Review Valerian and the City of Thousand Planets: Petualangan Galaksi ala Star Wars Tanpa Jedi

Review Valerian

Film ini adalah sebuah karya fiksi ilmiah buah tangan Luc Besson. Seperti apa kualitasnya? Simak saja review Valerian and the City of a Thousand Planets ini!

Baca Juga

Review Despicable Me 3: Serasa Despicable Me Tanpa Sosok Minion

Minions di sini tidak selucu di Despicable Me 1 dan 2. Bahkan, mereka pun jarang disoroti pada Despicable Me 3. Jadi kalau kamu ingin menonton karena ingin melihat Minion, ini justru bukan film yang tepat. ----------- Jangan lupa untuk datang ke Konferensi komunitas Game terbesar di Indonesia! Coba berbagai macam game dan dapatkan doorprize di GAME PRIME 2017, Balai Kartini, Jakarta, 29-30 Juli 2017.
Baca Juga

Valerian and the City of a Thousand Planets adalah sebuah film petualangan fiksi ilmiah yang dibawa ke layar lebar oleh Luc Besson yang sebelumnya juga sempat menjadi penulis untuk film Lucy dan The Fifth Element.

Sinopsis

Pada abad ke-28, agen khusus Valerian (Dane DeHaan) dan Laurelinne (Cara Delevingne) bekerja sama untuk menjaga kedamaian umat manusia. Lewat sebuah tugas yang diberikan oleh Menteri Pertahanan, mereka ditugaskan untuk pergi ke Alpha, sebuah metropolis yang terus berkembang di mana banyak ras alien hidup bersama dan berbagi pengetahuan mereka.

Di sana, mereka dikabari bahwa ada sebuah kekuatan gelap yang mengancam Alpha. Sebagai agen terbaik, Valerian dan Laurelline harus berpacu dengan waktu untuk menghentikan pihak-pihak yang berniat menggagalkan misi mereka dan membahayakan banyak ras yang tinggal di Alpha.

Penggambaran Semesta yang Begitu Luas

Sebelum kita mulai review Valerian and the City of a Thousand Planets, ada baiknya kita mendengarkan sebuah lagu yang dibawakan oleh David Bowie dengan judul Space Oddity ini.

Review Valerian and the City of Thousand Planets: Petualangan Galaksi ala Star Wars Tanpa Jedi

Beberapa bagian dari Valerian and the City of a Thousand Planets diracik dengan rapi dan jenius. Penataan dunianya luar biasa, dan narasi untuk latar ceritanya juga amat menarik dan masuk akal. Ini dia, review dari kami!

Abaikan

Salah satu hal yang amat sangat penulis ingin bahas dalam review Valerian and the City of a Thousand Planets adalah pembentukan semestanya. Dalam beberapa menit awal, kita disajikan sebuah rekaman Apollo-Soyuz yang merupakan sebuah misi perdamaian antara Russia dan Amerika Serikat.

Valerian and the City of a Thousand Planets menggambarkan bahwa proses ini terjadi berulang kali, dan tidak terbatas antara Amerika Serikat dan Russia, tapi juga ke beberapa negara lainnya dan akhirnya antara manusia dan banyak ras alien yang berbeda. Dan semuanya diiringi lagu Space Oddity yang penulis rasa amat cocok menggambarkan adegan tersebut.

Tepat setelahnya, ada pergantian pemandangan dari luar angkasa menjadi sebuah planet yang tampak sangat hidup. Biru, dan dipenuhi oleh alien yang tidak berbahasa Inggris. Film ini berhasil melakukan world building dengan sangat baik. Ada banyak ras alien yang berbeda, dan mencoba untuk hidup berdampingan antara satu dan lainnya.

Karakter Utama yang Mumpuni

Dalam film-film seperti ini, biasanya karakter utama yang kita dapatkan adalah anak muda yang terpilih, tapi tidak mengetahui apa-apa tentang cara bertarung sehingga biasanya mereka akan menang karena kebetulan atau karena sebuah kekuatan yang terpendam dalam diri mereka.

Tapi, Valerian and the City of a Thousand Planets tidak mengambil pendekatan ini. Kita disajikan Valerian dan Laurelinne yang sudah memiliki nama dan jabatan yang cukup tinggi sebagai agen khusus. Jadi, seluruh kemenangan yang mereka dapatkan di film ini terasa… achieved, bukan given karena sebuah kekuatan khusus atau semacamnya.


Tentu tidak bisa membicarakan review Valerian and the City of a Thousand Planets tanpa kesamaannya terhadap berbagai hal, jadi selebihnya akan kita bahas di halaman berikutnya.

1
2
3
REVIEW OVERVIEW
Skor Akhir
7

SHARE
Previous articlePembahasan Gundam Build Fighters Battlogue Episode 1: Kembalinya Karakter Ikonik Gundam!
Next articlePembahasan Vandaria Saga: Red Deimos Episode 2, Bab Penuh Aksi dan Pembantaian
Penulis. Menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan menulis hanya karena hal tersebut asyik. Bisa dihubungi lewat twitter di twitter.com/radityadji. Sering juga foto-foto dan diunggah ke instagram di instagram.com/radityadji. Harusnya, bisa diajak ngobrol kok.