Review Napping Princess: Ketika Mimpi Bercampur dengan Realita!

Napping Princess, sebuah film buah karya sutradara dan penulis Ghost in the Shell: Stand Alone Complex. Ini review versi Duniaku.net!

Baca Juga

Daisuki, Salah Satu Layanan Streaming Anime Legal, Menutup Layanan Mereka!

Waduh, berita menyedihkan. Daisuki, salah satu platform streaming anime legal, memutuskan untuk menghentikan seluruh layanannya pada akhir Oktober tahun ini.
Baca Juga

Review Napping Princess: Ketika Mimpi Bercampur dengan Realita!

Napping Princess adalah sebuah film yang cukup menarik dari sutradara dan penulis Ghost In The Shell: Stand Alone Complex, ini dia review versi Duniaku.net!

Abaikan

Lewat trailer yang disajikan, Napping Princess atau yang juga dikenal sebagai Hirune Hime ~shiranai watashi no monogatari~ menampilkan tagline yang cukup bombastis: “ketika mimpi dan kenyataan menjadi satu!”

Tentu dengan tagline seperti itu, saya menjadi tertarik dan memutuskan untuk menonton film yang satu ini. Harapan saya mungkin akan seperti Inception-nya Christopher Nolan atau mungkin ala Chuunibyou dan Aura: Maryuuin Kouga Saigo no Tatakai.

Tapi harapan saya musnah, meski dalam artian yang baik.

Sinopsis

Review Napping Princess

Morikawa Kokone, karakter utama dari Napping Princess, seharusnya fokus belajar untuk tes masuk kuliah. Sayangnya, ia selalu jatuh tertidur setiap saat. Uniknya, mimpinya memiliki cerita sendiri: sebuah dunia lain tentang Heartland yang merupakan pusat manufaktur mobil terbaik di seluruh dunia.

Kokone tidak bisa menceritakan mimpi tersebut kepada ayahnya, karena ia selalu sibuk memperbaiki mobil-mobil milik tetangga—meskipun terkadang bayarannya adalah sayur alih-alih uang—dan entah mengapa, nampaknya memiliki kesulitan untuk berkomunikasi langsung dengan Kokone.

Baru belakangan, Kokone menyadari bahwa mimpi yang ia miliki menyimpan rahasia sendiri. Rahasia tersebut juga nampaknya memiliki hubungan dengan dunia nyata. Kini, Kokone harus menyingkap rahasia mimpi yang belakangan muncul setiap ia tertidur.

Dua Dunia

Napping Princess mengambil latar waktu di tahun 2020, hanya menghitung hari sebelum Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo. Meski begitu, ada satu dunia lagi di dalamnya: dunia mimpi milik Kokone. Tidak dijelaskan pada tahun berapa dunia mimpi Kokone berada, tapi yang pasti dunia tersebut jauh lebih modern dibanding dunianya saat ini.

Yang penulis perlu acungi jempol adalah betapa cocoknya tingkat kemodernan dunia asli pada anime ini. Tidak ada robot raksasa atau semacamnya, dan satu-satunya teknologi yang paling mencolok adalah self-driving car yang sekarang juga sudah mulai dikembangkan oleh Google, salah satunya.

Untuk dunia di dalam mimpi Kokone… Penulis tidak akan berbicara terlalu banyak karena akan masuk ke ranah spoiler. Yang kalian perlu tahu, dunia Kokone memiliki sihir dan monster raksasa bernama Colossus.



Di halaman berikutnya, review Napping Princess akan membahas tentang musik dan perkembangan cerita, baca terus ya!

1
2
REVIEW OVERVIEW
Cerita
7.5
Desain Karakter
6
Musik
7.3
Visual
7.3

SHARE
Previous articleWaduh, Game of Thrones Season 7 Episode 4 Bocor!
Next articleReview Buriedbornes: Ketika Dark Souls dan Final Fantasy Bertemu
Penulis. Menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan menulis hanya karena hal tersebut asyik. Bisa dihubungi lewat twitter di twitter.com/radityadji. Sering juga foto-foto dan diunggah ke instagram di instagram.com/radityadji. Harusnya, bisa diajak ngobrol kok.