T E R C Y D U K, Sebuah Booth di AFA Ketahuan Menjual Barang Bootleg!

Beberapa barang bootleg yang dijual di take-down oleh staff AFA, pemilik booth marah-marah pada yang melaporkan: “Jadi lain kali mulutnya jangan kampungan lagi ya kak, makasih!”

Di mana pun itu, kita setuju bahwa menjual barang yang bukan buatan sendiri atau buatan orang lain tanpa izin pembuatnya adalah sesuatu yang tidak etis sama sekali. Penjualan barang yang bukan buatan sendiri—atau bootleg—ini tentu saja merugikan kreator aslinya karena sang kreator sudah susah payah membuat, tetapi dengan seenaknya saja diambil lalu diperjualbelikan.

Baca Juga

Nah, hal yang sama terjadi pada event C3 AFA Jakarta 2017 baru saja diadakan pada tanggal 18 -20 lalu. Event tahunan yang menyajikan berbagai budaya pop Jepang ini diwarnai oleh drama kejadian yang agak kurang mengenakkan. Pada area Creators Hub yang memang disediakan untuk para kreator lokal untuk menjual dan memamerkan berbagai karya mereka—seperti fan art misalnya—ditemukan sebuah booth yang menjual barang-barang bootleg.

Hal ini pertama kali diketahui melalui laporan salah satu pengguna booth di sana. Olivia Soenardi melalui halaman facebook-nya mengatakan bahwa sebuah booth bernama JapanShopID telah menjual barang-barang bootleg. Beberapa diantaranya adalah tapestry yang menampilkan gambar-gambar official dari seri Touken Renbu, lalu beberapa fan art dari berbagai seri anime seperti Fate GO dan Yuri!!! On Ice.

Bros…Mohon jangan beli dari booth ini yah…Barangnya bootleg…Mohon bantu share nya uvuUPDATE:Sudah aku…

Posted by Olivia Soenardi on 20hb Ogos 2017

Tentu saja, barang-barang bootleg itu diambil dan diperjualbelikan begitu saja tanpa izin pembuat originalnya. Berikut ini adalah salah satunya:

https://twitter.com/rosuuri/status/899210838904524802

Setelah booth yang menjual barang-barang bootleg ini, Olivia dan beberapa temannya pun memutuskan untuk melaporkan ke staff AFA. Menerima laporan ini, staff AFA pun melakukan take down/menyita seluruh barang bootleg yang dijual oleh JapanShopId. Menurut Olivia, staff AFA pun telah memutuskan untuk mem-black list JapanShopId dari event mereka tahun depan.

A funny story. So these art thieves, after being reported to the AFA Staffs and have their stolen goods taken down,…

Posted by Adventia Fade Ténèbres on 20hb Ogos 2017

Lucunya, setelah di take down oleh staff AFA, pemilik booth JapanShopId mendatangi beberapa pemilik booth yang melaporkannya. Mereka kemudian memberikan kartu nama kepada para pelapor dan mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin disampaikan, sampaikan saja kepada mereka. Setelah itu mereka pun berkata sinis, “Jadi lain kali mulutnya jangan kampungan lagi ya kak, makasih!”—sampai 2 atau 3 kali. Haha.


Yang cukup bikin penasaran, kenapa booth JapanShopId bisa sampai diperbolehkan untuk membuka booth di AFA? Menurut beberapa pengunjung, ternyata tidak semua barang yang diperjualbelikan di booth tersebut adalah bootleg. Beberapa diantaranya, seperti keychain adalah asli buatan kreator mereka sendiri. Jadi, kemungkinan besar beberapa barang bootleg tersebut diselundupkan setelah mereka mendapatkan booth di sana.

Yah, yang manapun itu, menjual barang seperti fan art bukanlah sesuatu yang etis, apalagi di sebuah event besar tahunan berskala Internasional seperti AFA. Menurutmu sendiri, bagaimana?


SHARE
Previous articleSetelah Semua Perjuangannya, Naruto Hanya Disebut Sebagai Ayahnya Boruto. Navers Internasional Berang!
Next articleMenguak Tujuan Organisasi Berjubah Hitam: Spekulasi dan Menelisik Rekam Jejak

Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya).

Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.