Keuntungan Blade Runner 2049 Mengecewakan Di Minggu Pertamanya?

Jalan cerita yang kompleks dan rumit serta durasi yang terlalu panjang menjadi penyebab kurang lakunya Blade Runner 2049 di pasar

Baca Juga

Film sekuel dari Blade Runner berjudul Blade Runner 2049 memang sudah ditunggu oleh khalayak ramai terutama bagi para pecinta fiksi ilmiah. Wajar saja, banyak yang menunggu sekuel dari film ini karena Blade Runner menjadi panutan berbagai macam film, game, dan serial fiksi ilmiah dengan bahasan yang cukup berat seperti Ghost In The Shell, Battlestar Galactica, Bubblegum Crisis, dan Cypher.

Ini 5 Film yang Latarnya Cuma Satu Tempat (Bagian I)

Pernah nonton film 12 Angry Men (1957) dan Buried (2010)? Berikut ini 5 lagi film yang latarnya cuma satu tempat dan dijamin bagus!
Baca Juga

Dengan antusiasme seperti ini tentunya Blade Runner 2049 sudah dipastikan meraup untung banyak di minggu pertamanya tetapi kenyataannya tidak demikian. Film ini hanya berhasil membukukan keuntungan US$ 31,5 juta (sekitar Rp. 425 miliar) di minggu pertamanya jauh melebihi apa yang diprediksi oleh distributor dari film ini yaitu Warner Bros dengan angka sekitar US$ 45 juta – US$ 50 juta (sekitar Rp. 608 miliar – Rp. 675 miliar).

Durasi film yang terlalu lama yaitu 163 menit dan membuat waktu tayang di bioskop sedikit dikabarkan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kurang bagusnya performa film ini di pasaran. Faktor lain kegagalan film ini adalah cerita yang berat dan susah dicerna untuk penonton awam. Banyak yang menilai bahwa film ini hanya dipasarkan ke para pecinta film dan penggemar dari seri sebelumnya bukan ke wanita dan kaum muda yang merupakan pangsa pasar terbesar untuk industri film saat ini.


Meski demikian Blade Runner 2049 adalah film yang terpopuler di Amerika Serikat dan berhasil menduduki posisi pertama di UK Box Office dengan keuntungan sebesar £6 juta (sekitar Rp. 106 miliar).

Film yang dibintangi oleh Ryan Gosling, Harrison Ford, Ana de Armas, Sylvia Hoeks, dan Jared Leto ini menghabiskan biaya sekitar US$ 185 juta (sekitar Rp. 2,5 triliun). Budget tersebut belum termasuk biaya marketing dari film yang disutradarai oleh Denis Villeneuve ini.

Direktur Distribusi Domestik Warner Bros Jeff Goldstein terkejut ketika mengetahui hal ini. “Penontonnya ternyata lebih sempit dari yang kita kira”, ungkapnya kepada Reuters. Ia juga kecewa karena film ini tidak mempunyai hasil yang kuat di daerah Amerika Serikat.

Prekuel dari film ini mengalami hal yang sama di tahun 1982. Blade Runner dianggap tidak laku dan hanya berhasil membukukan keuntungan  yang sangat tipis sebesar US$ 33.8 juta (Rp. 456 miliar) dengan budget US$ 28 juta (Rp. 378 miliar).

Diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous articleBiar Enggak Bingung, Ini Panduan Sebelum Nonton Blade Runner 2049
Next articleKejadian Mistis di Film Pengabdi Setan yang Bikin Kamu Makin Merinding
Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara