Review The Limehouse Golem: Tidak Buruk, tapi Juga Tidak Istimewa

Drama thriller The Limehouse Golem yang berlatar di abad 19 ini punya semua elemen yang bisa digunakan untuk membuat sebuah tontonan yang baik. Sayangnya, meskipun bukan film yang buruk, film ini memiliki beberapa kekurangan dan keterbatasan yang menghalanginya menjadi sesuatu yang spesial.

Di tengah maraknya film-film superhero dan aksi dari waralaba-waralaba besar, terkadang muncul kerinduan akan film-film dari genre yang skalanya lebih kecil, cenderung punya segmen penontonnya sendiri, namun juga punya daya tarik yang kuat.

Salah satunya adalah costume drama atau period drama. Jenis drama favorit para penyuka budaya Inggris ini memang sudah agak jarang muncul di layar lebar dan lebih “betah” dengan format layar kecil, terbukti dengan suksesnya serial TV seperti Downtown Abbey dan Ripper Street.

Review Jomblo (2017): Remake yang Tidak Perlu

Falcon Pictures mendaur ulang film populer Jomblo (2006). Tapi menilai hasilnya, sepertinya itu tidak perlu. Simak dalam review Jomblo (2017) berikut.
Baca Juga

Namun, jenis drama ini tidak berdiam terhadap satu genre saja, karena selain drama, kisah-kisah detektif seperti duologi Sherlock Holmes juga sukses besar dan populer di kalangan penonton. Genre detektif digabungkan dengan latar Inggris era Viktoria memang terbukti cocok karena memiliki visual yang atmosferik dan sangat khas.

Tahun ini, The Limehouse Golem muncul sebagai pelepas rindu dari genre yang dimaksud. Karena selain berlatar di Inggris era Viktoria, film ini juga sangat cocok bagi mereka yang menggemari kisah-kisah misteri pembunuhan seperti Jack the Ripper atau buku-buku karya Sir Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie.

Namun, apakah dengan sekedar mengandalkan rasa rindu saja cukup untuk membuat The Limehouse Golem menjadi tontonan yang memuaskan? Mari kita simak ulasanya di sini!

Sinopsis

Rentetan pembunuhan yang sangat keji tengah meneror penduduk kota London. Dari target pembunuhan yang acak dan jasad-jasad korban yang ditingal dalam kondisi yang amat mengenaskan, sang pembunuh kemdian dijuluki sebagai “The Limehouse Golem”; makhluk mistis dari cerita rakyat bangsa Yahudi.

Di saat yang sama, John Cree (Sam Reid); seorang dramawan amatir ditemukan tak bernyawa di rumahnya sendiri oleh sang istri; Elizabeth Cree (Olivia Cooke) yang merupakan mantan penyayi panggung. Meskipun mengaku dirinya tak tahu apa-apa soal kematiannya, ia dituduh oleh sang pembantu rumah sebagai pelaku pembunuhan dan berakhir menjadi tersangka.

Inspektur John Kildare (Bill Nighy) yang dibantu oleh anggota Scotland Yard George Flood (Daniel Mays) kemudian ditugaskan untuk mengejar jejak sang pembunuh. Investigasinya berujung pada empat orang tersangka yaitu filsuf Karl Marx (Henry Goodman), novelis George Gissing (Morgan Watkins), aktor panggung terkenal Dan Leno yang dulunya mentor Elizabeth (Douglas Booth), dan mendiang John Cree sendiri.

Kildare kini harus berusaha menyusun teka-teki dengan meminta bantuan Elizabeth yang kini ditahan di penjara, untuk mengungkap kasus pembunuhan Limehouse Golem sekaligus membebaskan gadis malang itu dari tuduhannya.


Dengan premis yang menjanjikan, apakah The Limehouse Golem bisa mengeksekusinya dengan baik? Lanjutkan membaca di halaman kedua!

1
2
REVIEW OVERVIEW
Skor Film
65 %

SHARE
Previous article9 Lagu Jepang Yang Wajib Kamu Dengar Minggu Ini Vol.2 (Edisi 90’an)
Next articleGila, Ini 6 Akibat Pemecatan Sutradara Kemono Friends
Tipikal mas-mas berbadan gede dan (Insya Allah) ramah yang tinggal di sekitar lingkungan rukun tetangga anda. Penyuka film, anime, video game, dan penggiat film scoring.