5 Hal yang Dikhawatirkan dari Live Action One Piece

hal yang dikhawatirkan dari live-action one piece

Ketika Eiichiro Oda mengumumkan karyanya akan diadaptasi ke dalam live-action, mungkin inilah hal yang dikhawatirkan dari live-action One Piece oleh penggemar.

Baca Juga

Seperti sudah kamu ketahui, serial TV One Piece versi Hollywood resmi akan diproduksi. Kabar mengejutkan ini langsung diumumkan oleh Eiichiro Oda, sang mangaka One Piece.

Bukannya antusias, para penggemar justru pesimis dengan kehadiran live-action One Piece. Tak heran mengingat banyaknya korban-korban animanga yang gagal ditangani dengan baik oleh Hollywood ketika diadaptasi menjadi live-action.

Mungkin inilah lima hal yang dikhawatirkan dari live-action One Piece.

1

Pemeran yang Dipilih


Siapa yang akan berperan sebagai Luffy? Apakah Sanji bakal sekeren yang ada di animanga-nya? Atau mungkinkah Chopper hadir di dunia nyata? Ya pertanyaan-pertanyaan seperti itu mungkin langsung terlintas di benakmu ketika mengetahui jika One Piece bakal diadaptasi menjadi live-action.

Seperti kebanyakan film live-action sebelumnya, pemilihan cast menjadi hal paling krusial. Dengan membawa aktor dan aktris yang dirasa cocok memerankan si karakter, akan menjadi sesuatu nilai tambah bagi penonton yang sudah terbiasa memahami si karakter di dalam animanga.

Tentu para penggemar berharap jika pemeran yang dipilih mampu membawa karakter animanga One Piece ke dunia nyata.

2

Alur Cerita

Hal yang Dikhawatrikan dari Live Action One Piece

Hal yang dikhawatirkan dari live-action One Piece selanjutnya adalah alur cerita. Jika kamu pernah menyaksikan live-action Attack on Titan, mungkin kamu akan sedikit trauma dengan masalah ini. Film pertamanya setidaknya masih mencoba mengikuti manga. Lalu datang film kedua, yang benar-benar menukik kacau dan disebut-sebut sebagai salah satu adaptasi animanga terjelek sepanjang masa.

Masih dari live-action Attack on Titan, karakterisasi di sana pun kacau. Mikasa, misalnya, dari salah satu perempuan paling badass dalam sejarah animanga seakan berubah menjadi karakter penderita. Kalau hal serupa terjadi pada tokoh seperti Zoro, Nami, Sanji, dan Robin, pasti para fan akan murka.

Sudah begitu, kisah One Piece sudah berlangsung selama dua dekade. Selama itu fan sudah melihat petualangan Luffy dan kawan-kawan dari East Blue, menembus Grand Line, lalu mencapai New World. Apakah cerita animanga One Piece yang telah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun dapat diangkat secara sempurna sebagai sebuah live-action?

Mari kita berdoa agar nantinya sutradara Marty Adelstein tak terlalu berimprovisasi dalam menggarap live-action One Piece. Fan animanga tidak membutuhkan adaptasi sekelas Dragonball Evolution dan Attack on Titan lagi.

3

Rumah Produksi

Rumah produksi Amerika seakan menjadi mimpi buruk bagi beberapa film live-action Jepang. Kamu mungkin masih ingat bagaimana nasib live-action Dragon Ball yang berakhir secara tragis karena film itu dikerjakan oleh orang-orang yang bahkan tidak pernah membaca Dragon Ball.

Stigma negatif seputar studio Hollywood ini pun tentu membayangi pengerjaan live-action One Piece. Apakah mereka siap menghadirkan petualangan Luffy dan kawan-kawan sebagai sekelompok bajak laut yang mencari harta karun One Piece, atau malah One Piece bakal dibuat layaknya film bajak laut Amerika yang sangat populer, Pirates of the Carribean. Mari kita tunggu nanti.


Apalagi ya hal yang dikhawatirkan penggemar terhadap proyek live-action One Piece? Cek di halaman kedua.

1
2

SHARE
Previous articleImpresi Awal: 3 Episode Pertama “Tsurezure Children”!
Next articleKamen Rider Build Bocorkan Deretan Staf Penuh Bintang!
Penikmat anime detective. Fans Liverpool layar kaca