Taika Waititi Janji Tak Akan “Whitewash” Live-Action Akira

whitewash live-action akira

Kebiasaan film-film Hollywood yang mem-Barat-kan adaptasi karya Jepang sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Tetapi sutradara Taika Waititi menjamin tidak akan whitewash live-action Akira.

Sutradara film superhero Marvel Thor: Ragnarok, Taika Waititi dikonfirmasi sudah didekati studio Warner Bros untuk menggawangi film live-action Akira. Akira adalah manga/anime klasik dari Katsuhiro Otomo. Pihak studio belum mengabarkan berita resmi tentang perekrutan Waititi, namun ia sudah berbicara tentang rencananya terhadap Akira.

Baca Juga

“Ya itu benar, memang hanya sekadar rumor. Memang benar aku ada pembicaraan (dengan Warner Bros), tapi yang pasti, aku sangat-sangat bersemangat,” katanya kepada IGN.

“Aku sebenarnya suka manganya, juga cinta pada animenya. Aku enggak akan me-remake animenya, tetapi dari manga.”

Kebiasaan Hollywood mengadaptasi karya-karya Jepang menjadi film live-action cukup mengkhawatirkan. Dari mulai Dragonball: Evolution (2009) hingga Death Note (2017), fenomena whitewash yang mengubah karakter Jepang menjadi karakter orang kulit putih-ras Kaukasoid sangat wajar membuat fans was-was.

Bahkan dalam beberapa bulan belakangan saja, Scarlett Johansson menerima banyak kritikan karena memerankan karakter Major Motoko Kusanagi dalam Ghost in the Shell (2017). Sementara itu di tempat lain, Ed Skrein memutuskan untuk keluar dari Hellboy setelah menerima kecaman setelah sepakat untuk memerankan karakter Asia-America di komik.

Menurut IGN, kejadian whitewash live-action Akira sudah santer dikabarkan sejak tahun 2011 lalu dengan melibatkan aktris Kristen Stewart, Dane DeHaan, dan Garrett Hedlund. Namun Taika Waititi menjamin lewat pernyataannya kepada IGN untuk tidak akan whitewash live-action Akira.

“Meng-casting remaja Asia adalah keputusanku, dan mungkin bukan aktor yang belum punya nama, tetapi lebih seperti aktor yang ‘belum ditemukan’ atau ‘bakat terpendam’,” katanya. “Dah yeah, mungkin aku akan mengadaptasinya langsung dari manga.”

Taika Waititi (kiri) dalam set Thor: Ragnarok. Sumber: IGN

Akira adalah anime fiksi-sains yang disutradarai oleh Katsuhiro Otomo berdasarkan manga berjudul sama yang diciptakan oleh Otomo sendiri. Akira bercerita tentang dunia distopia bertema cyberpunk di tahun 2019. Film ini dinilai sebagai film klasik dan dianggap oleh banyak kritikus sebagai film animasi bergenre fiksi-sains terbaik sepanjang masa.


Jika terpilih, ini menjadi salah satu lompatan besar dalam karier Taika Waititi setelah menyutradarai film superhero Marvel, Thor: Ragnarok. Sebelum ini, ia sudah dikenal sebagai pembuat film indie, seperti Hunt for the Wilderpeople (2016) dan What We Do in the Shadows (2014).

Review One Fine Day: Cinta Bersemi di Barcelona

Drama remaja ini yang cheesy ini sejatinya umpan manja untuk para fans Jefri Nichol. Simak alasannya dalam review One Fine Day berikut.
Baca Juga

Sutradara dari Selandia Baru ini dikenal lewat humor-humornya yang jenaka, lihat saja perubahan yang terjadi dalam trailer Thor: Ragnarok. Namun yang jelas, seandainya Waititi berhasil menjadi sutradara, live-action Akira akan sangat menarik untuk diikuti.

Diedit oleh Doni Jaelani