Kenapa Grand Priest Dragon Ball Super Sering Dicurigai Jahat? Mungkin Ini Penyebabnya!

Grand Priest Dragon Ball Super

Grand Priest Dragon Ball Super bisa dibilang hanya asistennya duo Zen-Oh. Tapi kenapa dia sering dicurigai jahat? Ada beberapa alasan di baliknya!

Grand Priest Dragon Ball Super dicurigai jahat adalah fenomena yang penulis temukan di beberapa komunitas. Ini mungkin cukup mengherankan, karena selama turnamen sendiri Grand Priest ya hanya mengawasi. Dia juga berusaha memuaskan duo Zen-Oh.

Tapi sepertinya ada beberapa alasan kenapa Grand Priest dicurigai.

1

Empati Minim

Baca Juga

Kemusnahan satu semesta adalah hal yang serius. Kamu bisa melihat ini setiap ada semesta yang lenyap karena semua petarung mereka kalah. Bahkan Dewa Kehancuran, yang sudah bertanggung jawab untuk memusnahkan planet dan kehidupan di semesta mereka, ikut shock dan takjub.

Dragon Ball Super Episode 111: Kalah Melawan Jiren, Goku Terluka Parah!

Setelah petarungan yang sengit melawan Jiren, Goku pun terluka parah! Hit pun masuk ke dalam pertarungan! Inilah Dragon Ball Super episode 111!
Baca Juga

Bagaimana reaksi Grand Priest Dragon Ball Super setiap ini terjadi? Ia tidak terlihat sedih. Ia bahkan tak tampak peduli. Sebenarnya, dia bahkan terlihat senang gara-gara ekspresi si Grand Priest ini selalu konsisten menampilkan senyum tipis. Reaksinya yang paling mencurigakan terutama adalah setelah kehancuran Universe 9 dan 10.

Ini menunjukkan kalau Grand Priest sama sekali tidak memiliki empati, tak seperti para Dewa Kehancuran dan Kai. Mungkin ini terjadi karena ia harus menangani Zen-Oh, yang merupakan makhluk terkuat di multisemesta.

2

Tidak Mencegah Zen-Oh untuk Merencanakan Kemusnahan Semesta


Tournament of Power adalah turnamen yang sadis. Mau bagaimana lagi? Saat satu semesta kalah, bahkan akhirat di semesta tersebut juga lenyap. Penulis merasa ini adalah turnamen dengan taruhan terbesar di semesta anime.

Tapi itu bahkan masih alternatif yang lebih baik daripada rencana awal Zen-Oh: memusnahkan langsung semua semesta yang kualitas makhluk fananya rendah. Bila Goku tidak mengingatkan Zen-Oh, bisa-bisa Universe 7 lenyap tanpa sempat diberi kesempatan untuk membuktikan diri.

Para Dewa Kehancuran dan Kai merasa keputusan Zen-Oh ini kejam. Sebagai malaikatnya duo Zen-Oh, sebenarnya Grand Priest bisa saja membujuk Zen-Oh untuk sekalian saja menghentikan rencana tersebut. Tapi dia tidak melakukannya.

Bahkan ada teori kalau kehancuran semesta itu tadinya bukan rencana Zen-Oh. Zen-Oh, yang begitu kekanakan, justru dibisiki rencana ini oleh Grand Priest. Kalau benar begitu, maka jelas dia jahat. Tapi ini belum terbukti.

3

Penampilan dan Kepribadian yang Mencurigakan

Sekilas pandang sih Grand Priest Dragon Ball Super ini adalah orang yang ramah. Dia tidak tersinggung Goku memperlakukan Zen-Oh bagai teman, walau Beerus saja takut terhadap tindakan Goku tersebut.

Tapi ada sisi jahat dan sadis yang tersimpan di dalam dirinya. Dia jelas tidak memiliki empati, seperti yang sudah penulis sebutkan di poin pertama. Tak hanya itu, dia juga sepertinya sangat senang setiap ada satu semesta musnah.

Sebagai tambahan, Grand Priest juga tak ragu untuk memelototi Beerus atau Dewa Kehancuran yang membuat masalah. Ini menunjukkan kalau pria ini memendam sisi sadis juga di dalam dirinya, yang bisa mengintimidasi Beerus sekalipun.

Dari segi penampilan… ya… mudah untuk mencurigai orang yang selalu tersenyum bahkan di tengah kehancuran. Soalnya penjahat yang selalu tersenyum juga tipe yang sering ditemui di anime. Tengok saja sosok seperti Soujiro Seta dari Rurouni Kenshin, yang selalu tersenyum hingga Kenshin mengusiknya.


Jadi, benarkah Grand Priest Dragon Ball Super ini jahat? Untuk saat ini, penulis merasa dia hanya terlalu pasif. Ia bisa saja menasehati Zen-Oh, namun dia lebih suka untuk membiarkan Zen-Oh melakukan apa saja yang sang mahadewa inginkan.

Tapi kalau Grand Priest benar-benar jahat, berharap saja Zen-Oh bisa dan mau menindaknya. Menghadapinya bisa lebih sulit dari melawan Fused Zamasu.

 

 


SHARE
Previous articleFilm Kompilasi Mobile Suit Gundam: Twilight Axis Akan Tayang November Tahun Ini
Next articleSelfie di Gerbong KRL Berdekorasi Lords Mobile, Bisa Dapat Banyak Hadiah!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.