Impresi Awal: 3 Episode Pertama “Love And Lies”!

3 episode pertama love and lies

3 episode pertama Love and Lies membuat sebuah pondasi yang cukup kokoh untuk perkembangan ceritanya ke depan.

Alasan penulis menonton Love and Lies sebenarnya cukup cetek: karena salah satu karakter perempuannya mirip dengan Hanabi dalam Kuzu no Honkai. Tapi ternyata dengan premis yang menimbulkan banyak tanda tanya, 3 episode pertama Love and Lies kurang lebih mampu membuat penulis ingin menyaksikannya hingga selesai.

Baca Juga

Premis yang muncul dalam kisah ini adalah tentang bagaimana masyarakat di Jepang akan mendapatkan “jodoh” mereka saat ulang tahun ke-16. Disebut “jodoh” karena mereka ditentukan oleh pemerintah berdasarkan sebuah hitungan ilmiah, di mana mereka akan menghasilkan keturunan terbaik karena kecocokan gen dan semacamnya.

Pembahasan Boruto Episode 16: Upaya Denki untuk Naik Kelas

Boruto episode 16 hanya filler yang memperdalam karakter Denki dan Iwabe. Namun tetap ada yang menarik, seperti penampilan singkat Rock Lee!
Baca Juga

Sejak pertama melihat previewnya, penulis berspekulasi bahwa dinamis antara ketiga karakter sudah jelas: karakter pria beta, gadis yang ia suka sejak kecil, dan seorang gadis tsundere yang menjadi takdirnya—trope seperti ini bukanlah hal baru. Tapi ternyata, 3 episode pertama Love and Lies berhasil membuktikan bahwa penulis salah.

Dalam 3 episode pertama Love and Lies kita sudah mengetahui bahwa Nejima Yukari yang menjadi sosok lelaki beta jatuh cinta kepada Takasaki Misaki yang kebetulan juga menyukainya dari kecil. Tapi di episode 1, cerita mereka berdua kandas karena Yukari akhirnya mendapatkan “jodoh” yang telah dipilihkan oleh pemerintah.

Dan saat itu, muncullah…

Sanada Ririna, gadis yang dijodohkan dengan Yukari.

Impresi awal yang muncul ketika Ririna tampil dalam adegan perkenalannya adalah seorang gadis tsundere dengan rambut twintail pirang. Dan dalam adegan yang sama juga, citra tersebut dipatahkan dari caranya berinteraksi. Dalam 3 episode pertama Love and Lies juga kita belajar lebih banyak tentang Ririna dan perannya yang lebih sebagai cupid antara Misaki dan Nejima.

Keberadaan Ririna membuat dinamika antara karakter yang ada dalam 3 episode pertama Love and Lies menjadi lebih rumit dari seharusnya—dalam artian yang baik. Dengan begini, paling tidak Love and Lies berhasil mendobrak stigma kisah cinta segitiga kebanyakan.

Baru dua musim yang lalu, Kuzu no Honkai ditayangkan, jadi tidak mengherankan jika Love and Lies akan banyak dibandingkan dengan judul yang satu itu. Kesamaan plot dasar tentang kisah cinta remaja yang rumit merupakan tema yang diangkat keduanya.

Tapi, 3 episode pertama Love and Lies langsung menepis hal tersebut. Jika dalam Kuzu no Honkai kita diberikan sebuah kisah dengan banyak monolog internal, maka Love and Lies menyajikan banyak dialog antar karakter yang membuat kita bisa melihat seperti apa karakter mereka.


Meski begitu, ada satu adegan yang menurut saya tidak penting dari 3 episode pertama Love and Lies: adegan di UKS saat Ririna lupa mengenakan roknya. Sebuah fanservice yang bertujuan komedik, tapi malah membuat apa yang disampaikan dalam adegan tersebut terkesan kurang serius.

Impresi penulis terhadap 3 episode pertama Love and Lies bisa dirangkum dalam satu kata: menjanjikan. Jelas ada kisah yang cukup menarik tentang masa muda, romansa, dan yang terutama adalah pemberontakan terhadap norma. Dinamika antara karakter juga sudah terpapar jelas, tinggal bagaimana mereka membawa ceritanya.

Penulis paham bahwa pada akhirnya adaptasi ini mungkin hanya cara untuk mempromosikan manganya. Meski begitu, penulis amat berharap mereka mampu memberikan paling tidak penutup yang cocok untuk animenya di episode terakhir. Dan pasti, penulis akan mengikuti judul ini sampai selesai.

Diedit oleh Snow


Pameran komunitas game terbesar di Indonesia! Coba berbagai macam game dan dapatkan doorprize di GAME PRIME 2017, Balai Kartini, Jakarta, 29-30 Juli 2017. Info >>> http://www.gameprime.asia/pameran

REVIEW OVERVIEW
Episode 1
Episode 2
Episode 3

SHARE
Previous articleDari Jago Sulap sampai Main Game COC, Ini 5 Keahlian Presiden Jokowi yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Next articlePoster Avengers Infinity War SDCC 2017 Penuh Aksi dan Warna!
Penulis. Menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan menulis hanya karena hal tersebut asyik. Bisa dihubungi lewat twitter di twitter.com/radityadji. Sering juga foto-foto dan diunggah ke instagram di instagram.com/radityadji. Harusnya, bisa diajak ngobrol kok.