Inilah Tips Rahasia dari Indomie tentang Marketing Game! (Bagian 4)

marketing game indomie

Pada bagian kali ini saya akan membahas seberapa vital tutorial dan juga User Experience dari produk kita. Lagi-lagi terinspirasi dari Indomie!

Jakarta dan sekitarnya kembali dilanda hujan, menu apa lagi yang paling tepat selain makanan dan minuman yang bisa menghangatkan dinginnya cuaca, seperti Indomie, mie instan kebanggaan Indonesia.

Baca Juga

Kalau pada bagian sebelumnya lebih membahas ringannya sebuah produk akan menentukan banyaknya pengguna game, sekarang kita akan belajar tentang pentingnya sebuah tutorial serta UX (User Experience) untuk produk yang kita pasarkan, tentu saja masih berasal dari perenungan ketika memasak Indomie.

marketing game indomie

Adakah dari kita yang masih membaca tutorial memasak Indomie? Kalau ada berarti kamu termasuk orang yang kritis dan rajin membaca. Karena pengalaman pribadi saya ketika memasak Indomie, saya merasa tidak perlu lagi membaca tutorial cara penyajiannya. Akhirnya, Indomie yang saya buat sering kebanyakan air atau kekurangan air. Tapi kalau dilihat-lihat ternyata cara penyajian Indomie tidaklah berbelit-belit. 

Pengalaman yang sama ketika kami merilis game Tebak Gambar 4 tahun lalu, banyak dari pemain kami yang beranggapan bahwa konsep game Tebak Gambar dari Kardus Imajinasi adalah game menebak nama-nama gambar. Padahal konsep yang kami sajikan adalah mengajak pemain kami untuk berimajinasi menggabungkan kata-kata dari gambar yang kami sajikan untuk dapat menjadi sebuah kosakata atau bahkan kalimat baru.

marketing game indomie

Sebetulnya kami sudah menyajikan tutorial yang cukup detail dalam bentuk poin-poin kalimat. Namun lagi-lagi mungkin karena tujuan orang mengunduh game itu untuk dihibur bukan untuk dibuat pusing membaca poin-poin tersebut. Akhirnya kami tambahkan fitur tutorial yang akan ditampilkan ketika pemain mulai bermain Tebak Gambar.

Pada titik inilah kami sadar akan pentingnya sebuah tutorial bukan cuma sekedar formalitas “yang penting ada.” Namun tutorial inilah yang akan jadi pedoman dalam menikmati sebuah produk yang disajikan.

Bungkus Dirobek, Sekarang Bumbu Jadi Inspirasinya

Sambil melihat tutorial, teringat saya harus memasak mie instan ini untuk orang banyak sekitar 5 bungkus. Karena ada yang tidak suka pedas, maka demi kemaslahatan bersama, jadi saya harus membuang saus yang menempel pada 5 bungkus Indomie ini. Pada saat itulah saya baru sadar ternyata UX dari bumbu Indomie ini cukup keren.

marketing game indomie

Bayangkan kalau sausnya ada di tengah (menggantikan posisi kecap) berarti minimal orang tersebut harus memotong 2 kali ketika tidak ingin menggunakan sausnya. Dengan begitu pekerjaan saya lebih ringan karena cukup memotong sisi kiri sausnya untuk 5 bungkus Indomie ini, sausnya langsung dapat dipisahkan. Semudah itu!

Selanjutnya para pengabdi Indomie tentu tahu, mana bumbu wajib dan mana yang pelengkap. Sesuatu yang bersifat pelengkap biasanya dapat diambil dan dibuang dengan mudah. Oleh karenanya saya cukup terbantu pula ketika memisahkan bumbu wajib yang menjadi alat mutakhir pemberi rasa, dengan bumbu yang sifatnya pelengkap (karena sudah terpisah).

Bayangkan kalau saja kelima bungkus bumbu ini disatukan, dalam cerita produksi kemasan ini mungkin akan lebih mudah, karena tidak membutuhkan step untuk memotong-motong bungkus bumbu ini. Memotong untuk 5 bungkus saja membutuhkan waktu, apalagi memproduksi 1.2 juta bungkus Indomie per hari. Kalau saja step ini dilewati pasti akan lebih cepat. Tapi lagi-lagi semua demi kemaslahatan bersama, dan akhirnya pengguna yang dimenangkan.

Inilah Tips Rahasia dari Indomie tentang Marketing Game! (Bagian 3)

Tips marketing game yang ketiga dari Indomie ini membahas mengenai sisi harga. Bagaimana penerapannya di game yang kita buat?
Baca Juga

Seperti game yang kita sajikan, tentu kita tidak ingin kalau ada pengguna yang merasa kesulitan waktu memainkan game kita. Apalagi kalau alasannya adalah alasan teknis yang seharusnya dapat diusahakan sedemikian rupa. Ingat pengguna di zaman sekarang sangat mudah untuk memasang dan mencabut produk kita. Kalau kita tidak dapat memberikan pelayanan terbaik, sudah pasti dia akan berpikir untuk mencoba game lainnya.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian terinspirasi dengan UX yang ditawarkan Indomie dan coba mengimplementasikannya di game yang akan kalian buat?

Diedit oleh Febrianto Nur Anwari


SHARE
Previous articleRockstar Sebut GTA V Tidak Butuh Story Expansion
Next articlePimpinan Pokemon Tidak Menduga Nintendo Switch Akan Melejit Sukses