Pembahasan Dragon Ball Super 105: Pengorbanan Dramatis Master Roshi

Dragon Ball Super 105

Master Roshi mengerahkan seluruh kemampuannya di Dragon Ball Super 105. Masalahnya… apakah tubuh tuanya mampu bertahan? Ataukah ia justru akan gugur?

Baca Juga

Pembahasan Dragon Ball Super 105 ini mengandung spoiler. Jadi untuk yang belum menonton diharapkan berhati-hati saat melanjutkan membaca.

Pembahasan Dragon Ball Super 104: Tag Team Goku dan Hit!

Goku dan Hit bekerja sama di Dragon Ball Super 104! Musuh macam apa yang membuat andalan Universe 7 dan Universe 6 ini menggabungkan kekuatan?
Baca Juga

Untuk yang sudah menonton tapi tidak ingin ketinggalan detail menarik, seperti statistik Tournament of Power, atau memang tak keberatan spoiler bisa lanjut membaca ulasannya di bawah ini.

SPOILER ALERT!!!

1

Perjuangan Master Roshi


Tahukah kamu kalau sebelum para Saiyan muncul, Master Roshi adalah salah satu petarung terkuat di planet Bumi-nya Universe 7? Dia pernah menang di Tenkaichi Budokai ke-13 dan ke-21. Di Tenkaichi Budokai 21, Roshi sebagai Jackie Chun bahkan sukses mengalahkan muridnya yang kemudian jadi petarung terkuat di semesta: Son Goku.

Tapi setelah kisah beralih ke Dragon Ball Z, peran Roshi kian lama kian kecil. Ia bahkan tidak termasuk yang diajak untuk menghadapi serangan Vegeta dan Nappa. Karir Roshi sebagai petarung tampaknya telah berakhir. Setidaknya jejaknya masih terasa lewat Kamehameha, jurus pamungkas yang kini dimiliki oleh Goku, Krillin, Gohan, dan banyak petarung lain.

Roshi lalu terlibat dalam Tournament of Power. Namun dia kerap diremehkan, bahkan oleh penulis sendiri. Kontestan Universe 7 yang diprediksi pertama tersingkir ya antara dia, Krillin, dan Tien Shinhan. Apalagi karena latihan Roshi terasa remeh: dia hanya mencoba menahan nafsu cabulnya dengan “bantuan” Puar.

Siapa sangka kalau ternyata memang hanya itu yang Roshi butuhkan untuk kembali menjadi salah satu petarung andalan Universe 7?

Memang agak konyol. Tapi di Dragon Ball Super 105 ini dijelaskan kalau Roshi bisa tiba-tiba menjadi kuat karena ia menahan habis-habisan semua energi dari nafsunya. Saat ia tidak buang-buang energi untuk hal sia-sia (atau mimisan karena melihat perempuan seksi), ternyata dia bisa menjadi petarung yang patut diperhitungkan.

Dari segi kekuatan, Roshi sendiri mengakui dia kalah dari teman-temannya. Tapi bagai seorang master, Roshi mengamati gaya bertarung para pejuang di Tournament of Power. Ia menggunakan itu untuk menundukkan semua yang berusaha menyerangnya.

Cawey dari Universe 4 yang pertama menjadi korban Roshi. Cawey tersingkir dengan cukup konyol. Pasalnya, Roshi hanya perlu mengatasi daya pikat sensual Cawey. Setelahnya, pengakuan Roshi soal peningkatan kekuatannya membuat Cawey takut sendiri dan lompat keluar dari ring.

Dalam pertarungan dengan Cawey ini, Roshi menunjukkan sisi dirinya sebagai seorang trickster. Tanpa perlu bertarung serius pun dia berhasil meraih yang dia inginkan.


Lanjutan pembahasan soal kehebatan Master Roshi di Dragon Ball Super 105 bisa kamu baca di halaman kedua!

1
2
3

SHARE
Previous articleTemani Waktu Makanmu dengan Peralatan Makan dari Studio Ghibli Ini!
Next articleMinggir Dulu, Build! Cerita Ex-Aid Belum Berakhir!

Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.