Review Baby Driver: Pasang Earphone-mu, dan Menyetirlah Secara Gila-Gilaan

Baby Driver yang sempat diragukan akan masuk layar lebar Indonesia, kini akhirnya tayang. Bagaimana sih kisah pendewasaan Baby (Ansel Elgort) yang dibawakan dengan genre unik ini?

Adegan Kejar-Kejaran yang Dahsyat

Kalau kalian merupakan tipe orang yang suka dengan adegan kejar-kejaran yang menegangkan dan beroktan tinggi, maka hal tersebut yang akan kalian dapatkan dari film ini. Tidak perlu menunggu lama, pada beberapa menit pertama saja penonton sudah dimanjakan dengan adegan kejar-kejaran yang diiringi lagu Bellbottoms yang dibawakan oleh The Jon Spencer Blues Explosion.

Yang patut diapresiasi adalah Baby Driver tidak hanya menggunakan adegan kejar-kejaran sebagai pengisi waktu, tapi film ini adalah film kejar-kejaran. Karena pekerjaan Baby sebagai supir untuk para perampok, jelas akan terjadi beberapa kali kejar-kejaran dahsyat di dalamnya. Yang tentunya, diiringi musik-musik tertentu.

Pacing, Cerita, dan Karakterisasi

Entah bagaimana caranya, penulis merasa bahwa pace yang ada dalam Baby Driver ada pada taraf “pas”. Tidak terlalu cepat, dan tidak terlalu lambat. Segala sesuatu yang terjadi dalam film ini seakan berlangsung sebagai sebuah satu kesatuan. Penonton tahu bahwa sesuatu akan terjadi—dan pasti terjadi—tapi tidak tahu bagaimana kejadian tersebut akan berlangsung.

Karakter-karakter pendukung yang ada dalam film ini juga cukup menarik. Ada ayah angkat Baby yang tunawicara tapi hobi mendengarkan lagu, ada sepasang kekasih yang selalu menghabiskan uang mereka dengan cara yang mewah, dan ada juga penjahat gila yang… gila dan diperankan oleh Jamie Foxx.

Tidak ada penjelasan tentang masa lalu setiap karakter. And it’s actually okay! Kita diberikan seorang karakter yang gila seperti karakternya Foxx yang bernama Bats, misalnya. Apapun yang Bats lakukan, kita rasa masuk akal karena Bats dari awal sudah diperkenalkan sebagai kartu joker yang bahkan tidak tanggung-tanggung akan melukai orang lain.

Final Words

Baby Driver tidak hanya memberikan sebuah penceritaan yang baik, tapi juga koreografi dan pengambilan gambar yang jenius. Penggabungan musik dan dunia di dalam filmnya merupakan sebuah pengalaman tersendiri. Jelas bahwa film ini bukan hanya sebuah film, tapi sebuah pengalaman yang amat sangat menarik. Bahkan saat ini, jika penulis diberikan kesempatan untuk menonton film ini 2 sampai 3 kali lagi, penulis masih akan merasakan hal yang sama dengan saat pertama menontonnya.

Hal lain yang juga menarik dari Baby Driver adalah build-up dan yang terjadi sepanjang film. Kita diberikan petunjuk-petunjuk kecil tentang siapa Baby sebenarnya, dan pada akhirnya ada pay-off pada setiap gestur-gestur yang mungkin terlihat remeh di awal film tersebut.

Jadi, apakah Baby Driver pantas ditonton? Definitely! Penulis bisa dengan mudah memberikan nilai 9 dari 10 untuk film ini. Kalau kalian masih sempat (dan film ini masih tayang di bioskop), ada baiknya kalian segera ambil uang dan menuju bioskop setempat. Tapi ingat, kalau kalian di jalan, jangan menggunakan jalan seenaknya sambil mendengarkan lagu lewat earphone, ya!

Diedit oleh Fachrul Razi


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!

Share this article

TENTANG PENULIS
radityadji

Penulis. Menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan menulis hanya karena hal tersebut asyik. Bisa dihubungi lewat twitter di twitter.com/radityadji. Sering juga foto-foto dan diunggah ke instagram di instagram.com/radityadji. Harusnya, bisa diajak ngobrol kok.