Review Emoji Movie: Film Animasi Terburuk 2017?

Setelah menunggu lama, akhirnya penulis bisa menonton dan membuat review Emoji Movie. Hasilnya…?

Emoji Movie adalah sebuah film animasi yang ditelurkan oleh sutradara Tony Leondis. Film ini dibintangi banyak orang terkenal, sebut saja: T.J. Miller sebagai Gene si emoji “meh,” James Corden sebagai Hi-5, dan bahkan Patrick Stewart si Professor X sebagai emoji kotoran.

Dengan banyaknya bintang yang ikut dalam film ini, harusnya review Emoji Movie yang muncul akan baik juga, kan? Tapi sayangnya, tidak.

Sinopsis

Review Emoji Movie: Film Animasi Terburuk 2017?

Padahal film ini juga dibintangi oleh Sir Patrick Stewart loh. Kenapa ya kira-kira bisa jadi film animasi terburuk di tahun 2017?

Abaikan

Tersembunyi di dalam sebuah ponsel pintar adalah kota Textopolis, rumah untuk para emoji. Semua emoji hanya memiliki satu ekspresi, kecuali Gene, emoji bersemangat yang memiliki banyak ekspresi di dalam dirinya. Setelah kegagalan fatal, Gene bersama temannya, Hi-5 dan seorang peretas bernama Jailbreak berangkat dalam sebuah petualangan mengelilingi aplikasi-aplikasi di ponsel pemiliknya, Alex.

Product Placement yang Berlebihan?

Penulis bukan orang yang terlalu bermasalah dengan adanya product placement dalam sebuah film. Pembuatan film itu tidak murah, jadi terkadang mereka butuh suntikan dana dari luar, dan product placement adalah salah satu caranya.

Yang jadi masalah adalah ketika sebuah film sepenuhnya menjadi iklan untuk aplikasi-aplikasi terkemuka. Perbandingannya mungkin adalah dengan Wreck-it-Ralph yang menampilkan banyak banyak karakter dari game-game lawas, tapi film tersebut mampu menyamarkannya sebagai sebuah fan service dari mereka yang mengenal karakter-karakter itu.

Tapi Emoji Movie bahkan tidak berusaha untuk menyembunyikan hal tersebut. Dalam film ini, tujuan para emoji adalah untuk pergi ke Dropbox melalui berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi yang muncul (dan disebut namanya secara jelas) adalah Candy CrushYouTube, dan Facebook.


Candaan yang… Ugh

Ya, karena ada poop emoji, tentu saja mereka juga harus memasukkan candaan yang ada hubungannya dengan kotoran, kan? Ini dia salah satu contohnya:

“Kamu terlalu lembut, poop.”

“Aku harap tidak terlalu lembut. Ha ha!”

Paham, kan? Kalau kalian paham dan lelah dengan candaan seperti itu, waktunya kalian bergembira. Seluruh candaan yang ada di film ini berisi candaan yang bisa kalian pikirkan saat melihat karakter emoji. Ini, penulis akan beri contoh lain saat Gene bertemu 3 emoji monyet:

“Hey Guys, what are you up to?”

“Nothing much, business as usual.

Monkey business.”

Review Valerian and the City of Thousand Planets: Petualangan Galaksi ala Star Wars Tanpa Jedi

Baru-baru ini, muncul sebuah film fiksi ilmiah dari Luc Besson. Ini dia review Valerian and the City of a Thousand Planets!
Baca Juga

Review Emoji Movie tidak berakhir di sini. Di halaman berikutnya, kita akan bahas masalah utama yang ada pada cerita di film ini.

1
2
REVIEW OVERVIEW
Skor Film
10 %

SHARE
Previous articleHabibie Festival 2017, Seminggu Penuh Pestanya Para Pelaku Teknologi!
Next articleBukan Karena Ada Setannya, Inilah 5 Alasan Kenapa Film Horor Itu Nyeremin

Penulis. Menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan menulis hanya karena hal tersebut asyik. Bisa dihubungi lewat twitter di twitter.com/radityadji. Sering juga foto-foto dan diunggah ke instagram di instagram.com/radityadji.

Harusnya, bisa diajak ngobrol kok.