Kapan Developer Sebaiknya Menghentikan Franchise Game Mereka?

Saat ini banyak sekali developer game yang membuat franchise menarik, game menarik ini pada akhirnya menjadi sebuah franchise yang memiliki banyak seri. Dari banyaknya sebuah franchise game, hanya beberapa yang pada akhirnya sukses di pasaran.

Sisanya malah melempem dan pada akhirnya ditinggalkan oleh para gamer. Melempemnya sebuah franchise ditandai dengan kehilangannya identitas sang game sehingga dianggap kurang menarik.

Meski banyak developer yang franchise-nya dikritik habis-habisan, beberapa di antaranya justru tak bergeming dan tidak segera menghentikan franchise game mereka, padahal menghentikan franchise game merupakan hal yang harus dilakukan.

Banyaknya developer yang mengeksploitasi franchise kelas wahid secara berlebihan membuat saya sebagai gamer sedih. Kali ini Duniaku.net akan membahas soal kapan developer sebaiknya menghentikan franchise mereka.

4

Kehilangan Ciri Khas

Sang developer seharusnya menghentikan franchise mereka bila sudah kehilangan ciri khas dari franchise game yang mereka buat. Kehilangan ciri khas sama saja menghilangkan fans berat dari sebuah game.

Resident Evil dulu banyak ditinggalkan oleh para penggemarnya dikarenakan mereka telah keluar dari akar survival horor yang menjadi identitas mereka, tapi mereka akhirnya berbenah diri dan berhasil menelurkan Resident Evil 7 yang dianggap cukup sukses.

Tapi menurut saya pribadi, bila sebuah game telah melenceng dari akar, itu tandanya mereka harus segera menutupnya karena semakin banyak seri yang dibuat akan semakin menurunkan kualitas dari sebuah karya meskipun di seri terbaru sang developer telah mengembalikan franchise tersebut kembali ke akarnya.

3

Setelah Ceritanya Berantakan

Sebuah developer pada awalnya membangun sebuah franchise dengan konsep yang menarik, tapi lambat laun, banyak developer yang tidak memiliki konsep yang paten dan membuat mereka kehilangan ide untuk mengembangkan cerita.

Seperti Assassin’s Creed yang di seri-seri awal dibangun dengan cerita dan tujuan yang jelas, namun selepas dari seri ketiga dan tokoh sentral dalam seri tersebut, Desmond Milles tewas, Assassin’s Creed seolah-olah kebingungan untuk melanjutkan cerita.

Mungkin akan sangat bijak bila mereka menghentikan Assassin’s Creed di seri ketiga dan membiarkan game tersebut menjadi sebuah master piece.

2

Setelah Sekuel-sekuel mereka ditolak

Langkah untuk mematikkan sebuah franchise mungkin bisa dianggap sebuah solusi ketika sebuah sekuel dari sebuah game ditolak atau mendapatkan kritik yang berlebihan terus menerus.

Mengambil contoh Call of Duty, mungkin franchise ikonik yang satu ini sudah seharusnya tutup usia dan sang developer membuat game lain. Setelah seri Call of Duty: Modern Warfare 3 yang begitu ikonik, Call of Duty seakan kehilangan jati diri.

Mereka mengeksplorasi berbagai macam cerita demi menarik gamer, namun yang terjadi bukanlah pujian, yaitu sikap menentang dari para gamer. Sang developer masih memaksa membuat Call of Duty: WWII tapi ternyata yang terjadi malah keadaan yang lebih parah.

Di Steam, COD: WWII mendapatkan review buruk dari para gamer, bahkan sebagian dari para gamer menganggap game ini tak layak untuk dimainkan.

1

Setelah Ada 3 atau 4 Seri

Sebuah franchise yang sudah ada 3 atau 4 seri seharusnya bisa langsung ditamatkan atau dihentikan. Hal ini mencegah terlalu banyaknya eksplorasi sehingga game yang sudah solid di awal malah melenceng jauh dari apa yang diharapkan.

Keputusan Naughty Dogs menamatkan Uncharted di seri keempat adalah keputusan yang keren, saat ini Uncharted bisa dibilang menjadi salah satu game dengan cerita terbaik, saya juga mengharapkan Square Enix mengambil langkah sama di Tomb Raider reboot.

Bandai Namco Umumkan Dua Game God Eater Terbaru

Bandai Namco baru-baru ini mengumumkan dua, bukan hanya satu, tetapi dua game God Eater terbaru, masing-masing untuk konsol dan ponsel pintar.
Baca Juga

Mungkin itulah empat hal yang bisa menjawab kapan developer seharusnya menghentikan franchise game mereka, intinya bagi seorang gamer, menamatkan sebuah cerita lebih baik daripada melakukan eksplorasi namun malah merusak kesolidan game yang telah dibangun sejak awal.

Diedit oleh Doni Jaelani


SHARE
Previous articleIni Dia Skin Overwatch Event Halloween! Buruan Dapetin Sekarang!
Next articleGameSir F1, Solusi untuk Pemain Game MOBA di Smartphone
Seseorang yang menikmati dunia game dan menjadikannya salah satu aktivitas wajib di dalam hidup. Suka sekali dengan Dream Theater karena kerumitan musiknya!