Review Project Cars 2: Simulator Pas Bagi yang Punya Cita-cita Jadi Pembalap!

review project cars 2

Bercita-cita menjadi pembalap nasional atau internasional? Kamu bisa mulai dengan memainkan Project Cars 2. Simak review Project Cars 2 berikut ini!

Katakanlah kamu tidak punya pengalaman sama sekali di balik kemudi mobil balap. Bahkan untuk sekedar gokar sekalipun. Namun kamu memiliki cita-cita yang sangat mulia: mewakili Indonesia di berbagai ajang balap internasional seperti Formula 1, Formula E atau semacamnya.

Baca Juga

Apa yang harus dilakukan? Kamu bisa memulai “karir” dengan memainkan berbagai game simulator terlebih dahulu di rumah. Siapkan steering wheel, kursi gaming, konsol beserta game simulator yang ada di pasaran. Yang terbaru adalah Project Cars 2 yang dikembangkan oleh Slightly Mad Studios dan dipublikasikan oleh Bandai Namco akhir September 2017 kemarin.


Dari sekian banyak game racing simulator yang sudah dirilis seperti beberapa seri Gran Turismo dan Forza, bisa dibilang Project Cars 2 ini adalah salah satu yang paling hardcore. Kamu akan serasa benar-benar berada di balik kemudi mobil balap sungguhan, dan menerima konsekuensi dari kecepatan mobil balap yang ada di layar. Salah perhitungan, salah menginjak rem, atau ban belakang sedikit melibas rumput? Siap-siap mobilmu oversteer dan keluar dari lintasan!

Dan penulis jamin, saat pertama kali memainkan game ini, kamu akan sangat sering mengalami hal tersebut!

review project cars 2

Bahkan meskipun kamu menyalakan driving assist atau braking assist, game ini tetap akan “menghukum” jika kamu sedikit saja tidak mematuhi assist tersebut. Jadi di beberapa lap awal permainanmu, tidak akan ada yang namanya lap bersih. Bakal banyak “atraksi” seperti melintir keluar lintasan, terbang menghantam pembatas, hingga menabrak mobil musuh!

Akan tetapi justru di situlah letak keasyikan dari Project Cars 2. Game ini benar-benar mensimulasikan balapan kecepatan tinggi dengan sangat akurat. Tidak ada celah untuk berbuat kesalahan, dan kamu pun bisa membayangkan bagaimana sempurnanya para pembalap yang sering kamu tonton di layar kaca dan sirkut.

review project cars 2

Bukan hanya gaya membalapmu saja, akan tetapi ada banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi hasil balapanmu di lintasan. Contohnya saja bagaimana strategi pit stop yang kamu ambil, pilihan ban hingga cuaca di di lintasan. Jadi meskipun kamu merasa sudah bisa mengendalikan mobil dengan baik, akan tetapi jika cuaca menjadi hujan dan sedikit licin, kamu dituntut untuk cepat beradaptasi.

Dari segi lisensi mobil, game ini bisa dibilang cukup lengkap. Ada nama-nama besar seperti BMW, McLaren, Ferrari hingga Lamborghini. Dan masing-masing mobil juga memiliki karakteristik masing-masing, meskipun memiliki sistem penggerak roda yang sama (4WD, FWD atau RWD).

review project cars 2

Kontrol dalam game ini bisa dibilang cukup sensitif, terutama dalam menginjak (atau menekan tombol) rem dan gas. Terlalu dalam menginjak rem saat kecepatan tinggi (tanpa mengurangi kecepatan lebih dulu) akan membuatmu mudah melintir dan keluar lintasan. Terlalu halus menginjak rem juga bisa mengakibatkan mobil tidak bisa berkurang kecepatannya dengan signifikan saat memasuki tikungan.

Jadi tetap kamu harus bisa memahami karakteristik dan setting mobil dengan baik untuk menjadikan balapanmu sempurna.

Secara keseluruhan, game ini nyaris tanpa cela. Grafis dan suara juga bisa dikatakan sangat baik dan bisa membawamu merasakan adrenalin balapan sesungguhnya. Termasuk suara mesin mobil yang meraung-raung dan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Sangat memanjakan telinga!

review project cars 2

Kekurangan mungkin hanya satu, game ini terlalu susah! Bagi yang sudah terbiasa memainkan game-game simulator macam Gran Turismo dan Forza, kamu akan merasakan perbedaan tingkat kesulitan yang signifikan antara Project Cars 2 dengan game-game tersebut, terutama dari segi kontrol.

Namun kekurangan ini justru bisa menjadi kelebihan bagi gamer yang memang berniat mencari simulator yang sesungguhnya. Termasuk juga untuk masalah setting mobil yang cukup mendetail dan semuanya berpengaruh signifikan terhadap balapan yang sedang diikuti. Akan menjadi sebuah kepuasan tersendiri jika bisa menemukan setting yang pas untuk masing-masing mobil bukan?

review project cars 2

Satu lagi, karena feel-nya yang benar-benar simulator “sejati”, maka tidak mudah bagi gamer balap mainstream untuk langsung “jatuh cinta” dengan game ini. Hal ini menunjukkan bahwa audiens yang dituju oleh game ini sangat spesifik, sehingga dari segi penjualan nantinya mungkin tidak bisa sebesar simulator lain seperti Gran Turismo atau Forza.

Apalagi sebentar lagi, Sony dan Polyphony Digital siap melancarkan serangan balik dengan merilis Gran Turismo Sport tanggal 17 Oktober 2017 mendatang.

Project CARS 2 akan Membuat 6 Film Live Action Bertajuk “Built by Drivers”

Ingin mengetahui bagaimana cara game Project Cars membuat simulasi mobil di dalam game yang terasa realistis? Maka 6 film pendek ini wajib kalian tonton
Baca Juga

Project Cars 2 sudah dirilis secara serentak di PS4, Xbox One dan PC pada tanggal 22 September 2017 kemarin.

REVIEW OVERVIEW
Overall
85 %

SHARE
Previous articleMusim Ketiga To Aru Majutsu no Index Siap Tayang Pada Tahun 2018
Next articleAkhirnya Arc Alicization Akan Diceritakan Pada Musim Ketiga Sword Art Online

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.