Bagaimana Menentukan Art Direction dalam Pengerjaan Game? Ini Jawaban dari Ahlinya!

Mungkin kamu pernah penasaran: bagaimana sih menentukan art direction untuk game? Brigitta Rena dari Mojiken dan Namira Chaldea dari Own Games memberi jawabannya dalam sesi Business Day di BEKRAF Game Prime 2017!

Baca Juga

Berhubung kita tidak lagi berada di era Atari, visual merupakan satu aspek yang sangat penting di dalam game. Ada sejumlah game yang bisa membangkitkan emosi tertentu hanya dari gaya gambarnya saja. Tengok saja Limbo, yang desain level, desain karakter, dan pembangunan atmosfernya mampu memberi perasaan mencekam hanya dengan melihat screenshot-nya.

inside


Tapi memang gimana sih sebuah studio game menentukan art direction untuk karya mereka? Untuk membahas pertanyaan ini, ada satu sesi Business Day BEKRAF Game Prime 2017 kemarin yang bertajuk “Choosing The Most Suitable Art Direction for Your Game.” 

Pembicara untuk sesi ini juga adalah dua orang yang sangat berpengalaman dalam urusan seni visual dalam game. Mereka adalah Brigitta Rena dari Mojiken Studio dan Namira Chaldea dari Own Games.

Mencicipi Keseruan Area Board Game BEKRAF Game Prime 2017

Area Board Game adalah salah satu wilayah menarik di BEKRAF Game Prime 2017. Seperti apa keseruan di area ini? Begini pembahasannya!
Baca Juga

Kedua pembicara ini juga memberi perspektif berbeda mengenai pengarahan untuk art dalam game.

Namira menyampaikan kalau di Own Games Studio, arah untuk art dtentukan oleh seorang project managerArt director lalu akan memberi pengarahan kepada tim sesuai dengan ketetapan dan pakem yang telah ditentukan sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui, Own Games adalah studio yang fokus kepada game mobile berukuran ringan seperti Tahu Bulat. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat game dengan ukuran ringan ya visual. Karenanya art director harus menyesuaikan agar, misalnya, art yang membangun gamenya tidak membuat aplikasinya menjadi terlalu berat.

Brigitta Rena memberikan perspektif yang berbeda. Mojiken Studio sendiri ternyata adalah studio yang unik. Isi studionya justru diisi mayoritas oleh seniman. Programernya hanya dua.

Dalam studio yang kebanyakan diisi seniman, sang art director-lah yang menentukan segalanya. Tapi Rena juga menyampaikan kalau rekan-rekan satu studionya justru akan mengingatkan kalau sang art director mulai out of track dalam pengerjaan.

Tantangan Kerja antara Developer dengan Ilustrator

Seorang art director yang bekerja di pengembang game tentunya harus mengikuti arahan dari project manager. Dalam kerja sama seperti ini tentunya ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh sang ilustrator.

Menurut Namira, harus ada saling memahami antara art director dan project manager untuk mengatasi tantangan-tantangan yang tercipta dalam hubungan seperti ini. Art director terutama harus memahami sang pengembang game, terutama fokus game dan pasar game tersebut. Art director untuk game mobile sudah tentu diwajibkan untuk fokus pada visual yang tidak memberatkan gamenya.

Menjadi Seorang Art Director

Dengan tanggung jawab seperti disebutkan di atas, apa sebetulnya kualifikasi yang dibutuhkan untuk memegang posisi art director? Apakah sang art director harus memiliki latar seni?

Menurut Rena, aspek paling penting yang harus dimiliki oleh seorang art director justru adalah taste. Teori dan teknik bisa dengan mudah dipelajari oleh semua orang. Tidak demikian halnya dengan taste terhadap selera pasar. Kalau kamu ingin melatih aspek ini, disampaikan kalau kamu bisa melakukan observasi. Terutama, sepertinya, kepada desain visual di dunia game saat ini.

Namira juga menambahkan kalau seoranga art director harus bisa komunikatif dengan tim. Namanya juga director, tanggung jawab posisi ini juga bukan hanya menggambar, namun juga berinteraksi dengan project manager dan ke anggota tim.


Perspektif berbeda dari dua pembicara ini membuat sesi di Business Day BEKRAF Game Prime 2017 ini begitu menarik dan membuka wawasan. Bagaimana, apakah pemaparan ini memberi kamu gambaran mengenai peran seorang Art Director di dunia game?

 


SHARE
Previous articleMengenal Lebih Jauh Fitur Tales of the Rays Untuk Kamu yang Baru Main!
Next articleTriawan Munaf: Kita Akan Datangkan Development Kit PlayStation 4 ke Indonesia!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.