Pembahasan Manga One Punch Man 82: Garou Menunjukkan Kekuatan Tekad Seorang Supervillain

Bab manga One Punch Man 82 melanjutkan perjuangan Garou menghadapi keroyokan para pahlawan kelas A. Mampukah ia menang melawan mereka semua?

Pembahasan bab manga One Punch Man 82 ini jelas mengandung spoiler, terutama untuk kamu-kamu yang fokus menonton animenya saja. Jadi kalau kamu tidak mau terkena bocoran, dianjurkan hati-hati kalau mau lanjut membaca.

Tapi kalau kamu memang sudah membaca dan ingin memastikan tak ketinggalan detail menarik, atau memang tak keberatan spoiler, lanjutkan saja baca ulasan One Punch Man 82 di bawah ini.

SPOILER ALERT!!!

1

Kekuatan Tekad Seorang Supervillain

One Punch Man 82

Baca Juga

Jujur, sebenarnya Garou berada dalam posisi yang akan membuat iri Saitama. Garou saat ini sudah sangat kuat. Kemampuannya juga terus berkembang dalam setiap pertarungan yang ia lewati.

Meski begitu, ia tak memenangkan pertarungan-pertarungannya dengan mudah. Kemenangan bahkan bukan sesuatu yang dijamin akan diraih oleh Garou. Ia harus berdarah-darah dan memanfaatkan kekuatan, teknik, dan kecerdasan membaca situasi untuk dapat unggul. Terutama kalau ia sudah dikepung, seperti yang tengah ia hadapi di One Punch Man 82 ini.

Pada dasarnya, Garou adalah jawaban dari pertanyaan: “Apa yang terjadi kalau seorang penjahat memiliki kekuatan tekad pahlawan manga shonen?”

Jawabannya: Garou pun bisa mengatasi semua rintangan yang menghadang jalannya. Ini terjadi karena ia senantiasa melatih kekuatannya, tak seperti sebagian penjahat yang lebih memilih untuk duduk santai hingga sang hero datang mengunjungi markas mereka.

Inilah 4 Sifat Positif Saitama yang Patut Diteladani

Saitama tidak hanya sekedar super kuat saja. Sifat-sifat positif Saitama ini patut diteladani oleh para penonton One Punch Man!
Baca Juga

Kekuatan tekad Garou juga membuat ia tidak lari, mengambil sandera (ada satu anak yang bisa ia manfaatkan di gubuk di belakangnya), maupun melakukan hal khas penjahat lain. Ia memang melakukan tindakan licik, tapi para pahlawan yang mengeroyoknya pun tidak bisa dibilang main adil.

Karena kekuatan tekad ala pahlawan ini pulalah Garou akhirnya bisa menang. Nasib para pahlawan kelas A seakan sudah ditentukan sejak Garou berhasil mengalahkan satu dari mereka, mengacaukan kombinasi rapi yang sudah tersusun sejak bab sebelumnya.

Garou tampaknya masih ingin menjadi lebih kuat. Tapi, mengingat kalau ia sudah terlalu kuat ia akan mengalami hal yang sama dengan Saitama (pertarungan tak lagi menarik karena ia sudah pasti menang), seharusnya ia lebih menikmati momen-momen seru seperti ini.

2

Saat Gatling Gun Pun Tak Berdaya

Garou memperingatkan Death Gatling kalau ada anak tak berdosa di gedung di belakangnya. Death Gatling tidak percaya dan menembakkan senapan mesinnya dengan kekuatan maksimal ke Garou.

Jadi, apa yang Garou lakukan? Ia mempecundangi jurus dan senjata mematikan Death Gatling dengan mementahkan semua peluru yang terlontar ke arahnya. Cukup menakjubkan, mengingat Gatling Gun seperti yang digunakan oleh Death Gatling memiliki kecepatan lontaran antar peluru yang sangat tinggi.

Saat serangan Death Gatling berakhir, ia pun berhadapan dengan Garou tanpa amunisi tersisa sama sekali. Sementara itu, meski gubuk di belakang Garou hancur, anak di dalamnya tidak terluka. Ini semakin menunjukkan kalau Garou memang adalah penjahat dengan jiwa pahlawan.

Sudah unggul, Garou mengatakan seharusnya Death Gatling menelan kesombongannya dan meminta bantuan para pahlawan kelas S, bukannya meluncurkan serangan hanya ditemani sekutu dari kelas A. Pada akhirnya, kekuatan dari gerombolan pahlawan kelas A juga sudah tidak mampu menandingi Garou.

Hasrat Death Gatling untuk diakui pada akhirnya membuatnya tak mau mendengar kata-kata Garou. Pahlawan kelas A itu masih berniat menyerang dengan pisau, tapi tanpa senjata andalannya, ia bisa diatasi dengan mudah oleh Garou.


Meski Death Gatling tidak meminta, ada satu pahlawan kelas S yang turun untuk menangani Garou di bab manga One Punch Man 82.

1
2

SHARE
Previous articleApakah Akan Ada Game NieR Selanjutnya? Ini Jawaban Yoko Taro dan Yosuke Saito!
Next articleInilah 10 Tempat di Konoha yang Mungkin Ingin Kalian Kunjungi
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.