Pembahasan Dragon Ball Super 106: Universe 7 vs Sniper Universe 2

dragon ball super 106

Dragon Ball Super 106 menyajikan pertarungan yang beda dari biasanya: duel antara sejumlah petarung Universe 7 lawan sniper Universe 2!

Baca Juga

Peringatan standar, yang mungkin kamu juga sudah familier sekarang: pembahasan Dragon Ball Super 106 ini mengandung spoiler. Untuk yang belum menonton dan takut terkena bocoran, diharapkan berhati-hati.

SPOILER ALERT!!!

1

Sniper Universe 2


Dengan format Tournament of Power, mungkin terasa membosankan kalau dari awal hingga akhir penonton hanya disuguhi adu jotos saja. Dragon Ball Super 106 pun menyajikan jenis pertempuran yang berbeda: adu kemampuan para petarung Universe 7 melawan penembak jitu dari Universe 2.

Pembahasan Dragon Ball Super 105: Pengorbanan Dramatis Master Roshi

Master Roshi mengerahkan seluruh kemampuannya di Dragon Ball Super 105. Masalahnya... apakah tubuh tuanya mampu bertahan? Ataukah ia justru akan gugur?
Baca Juga

Yep, Universe 2 ternyata tidak hanya terdiri dari mahou shoujo saja. Penembak jitu Universe 2 ini sama sekali tak cantik maupun membawa unsur-unsur cinta. Tetap saja, sang penembak jitu mampu menyajikan jenis pertarungan yang menegangkan dan beda dari tipikal Dragon Ball.

Pertama kali, penonton mungkin akan menyangka kalau si penembak jitu adalah makhluk jelek di atas. Pasalnya si petarung ini, Prum, mengeluarkan bola-bola kaca dari mulutnya. Prum juga seperti mengeluarkan tembakan energi kuat yang mengincar Piccolo dan Gohan.

Lalu Goku dan Vegeta menghampiri Prum, dan terungkaplah kalau Prum hanya spotter. Penembak jitu memang biasanya terdiri dari satu orang yang membantu menemukan target dan si penembak sendiri. Bila Prum adalah spotter, maka penembak sejatinya adalah makhluk di bawah ini.

Bukan, itu bukan Blanka. Makhluk ini adalah Harmira, yang tentu saja sama-sama dari Universe 2. Tembakan dari meriam laser di tangan Harmira sangat kuat, sampai-sampai para petarung papan atas Universe 7 seperti Gohan, Piccolo, Vegeta, dan Goku harus menghindarinya. Efek tembakan Harmira yang diarahkan Prum sukses menghancurkan lengan Piccolo tiga kali sepanjang episode ini.

Kelemahan mereka sebenarnya adalah tidak adanya orang ketiga, yang bertugas untuk membuang petarung yang mereka kalahkan. Dr. Rota dari Universe 6, yang mereka K.O. di awal-awal episode, terus bertahan di arena karena tidak ada yang menyingkirkannya dari arena.

2

Bukan Pertanda Bagus untuk Piccolo?

Bagi Piccolo sih kehilangan organ bukan masalah serius. Dia selalu bisa menumbuhkannya lagi. Mungkin masih ada pembaca yang ingat kalau Piccolo bahkan mampu menyusun tubuhnya lagi setelah Goten dan Trunks kecil tak sengaja menghancurkan pria ini, saat dia membatu karena ludah Dabura.

Namun tetap ada efek negatif dari kemampuan regeneratif Piccolo: setiap ia mengganti organnya, ia kelelahan. Di sepanjang episode ini, dia harus mengganti lengannya tiga kali. Ini bukan pertanda yang baik untuk manusia Namek yang satu ini.


Lanjutan pembahasan Dragon Ball Super 106 bisa kamu cek di halaman berikutnya!

1
2
3

SHARE
Previous articleAnimator Boruto Janjikan Aksi Keren Sakura di Episode 23 Nanti
Next articleGuide YuGiOh Duel Links: Deck Destiny Board Yami Bakura
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.