Stifled: Game Thriller Kreatif yang Jadi Jawara Good Game Awards GGXP STGCC 2017!

Stifled

Bukan hanya toys dan komik, STGCC 2017 juga menyajikan game indie yang sangat menarik. Contohnya ya Stifled, game unik dari Gattai Games!

Baca Juga

Diberi kesempatan untuk hadir ke STGCC 2017, penulis sempat menjajal sejumlah game dari area game indie. Area yang masuk ke dalam wilayah GGXP (Good Game Experience) ini menyajikan banyak game menarik, mulai dari yang sudah tersedia di Steam maupun yang masih dalam pengembangan.

Salah satu game paling menonjol di GGXP sudah tentu adalah Stifled. Inilah juara satu dari Good Game Awards, anugerah penghargaan game indie di STGCC. Dengan prestasi seperti itu, sudah tentu penulis wajib mencoba memainkan gamenya.


Stifled adalah game karya Gattai Games. Versi yang tersedia di GGXP bisa dibilang baru demo saja, namun demo ini sudah menampilkan game yang berbeda.

Bayangkan saja begini: momen di mana kamu dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi hanya di bagian awal game saja. Lalu saat kamu mulai maju, karaktermu mulai terhalang oleh kegelapan. Pemandanganmu pun berganti menjadi seperti ini.

Yap, hanya grid di tengah kegelapan. Bahkan sebenarnya normalnya pengelihatan karaktermu lebih buruk lagi. Dia bisa “melihat” berkat bantuan echolocation, yakni teknik menggunakan pantulan suara untuk mengetahui lokasi objek-objek di sekeliling. Persis seperti kelelawar. Atau mungkin Daredevil.

Kamu bisa melakukan echolocation dengan bersuara ke mikrofon. Kamu juga bisa menekan tombol tertentu untuk membuat suara yang telah dipersiapkan.

Masalahnya, ini bukan game eksplorasi biasa. Genre game-nya adalah thriller atau horor. Semakin jauh menjelajah, sang protagonis mulai menemukan hal-hal aneh seperti sepatu yang ditinggalkan begitu saja. Lalu kamu juga akan mendengar suara-suara aneh seperti bayi menangis.

Lalu apa yang terjadi? Sayangnya versi yang dipamerkan di GGXP terhenti sebelum bagian yang seru. Tapi dari yang penulis coba, game ini mampu memberikan atmosfer yang sangat beda dari biasanya. Bayangkan saja, kapan lagi kamu memerankan karakter yang secara teknis buta?

Sensasi ini terasa semakin unik karena gamenya dimainkan dengan VR. Kamu akan merasakan tekanan kuat dari atmosfer mencekam dan keterbatasan karaktermu sendiri. Apalagi kalau kamu memainkan dengan set lengkap (plus headphone) kamu seakan tidak tahu apa yang benar-benar terjadi di luar game.

Masalahnya? Ada monster yang menantimu di kegelapan. Dan jelas, kalau kamu bersuara untuk memunculkan sekeliling, maka monster ini juga bisa mendengarmu. They hear your fear, kata promosi game-nya. Ini jelas memberikan tensi yang mendebarkan.

Kreativitas adalah kategori dengan skor penilaian tertinggi di GGXP. Dengan keunikan ini, tak heran Stifled mampu menjadi juara.

Terinspirasi dari Animasi

Karena gamenya bikin penasaran, penulis juga sempat ngobrol-ngobrol langsung dengan Andre Pong, sosok yang bertanggung jawab atas desain dari game ini.

Saat ditanyai inspirasinya membuat game seunik Stifled, Andre mengaku kalau dia pernah melihat film animasi pendek tentang seorang gadis buta. Inspirasi tersebut pada akhirnya membuat dia menyajikan judul yang satu ini.

Andre sendiri mengaku kalau sebagai perusahaan indie, Gattai Games tidak bisa bersaing dari segi modal dan skala produksi dengan perusahaan yang lebih besar. Karena itu mereka bersaing menggunakan kreativitas.

Kreativitas ini juga kadang membuat proses produksi terasa sulit. Stifled ini, misalnya, diakui Andre membutuhkan usaha yang besar karena kurangnya game yang bisa dijadikan referensi dalam penggarapannya.

Gattai Games sendiri sudah mengembangkan game ini selama tiga tahun. Kalau kamu melihat situs resminya, kamu akan mendapati selama kurun waktu itu mereka sukses memperoleh berbagai penghargaan dari banyak sekali event.

Kita lihat saja akan seperti apa hasil akhir dari Stifled. Semoga sih sekeren versi demo yang dipamerkan di area GGXP dari STGCC 2017.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak, kamu bisa mengunjungi: situs resmi Gattai Games.


SHARE
Previous articleDari Pemain Tercepat sampai Striker Terhebat, Berikut Ini Daftar Lengkap Statistik PES 2018
Next articleLive-Action Mega Man Telah Masuk Tahap Produksi. Bagaimana Jalan Ceritanya?
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.