Mengenang Game Balap Mantap, Initial D Arcade Stage 5

Initial D Arcade Stage

Initial D Arcade Stage 5 hadir sebagai salah satu game arcade dengan grafis terbaik pada masanya.

Pemain game arcade yang sudah berumur tentunya ingat dengan Initial D Arcade Stage 5. Sebagai salah satu arcade game besutan SEGA yang diangkat dari kisah sang pembalap tukang tahu, Arcade Stage 5 merupakan salah satu versi terbaik setelah kegagalannya pada versi terdahulu.

Seri permainan yang diadaptasi dari Initial D saat ini sudah memiliki 9 game untuk arcade, 3 untuk konsol dan 1 sebagai spin-off untuk GameBoy Advance. Versi terbaru yang dipakai pada arcade di Jepang, Initial D Arcade Stage Zero, merupakan seri reboot yang mengikuti anime layar lebar Initial D Legend. Untuk di luar Jepang, pemain hanya bisa berbahagia apabila mereka dapat menemukan Arcade Stage 8: Infinity.

Pada game Initial D, kalian bermain sebagai seorang pembalap gunung untuk mencoba mengalahkan semua tokoh yang tampil pada seri lawas ini. Selama perjalanan, pemain dapat memodifikasi kendaraan, baik mesin maupun eksterior seperti body kit yang nantinya akan disimpan ke dalam kartu yang pemain beli. Totalnya, pemain dapat menyimpan hingga tiga mobil dalam satu kartu.

Menggunakan board SEGA LindberghArcade Stage 5 tampil memukau dengan grafisnya yang sangat indah dibandingkan dengan kompetitornya pada saat itu, Wangan Midnight Maximum Tune 3DX. Ini merupakan kali kedua SEGA menggunakan Lindbergh untuk menjalankan Initial D pada tahun 2009, mengingat sebelumnya Arcade Stage 4 menggunakan arsitektur yang sama juga.

Initial D Arcade Stage


Berbeda dengan seri keempat dari permainan balap gunung atau yang dikenal sebagai touge ini, Arcade Stage 5 menghadirkan sejumlah perbaikan dari versi sebelumnya yang hampir gagal. Pada seri sebelumnya, banyak pemain yang mengeluhkan kendali mobil yang sangat aneh. Bagaimana tidak, mobil yang langsung berbelok dengan tajam hanya dengan membanting setir saja berhasil menghancurkan feel pada permainan ini.

Kembalinya Arcade Stage

Dari kegagalan tersebut, SEGA mencoba kembali untuk meracik handling yang lebih playable. Pengembangan ini berlanjut menuju yang kita kenal sebagai Initial D Arcade Stage 5. Pada versi ini, SEGA memberikan kontrol yang lebih realistis seperti braking penuh sebelum tikungan hingga 90kmh.

Pada versi ini juga pemain memiliki kebebasan untuk mengadaptasi pada dua driving stylegrip ataupun drift. Untuk bermain secara kompetitif seperti versus mode, kedua gaya bermain tidak memiliki banyak perbedaan. Namun, drift akan sangat membantu apabila pemain lebih tertarik untuk memilih Time Attack mode berkat boost pada akhir drift.

Untuk menambah intens permainan, diterapkan juga tire management system, yang memberikan kesan seolah ban yang digunakan sudah aus pada checkpoint terakhir. Sistem yang diimplementasikan ini sebenarnya hanyalah boost system yang dimatikan pada checkpoint terakhir apabila pemain terlalu sering menekan gas pada saat tikungan. Fitur ini memberikan kesan bahwa ban pada mobil terlalu banyak dipaksakan saat tikungan.

Salah Satu Setlist BGM Terbaik

Tidak dapat disangkal, Arcade Stage 5 juga mendatangkan BGM eurobeat yang enak didengar, contohnya seperti Manuel yang membawakan Gas Gas Gas dan Sun in The Rain. Tentu, BGM yang dihadirkan tidak se-wah Arcade Stage 8 maupun Arcade Stage 3 dibawakan ulang pada Arcade Stage 7, namun setlist yang ditawarkan jauh lebih baik dibanding dengan seri lainnya termasuk Stage 6 Double Ace.

The Weeknd Akan Kerja Sama dengan Marvel untuk Ciptakan Komik!

The Weeknd akan kerja sama dengan Marvel! Kira-kira akan seperti apa ya komik hasil karya kolaborasi ini? Akankah jadi luar biasa?
Baca Juga

Memang, pada saat ini untuk mencari mesin Arcade Stage versi terbaru saja sudah susah, namun apabila kalian dapat menemukan mesin yang masih menggunakan Arcade Stage 5, game ini patut kalian coba. Arcade Stage 5 is the best Initial D game ever existed.

Diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous articleReview Jomblo (2017): Remake yang Tidak Perlu
Next articleSelain Keluarga Cemara dan Wiro Sableng, Ini 5 Serial Tahun 90-an yang Bisa Diangkat Menjadi Film Layar Lebar
Penggemar berat game racing. Telah jatuh ke dalam jurang FFXIV hingga isi dompet kosong berkat FFXIV Complete Edition.