Inilah Kehebatan Kogoro Mouri: 4 Kasus yang Berhasil Diselesaikan oleh Kogoro Mouri

Kogoro Mouri ternyata juga bisa memecahkan kasus tanpa melakukan aksi Kogoro tidur! Simak 4 kasus yang berhasil diselesaikan oleh Kogoro Mouri

Detektif kenamaan Kogoro Mouri sangat dikenal dengan aksinya yang konyol, gila wanita, suka menebak-nebak dengan alasan tak jelas, bahkan dengan mudah percaya bahwa suatu kasus merupakan kasus bunuh diri.

Baca Juga

Namun, ternyata di beberapa kesempatan, detektif Mouri menunjukkan kehebatannya dalam melakukan deduksi, meski dengan sedikit petunjuk dari Conan. Berikut 4 kasus yang berhasil diselesaikan oleh Kogoro Mouri:

1

Unseen Suspect

Kogoro Mouri diundang untuk memberikan sebuah pengantar dalam sebuah serial TV detektif yang populer. Bintang pertunjukan tersebut berperilaku tidak menyenangkan dengan para pemeran lainnya. Salah satu pemerannya adalah Ruri Amaki yang merupakan teman sekelas Kogoro saat mereka masih kecil. Ruri mengungkapkan kepada Ran dan Conan bahwa dia, Kogoro, dan Kisaki, adalah teman sekelas sejak taman kanak-kanak. Ruri nampaknya menaruh hati pada Kogoro sampai sekarang. Saat istirahat dalam pembuatan film, bintang tersebut ditemukan dengan tenggorokannya teriris dalam, dengan Ruri di atas tubuh dan tangannya berdarah.

Di saat Conan sudah menemukan trik yang digunakan oleh pelaku, Conan kehabisan jarum bius karena sudah digunakan pada saat yang sebelumnya. Namun, tanpa disangka, Kogoro memanggil Ruri ke suatu ruangan dan menguncinya. Di sana dia mulai menjelaskan bahwa Ruri melindungi seseorang, yaitu Akira Nagumo. Saat itu Ruri melihat Akira dari cermin pintu sedang keluar dari kamar korban dan Ruri mengajak semua peserta keluar untuk melihat salju. Kogoro mengetahui bahwa Ruri adalah anak kandung dari Akira.

Inilah 5 Obat-obatan di Anime yang Punya Kekuatan Ajaib

Deretan obat di anime berikut ini punya khasiat yang ajaib sehingga penggunanya mendapatkan kekuatan luar biasa. Obat apa sajakah itu?
Baca Juga

Kogoro menjelaskan bahwa alat pembunuhan yaitu pisau sepanjang 10 cm adalah cutter. Pisau cutter tersebut dipotong-potong menjadi kepingan kecil dan disembunyikan di dalam korek api. Menyanggah deduksi Kogoro, Ruri menanyakan mengenai gagang cutter yang seharusnya berlumuran darah.

Kali ini Kogoro mulai bingung, dan berkata dalam hati, “iya ya, bagaimana bisa gagang cutter tidak berlumuran darah ya..” mencium hal ini, Conan memberikan petunjuk dengan meminta permen karet, yang dalam bahasa Jepang pengucapannya sama dengan lakban. Kogoro menyadari bahwa pisau cutter dibebat lakban sebelum digunakan dan kemudian lakban tersebut ditempelkan di lokasi syuting sebagai tanda. Akhirnya Kogoro berhasil bertindak keren di depan teman masa kecil yang menyukainya.

Ruri memohon pada Kogoro untuk tidak melaporkannya pada polisi demi pertemanannya. Namun, dengan keren Kogoro menjawab bahwa hukum harus ditegakan. Kali ini Kogoro benar-benar terlihat keren.

2

A Course Without Protest

Kogoro, Ran, dan Conan terbang dari Tokyo ke Okinawa untuk menghadiri wawancara dengan pemain bisbol terkenal, Toshio Nose. Di dalam pesawat, terjadi kejadian tidak terduga, bola tenis yang dibawa Ran jatuh dan beberapa penumpang yang ada di sebelahnya membantu untuk mengambilnya. Setibanya di Okinawa, mereka bertemu dengan Motoyama, mantan atlit bisbol dan presenter olahraga yang berangkat dari Miyazaki. Mereka bersama-sama berangkat untuk menemui Nose. Dalam perjalanan ke sana, mereka menemukan Nose sudah tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan.

Bukti yang ditemukan adalah luka tusukan di tubuh Nose, namun senjata yang digunakan pelaku belum ditemukan. Pada saat itu, Conan menaruh kecurigaannya pada Motoyama karena 2 alasan: (1) begitu melihat tubuh Nose yang tergeletak di pinggir jalan, Motoyama langsung menginstruksikan untuk memanggil ambulans dan polisi tanpa mengeceknya terlebih dahulu dan (2) ketika Motoyama bertemu Conan di bandara, Motoyama mengetahui bahwa Conan satu rombongan dengan Ran dan Kogoro, padahal saat itu Conan sedang terpisah dan berbincang-bincang dengan satpam.

Conan yang mengetahui hal tersebut memberitahukannya pada Kogoro dan dia menyadari akan kejanggalan tersebut dan menjebak Motoyama. Kogoro menjelaskan bahwa Motoyama tidak melakukan penerbangan dari Miyazaki ke Okinawa, yang hanya ada sekali perjalanan yaitu yang tiba pukul 09.50. Dia mengambil pesawat pagi dari Miyazaki ke Tokyo lalu melanjutkan perjalanan dari Tokyo ke Okinawa, sama seperti pesawat yang dinaiki Kogoro yaitu tiba pukul 09.20. Dengan begitu dia mempunyai waktu 30 menit untuk membunuh Nose.


Kemungkinan bukti yang kuat adalah sidik jari yang tertinggal di bola tenis Ran. Ternyata Motoyama adalah salah satu penumpang yang membantu mengambil bola tenis Ran yang sebelumnya jatuh di pesawat. Motoyama masuk ke dalam jebakan Mouri dan menuntunnya pada senjata yang digunakannya untuk membunuh.

Kali ini Kogoro benar-benar keren dapat memecahkan kasus meskipun dengan bantuan Conan. Nampaknya, pengaruh Eri yang adalah penggemar Nose menjadi motivasi tersendiri bagi Kogoro.

Masih ada 2 kasus menarik lainnya yang berhasil dipecahkan oleh Kogoro Mouri, lho! Cek di halaman 2!