Retrospeksi: Inferno Cop, Polisi Neraka Pembasmi… Segalanya?

Pada akhir tahun 2012, studio produksi Trigger mengguncang dunia dengan anime pendeknya: Inferno Cop! Kenapa sih anime ini bisa begitu populer?

3 Anime Baru Studio Trigger Diumumkan, Gridman Salah Satunya!

Muncul di gelaran Anime Expo 2017, 3 anime baru studio Trigger ditampilkan. Salah satu di antara proyek mereka adalah anime dari serial tokusatsu Gridman.
Baca Juga

Hampir lima tahun berlalu sejak Inferno Cop mengakhiri masa tayangnya yang cukup singkat. Lewat gelaran AnimeNEXT 2017 studio Trigger mengabarkan bahwa mereka sedang dalam tahap pengerjaan untuk membuat musim kedua dari petualangan polisi dengan kepala membara ini.

Tapi, apa sih yang membuat Inferno Cop menjadi sebuah cult hit yang digemari banyak orang?

Baca Juga
1

Animasi

Animasi di dalam Inferno Cop bisa dibilang jauh berbeda kalau dibandingkan dengan anime-anime pada masanya. Kalau anime-anime lain memiliki animasi yang natural, maka anime yang satu ini lebih seperti wayang. Setiap karakter hanya memiliki satu gerakan, yaitu gerakan seluruh badan. Lihat saja contohnya adegan balapan berikut:

Semua peserta balapan melakukan drift yang luar biasa!

2

Jalan Cerita? Apaan Tuh?

Inferno Cop

Kalau kita lihat ke belakang, banyak anime-anime yang berusaha menyampaikan cerita yang cukup besar dan megah. Seperti misalnya seorang anak sekolah yang berusaha menyelamatkan dunia dari kehancuran total, atau sekelompok anak muda yang bisa berubah menggunakan notebook menjadi sosok lain yang berusaha menyatukan manusia dengan menggunakan media sosial.

Tapi, Inferno Cop tidak memiliki itu semua. Alih-alih sebuah cerita yang megah, setiap episode kita disajikan dengan sebuah situasi yang teramat random, dan kita bisa melihat apa yang dilakukan oleh penegak hukum dari neraka ini untuk menyelesaikan situasi tersebut.

Misalnya, pada episode kedua, sang polisi tenggelam dan dihadapkan dengan musuh yang mampu bergerak cepat di dalam air. Dengan kecepatannya yang tinggi, musuh tersebut berhasil menyudutkan polisi dari neraka tersebut, hingga ia terpaksa menggunakan pistolnya. Tapi… ternyata monster tersebut kebal peluru!

Episode-episode berikutnya juga tidak kalah absurd. Mulai dari pergi berlibur ke Mesir, hingga badannya berubah menjadi mobil. Dari awal, Inferno Cop tidak menganggap dirinya serius dan juga tidak berharap penonton menganggapnya serius.


3

Inferno Cop Adalah Kita

Yang aneh dan cukup mengejutkan dari serial pendek ini adalah dalam beberapa bagian ia bisa nampak sebagai sebuah kritik sosial terhadap masyarakat. Dalam episode 1 contohnya, ada seorang polisi biasa yang mencoba menghalangi kejahatan oleh geng Southern Cross terhadap seorang ibu yang sedang hamil. Tapi, saat geng tersebut bilang mereka membayar pajak, polisi tersebut melengos pergi. Beberapa kali juga mereka menampilkan penegak hukum yang tidak baik.

Tapi mungkin bagian terpentingnya adalah bagaimana anime ini mengajarkan bahwa kita semua adalah Inferno Cop. Mulai dari bagaimana kita yang seharusnya melakukan sesuatu tapi malah melakukan hal bodoh yang sama sekali tidak ada hubungannya, hingga bagaimana kita mungkin akan masuk neraka (lol).


Pada akhirnya, Inferno Cop bukanlah sebuah anime yang kalian tonton untuk mendapatkan esensi ceritanya, tapi apa yang kalian cari adalah pengalaman yang mampu diberikan. Kalau kalian belum pernah menonton anime ini, penulis menyarankan kalian untuk mengosongkan satu hari penuh (atau beberapa jam saja, sih sebenarnya) untuk duduk dan tenggelam dalam kisah heroik polisi tengkorak ini.

Tenang, animenya bisa ditonton secara gratis kok di kanal YouTube mereka.

Penulis harap, lewat retrospeksi ini kita semua tidak melupakan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Inferno Cop dengan menggunakan jurus pamungkasnya: Devil’s Satan Hellhound Grenda’s Kind Hand.

F B I! F B I!

Diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous articleSerial TV-nya Belum Tayang, Infini-T Force Sudah Menyiapkan Film Bioskopnya?
Next articleCerita Hero Dota 2: Barathrum Sang Spirit Breaker, Makhluk yang Paling Loyal
Penulis. Menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan menulis hanya karena hal tersebut asyik. Bisa dihubungi lewat twitter di twitter.com/radityadji. Sering juga foto-foto dan diunggah ke instagram di instagram.com/radityadji. Harusnya, bisa diajak ngobrol kok.