Apa Sih Bedanya Thor Ragnarok dengan Mitologi Ragnarok?

review thor: ragnarok

Film Thor Ragnarok kini telah tayang. Walaupun terdengar seperti film yang mengacu pada mitologi Ragnarok, tapi rasanya beda banget dari cerita aslinya. Memang apa bedanya?

Thor Ragnarok akan menjadi film ke-17 dari Marvel Cinematic Universe. Thor Ragnarok merupakan sekuel dari Thor, Thor The Dark World, dan Doctor Strange. Seperti namanya, Thor Ragnarok sepertinya akan mengadaptasi dari mitologi Ragnarok dari Dewa-Dewa Norse.

Tapi gak juga sih.

Baca Juga

Ragnarok sendiri merupakan event hari kiamat di mitologi Norse. Tentunya Kiamat ini tidak hanya meliputi Asgard, namun juga dunia dan seisinya. Namun, dilihat dari tanda-tandanya, Thor Ragnarok lebih mengacu pada kehancuran Asgard karena suatu insiden yang telah diramalkan sejak lama.

Seperti apa sih Mitologi Ragnarok yang sebenarnya? Yuk kita simak ulasannya di Duniaku.net!

Ragnarok (takdir para dewa) adalah suatu bagian dari mitologi Nordik tentang pertempuran di akhir dunia. Pertempuran antara Æsir, yang dipimpin oleh Odin dan para iblis (raksasa api dan berbagai monster yang dipimpin oleh Loki), Iris. Pertempuran terjadi di suatu daerah bernama Vigrid Plain. Makna dari pertempuran ini tidak hanya pertempuran antara dewa, raksasa dan monster, tetapi juga melibatkan seluruh alam semesta. Dari pertempuran ini banyak dewa-dewi yang mati termasuk odin.


Dewa-dewi dalam mitologi Ragnarok adalah makhluk yang hidup abadi, punya kemahakuasaan, wujudnya seperti manusia namun bukan manusia. Beberapa di antaranya berasal dari keturunan raksasa (Jotun). Mereka adalah suatu ras dari makhluk yang lebih berkuasa dari umat manusia. Mereka tidak bisa mengalami penyakit dan tidak terkena dampak usia tua karena memakan apel dari Idun. Mereka bisa terbunuh dalam pertempuran, namun bisa juga hidup abadi sampai Ragnarok tiba. Kisah-kisah mengenai mereka tertulis di dalam kitab-kitab yang disebut Edda.

Ragnarok sendiri dikisahkan begitu seru karena melibatkan perang, gempa bumi, api, darah, serigala raksasa, dwarf yang mengamuk, hingga dewa Loki. Loki menjadi hal terburuk di Ragnarok, namun nantinya ia juga punya peran penting—bahkan ia juga terbunuh di Ragnarok.

Jadi bisa dibilang, Ragnarok itu terjadi gara-gara Loki. Kok bisa begitu, ya?

Lanjut ke halaman 2!

1
2
3

SHARE
Previous articleBerkat Kimi no Na wa, Pendapatan Anime Jepang Jadi Rp 200 Triliun!
Next articleSemakin Banyak Karakter Gintama Rumble Bermunculan! Semakin Bingung Memilih Jagoanmu?
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.