dia adalah laki-laki.

Servant lainnya dari Kubu Hitam yang ikut diperkenalkan adalah Archer dari Kubu Hitam. Dia adalah Chiron, manusia setengah kuda atau Centaur. Ada juga Berserker dari Kubu Hitam. Awalnya Berserker ini tidak mau memperkenalkan dirinya, tapi sang Master-lah yang memberitahukan namanya, yaitu Frankenstein, ciptaan Victor Frankenstein.

Saber awalnya terbawa suasana dan ingin memperkenalkan dirinya, namun sang Master, Gordes Musik Yggdimillenia melarangnya untuk memberitahukan informasi terkait Servantnya.

Dia juga mengatakan, meskipun mereka ada dalam kubu yang sama, bukan berarti mereka bisa dengan bebas membeberkan informasi. Pada akhirnya jika kubu mereka menang, maka mereka juga harus membunuh satu sama lain dalam Perang Cawan Suci.


3

Hubungan Antara Mordred dengan Artoria

Fate Apocrypha Episode 2

Mordred atau Saber dari Kubu Merah adalah putri dari Artoria Pendragon. Artoria adalah Saber dari serial Fate lain, yaitu di Fate/Stay Night dan Fate/Zero. Di sini Artoria adalah ayah dari Mordred.

Dalam episode ini, diperlihatkan bagaimana Mordred tidak terlalu menyukai Artoria, ayahnya sendiri. Alasannya tentu karena saat dia masih hidup, sang ayah bisa dibilang tidak menganggapnya sama sekali. Dia juga tidak suka dipanggil “wanita.”

Keinginannya untuk memenangkan Peperangan Cawan Suci pun bukan ingin menjadi Raja, namun dia hanya ingin mencoba mengambil pedang suci yang tertancap di batu, yaitu pedang Excalibur, milik sang ayah.


Satu Master dengan banyak Servant? Mungkinkah? Cek halaman berikutnya untuk lanjutan pembahasan Fate Apocrypha episode 2!