Serba Serbi Tokyo International Film Festival 2017

Mulai dari Tommy Lee Jones ditunjuk jadi President Jury sampai Full Metal Alchemist jadi pembuka Tokyo International Film Festival (TIFF) 2017. Duniaku.net, merangkum serba-serbi festival film terbesar di Tokyo ini.

Menyambut bulan Oktober, salah satu kota paling hip di Asia, Tokyo, sedang bersiap diri untuk mengadakan salah satu festival film terbesar di Asia yaitu Tokyo International Film Festival (TIFF). Festival yang sudah menginjak usia penyelenggaraan ke-30 ini mengumumkan beberapa pengumuman penting. Penasaran apa saja yang jadi fokus di festival yang rutin diadain di Roppongi Hills ini?

1

Full Metal Alchemist Jadi Film Pembuka

FMA Membuka TIFF

Dalam dua tahun terakhir, TIFF mendapat banyak kritikan karena dianggap kurang greget apalagi jika dibandingkan dengan Busan International Film Festival (BIFF) yang mampu nayangin film-film dengan label World Premiere. Belajar dari kesalahan, TIFF akhirnya memutuskan untuk menaruh film produksi lokal Full Metal Alchemist jadi pembuka festival. Untuk film penutup, TIFF memilih An Inconvenient Sequel: Truth to Power karya dari sutradara Jon Shenk and Bonni Cohen.

2

Tommy Lee Jones sebagai President Jury

Aktor pemenang Oscar Tommy Lee Jones ditunjuk menjadi president jury dengan anggota sutradara Perancis Martin PROVOST, filmmaker asal Iran Reza MIRKARIMI, sutradara sekaligus aktor dari Tiongkok Zhao WEI, dan aktor Jepang Masatoshi NAGASE.

3

Keiichi Hara Jadi Penerus Mamoru Hosoda

eccchi

Menyadari potensi terbaik Jepang adalah anime, TIFF sejak 2014 mendedikasikan sejumlah program bagi para sutradara anime. Tahun 2014 dibuka dengan Hideaki Anno dengan Evangelion-nya disusul oleh The World of Gundam dan The World of Mamoru Hosoda. Tahun ini, Keiichi Hara yang dikenal lewat Crayon Shinchan berkesempatan menampilkan karya-karyanya.

4

Malaysia Satu-Satunya Wakil Asia Tenggara di Kompetisi

Film asal Indonesia nampaknya memang masih belum bisa merebut kategori kompetisi di TIFF. Tahun ini, Malaysia lewat film AQÉRAT (We the Dead) karya sutradara Edmund Yeo jadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara di seksi kompetisi.

5

Indonesia Punya Dua Film di Crosscut Asia

Meski pun belum bisa masuk dalam kategori utama, kehadiran Indonesia tetap bisa dilihat di seksi Crosscut Asia yang rutin menampilkan film-film dari Asia Tenggara. Film Mobil Bekas dan Kisah-kisah Dalam Putaran karya Ismail Basbeth dan Ziarah karya B.W Purbanegara jadi wakil dari Indonesia di Tokyo.

Diedit oleh Fachrul Razi


SOURCEMomoko NAKAMURA
SHARE
Previous articleNendoroid Sakura Haruno Dipamerkan, Team 7 Versi Nendoroid Lengkap!
Next articleApakah Jumlah Penonton Berbanding Lurus dengan Kualitas Sebuah Film?