Sedih, Ternyata Ano Hana Diambil dari Kisah Nyata Pembuat Ceritanya

Penulis dari cerita Ano Hana Mari Okada ternyata mempunyai masa lalu yang sangat kelam dan berdampak ke cerita Ano Hana yang membuat penontonnya merasakan kesedihan yang mendalam.

Baca Juga

Jika mendengar anime Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai atau yang sering disingkat Ano Hana kamu pasti akan membayangkan betapa sedihnya kehidupan Jintan yang merupakan seorang hikkikomori atau seorang yang tidak pernah keluar rumah dan tidak punya kehidupan sosial. Efek psikis dan mental setelah Menma dan ibunya meninggal membuat Jintan menjadi sosok pemalu dan tidak mau bertemu dengan siapa-siapa lagi.

Jintan dari serial Anohana (sumber: twitter.com)

Ternyata kisah Jintan ini mirip dengan kisah pembuat dari Ano Hana bernama Mari Okada. Bagi yang belum tahu siapa Mari Okada ia adalah seorang penulis cerita yang sudah membuat banyak cerita untuk anime populer seperti Ano Hana, Nagi no Asukara, Hanasaku Iroha, Kiznaiver, Anthem of the Heart dan Mobile Suit Gundam: Iron Blooded Orphans. Nama Mari Okada terkenal di kalangan pecinta anime karena cerita yang ia buat selalu dapat membuat penontonnya sedih dengan berbagai macam drama yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mari Okada (sumber: karice.wordpress.com)

Pada April 2017, wanita kelahiran Chichibu pada tahun 1976 ini mengeluarkan buku biografinya sendiri dengan judul yang kontroversial yaitu Bagaimana Saya Tidak ke Sekolah Sampai Menulis Anohana dan The Anthem of The Heart. Buku tersebut menceritakan kisah Okada sewaktu remaja.

(sumber: ann.com)

Dalam bukunya kita bisa melihat bahwa drama kehidupan yang selalu ia tunjukkan di dalam setiap ceritanya merupakan refleksi dari kehidupan masa kecil dan masa remajanya. Okada mengalami social anxiety atau fobia sosial yang membuat dia enggan bersosialisasi.

Okada yang besar di Chichibu yang merupakan latar dari Anohana dan The Anthem of the Heart menolak untuk keluar dari rumah dan tidak tahan dengan tekanan dari lingkungan luar. Sama seperti karakter Naruse yang ada di film The Anthem of the Heart Okada besar dengan orang tua single parent bersama ibunya, bapaknya selingkuh dengan wanita lain dan kabur bersamanya. Okada yang selalu menolak untuk pergi ke sekolah membuat ibunya malu luar biasa.

Pernah pada suatu ketika ibu Okada membawa pisau dapur dan berkata kepadanya, “Saya tidak tahan punya anak sepertimu, aku akan membunuhmu.”. Ia sendiri berhasil melawan serangan ibunya dan untuk pertama kalinya dia melihat ibunya menangis begitu hebat. Perasaan seperti itu membuat Okada berpikir bahwa dirinya adalah sumber masalah yang membuat ibunya berperilaku keji seperti ini.

Naruse dari Anthem of the Heart (sumber: ann.com)

Pada waktu sekolah dasar, Okada selalu di-bully oleh teman-temannya dan berlanjut sampai ke sekolah menengah pertama. Waktu SMP ia mencoba untuk menjadi orang lain sampai temannya berkata “Berhenti bersusah payah untuk menjadi orang lain yang gak kamu mau”. Kata-kata tersebut mengguncang perasannya dan dia kembali berhenti datang ke sekolah.

Okada menjadi seorang hikkikomori dan terus tinggal di kamarnya sambil bermain video game dan membaca buku. Waktu SMA ia kembali gagal melawan fobia sosialnya dan memutuskan untuk pindah ke Tokyo setelah lulus SMA. Ia akhirnya diterima di Amusement Media School dan mengambil jurusan kepenulisan cerita.

(sumber: ann.com)

Nasib Okada berubah ketika ia mulai melamar ke berbagai banyak tempat dan diterima untuk memindahkan wawancara ke dalam tulisan di suatu majalah. Setelah merasa cukup ia kembali melamar untuk studio anime dan ia mendapat proyek anime perdananya yaitu DT Eightron, ia akhirnya diberi kesempatan untuk menulis naskah sebanyak lima episode.

Dengan berbagai macam rekomendasi dari orang-orang di industri anime Okada berhasil menjadi salah satu penulis cerita terbaik dan terdepan dalam anime. Masa lalu Okada yang penuh dengan kesuraman membuat ia bisa menulis cerita drama yang penuh haru dan membuat penontonnya menangis. Ia bisa mengubah kepahitan di masa lalunya menjadi kekuatan yang membawa dia populer sekarang.   

Diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous articleInilah 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menonton Film IT
Next articleMengenal Turtle Pop: Runner-Up Good Game Awards GGXP STGCC 2017
Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara