Late Shift Gabungkan Film dengan Estetika Game

Late Shift

Pagelaran film layar lebar akan lebih bervariasi dengan kehadiran film interaktif seperti Late Shift.

Seperti film layar lebar yang kebanyakan hadir di bioskop langganan, keseluruhan cerita berakhir dengan ending yang sama, dikarenakan tidak adanya pilihan ditengah tontonan. Berawal dari pemikiran ini, ide untuk mengembangkan sebuah film layar lebar interaktif pun lahir yang pada akhirnya dikemas sebagai Late Shift.

Live-Action Mega Man Telah Masuk Tahap Produksi. Bagaimana Jalan Ceritanya?

Mega Man kembali hadir menyapa para fan. Kali ini bukan dalam bentuk game, melainkan film live-action Mega Man yang tayang di layar lebar!
Baca Juga

Sebagai film interaktif, Late Shift mengajak para penonton untuk berpartisipasi dalam menentukan bagaimana cerita akan berjalan. Untuk memilih, penonton akan disediakan sebuah aplikasi pada ponsel pintar yang nantinya akan digunakan sebagai penentu pilihan. Dari hasil yang dikumpulkan, alur cerita akan ditentukan oleh pilihan dengan mayoritas terbanyak.

Menceritakan tentang seorang pelajar bernama Matt yang terjebak ke dalam perampokan, Late Shift memberikan pengalaman yang berbeda dari film kebanyakan. Dari awal film berjalan, penonton memiliki kesempatan untuk memilih bagaimana Matt harus menjalankan aksinya. Dalam trailer yang ditampilkan, Late Shift tampak akan bergantung banyak akan pilihan penonton, seperti kalimat “Do you obey or run?” yang hadir di awal cerita.

Late Shift

Late Shift Gabungkan Film dengan Estetika Game

Meramaikan pagelaran, Late Shift hadir sebagai film interaktif yang menggabungkan film layar lebar dengan estetika game seperti multiple ending

Abaikan

Late Shift mengambil inspirasi dari game seperti Full-Motion Video yang sudah lama hadir sejak tahun 1980an. Selain itu, produser Chady Eli Mattar juga menyebut studio seperti Telltale menggunakan teknik yang sama dan ia menganggap bahwa sistem seperti itu sangat seru dan menarik. Menurut Mattar sendiri, Late Shift diklasifikasikan sebagai the gamification of films.

“Terkadang, disaat orang mendengar film gamification, mereka akan menganggap remeh.” Sebut Mattar. “Namun menurutku, film merupakan sumber entertainment paling superior. Dengan Late Shift kalian akan merasa bahwa kalian sedang ‘memainkan’ film karena ada unsur gamification didalamnya. Menurutku itu sangat menarik, kenapa tidak?”

Tidak sedikit yang akan menganggap bahwa ini hanyalah sebuah game FMV yang dikemas menjadi film layar lebar, namun Mattar meyakinkan bahwa ini sepenuhnya merupakan film yang memang seharusnya hadir di bioskop. Pilihan yang tampil hanyalah tambahan untuk meningkatkan pengalaman menonton, dengan multiple ending yang disediakan sebagai bonus.

Memang, film ini hanya hadir untuk bioskop tertentu saja, namun saat ini film interaktif ini dapat dibeli melalui Steam Store seharga Rp109,999 saja.

Diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous articleDaftar 5 Buah Iblis Kuat yang Memiliki Pengguna Lemah
Next article5 Karakter Game dengan Nasib Paling Tragis, Semua Kisahnya Menyedihkan!
Penggemar berat game racing. Telah jatuh ke dalam jurang FFXIV hingga isi dompet kosong berkat FFXIV Complete Edition.