Kenapa Para Petarung Bloody Roar Bisa Jadi Hewan? Ini Sebabnya!

Ada dua faktor petarung Bloody Roar bisa berubah menjadi hewan, yakni mereka berubah secara alami dan berubah karena eksperimen.

Baca Juga

Bagi gamer yang candu terhadap PlayStation 1 tentu saja pernah memainkan atau mengetahui game fighting yang punya trobosan luar biasa, Bloody Roar. Permainan yang satu ini mirip seperti Tekken, namun bedanya Bloody Roar memungkinkan kalian mengubah sang petarung menjadi seekor hewan.

Ide yang cemerlang inilah yang membuat Bloody Roar jaya di zaman PlayStation 1 hingga era PlayStation 2. Karakter-karakter ikonik seperti Long, Bakuryu, Yugo, dan Gado sering menjadi tokoh utama ketika kita mengobrol Bloody Roar bersama teman.

Nah, tapi tentunya Bloody Roar masih menyisakan sebuah tanda tanya, mengapa para petarungnya bisa berubah menjadi seekor hewan. Mungkin ketika kita bermain arcade, masing-masing karakter memiliki cerita tersendiri dan terkadang menjadi benang merah mengenai asal muasal perubahan hewan dalam Bloody Roar.


Perlu diketahui bahwa Bloody Roar punya sebutan untuk para petarungnya yakni Zoanthropes. Sebutan ini disematkan kepada orang yang bisa berubah menjadi hewan dalam semesta Bloody Roar.

Jawaban dari pertanyaan mengapa para petarung Bloody Roar bisa berubah menjadi hewan mungkin sangatlah sederhana. Jawabannya ada dua yakni mereka berubah secara alami dan berubah karena eksperimen.

Perubahan secara alami artinya seseorang mendapatkan anugerah berubah menjadi seekor hewan itu dari sejak lahir. Contohnya adalah Yugo yang mendapatkan kemampuan berubah menjadi serigala sejak lahir karena sang ayah merupakan seorang Zoanthropes alami.

Hal ini tentu saja berbeda dengan salah satu petarung Bloody Roar bernama Alice yang mendapatkan perubahan sebagai Zoanthropes dari hasil eksperimen. Alice yang bisa mengubah dirinya menjadi kelinci merupakan hasil eksperimen yang sangat sempurna sehingga Alice mampu menjadi manusia seutuhnya dan juga bisa berubah menjadi kelinci bila keadaan memungkinkan.

Selain Alice, Zoanthropes hasil eksperimen lainnya adalah Stun. Stun bisa mengubah dirinya menjadi kumbang, walau wujudnya memang sangat aneh. Akan tetapi Stun ternyata merupakan eksperimen gagal sehingga versi manusia dirinya mengalami kecacatan dan harus mengkonsumsi darah serta manusia agar dirinya tetap bisa bertahan hidup.

Dalam Bloody Roar, tidak ada istilah menular atau perubahan Zoanthropes tidak bisa disebabkan karena gigitan atau sejenisnya. Tapi meski begitu, karakter bernama Xion yang sukses membuat Nagi di Bloody Roar 4 mendapatkan kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi Zoanthropes.

Intinya, di Bloody Roar manusia bisa menjadi hewan hanya karena hal alami atau eksperimen. Goresan atau gigitan tidak bisa mengubah manusia jadi Zoanthropes.

Diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous article5 Fakta Rami Malek, Pemeran Freddie Mercury di Film Biopik Queen
Next articleGaleri Foto Cosplay STGCC 2017: Kostum dan Aksi Heboh Costreet di Event!
Seseorang yang menikmati dunia game dan menjadikannya salah satu aktivitas wajib di dalam hidup. Suka sekali dengan Dream Theater karena kerumitan musiknya!