Beda Anime dan Manga Dragon Ball Super 29: Goku Kalah?!

dragon ball super 29Dragon Ball Super 29 memperlihatkan akhir dari pertarungan antar Dewa Kehancuran yang tak ada di anime! Tapi tak cuma itu adegan di komik yang tak ada di serial animenya. Apa saja ya perbedaannya?

Baca Juga

Artikel ini mungkin mengandung spoiler. Bagi kalian yang belum membaca Dragon Ball Super 29, disarankan untuk berpikir dua kali sebelum membaca ulasan berikut.

SPOILER ALERT!!!

1

Beerus vs Quitela, Dua Dewa Kehancuran Terkuat

Untuk memberikan gambaran turnamen pada Zen-Oh Masa Depan, Grand Priest mengadakan pertandingan eksibisi. Di anime kita disuguhi pertarungan antara tiga orang dari Universe 7 dan tiga orang dari Universe 9. Sementara di Dragon Ball Super 29, Zen-Oh mengadu semua Dewa Kehancuran, dengan ancaman melenyapkan pihak yang kalah.

Pertarungan antar Dewa Kehancuran yang tak ada di anime ini menyisakan Beerus dan Quitela. Hal ini seakan menunjukkan bahwa mereka berdua memiliki kekuatan teratas di antara semua Dewa Kehancuran, hal yang belum bisa kita ketahui dari animenya.

Beerus Adalah Dewa Kehancuran Terkuat Menurut Manga Dragon Ball Super

Manga Dragon Ball Super 28 hingga 29 menunjukkan kalau Beerus adalah Dewa Kehancuran terkuat. Tapi ternyata Quitela juga tak bisa diremehkan
Baca Juga

Sayangnya, kita tidak bisa tahu mana yang benar-benar bisa dikatakan terkuat. Grand Priest terlanjur menghentikan pertandingan eksibisi karena bagi kedua Zen-Oh, pertarungan antar Dewa Kehancuran terlalu cepat untuk diikuti.

Selain itu, patut diperhatikan juga kalau Belmod sebenarnya masih segar. Bahkan dia tak sampai babak belur seperti Beerus dan Quitela, yang bertahan paling akhir. Dia hanya pura-pura terbaring. Apa kira-kira rencananya?

2

Alasan Pertarungan Goku dan Toppo

dragon ball super 29

Alasan bertemunya Toppo dan Goku di medan laga sangat berbeda antara anime dan komiknya. Di Dragon Ball Super 29, Toppo melawan Goku karena permintaan kedua Zen-Oh. Mengingat Zen-Oh tak bisa mengikuti gerakan para Dewa saat bertarung, mereka jadi tak bisa menikmati perseteruan tersebut.

Di anime pertandingan eksibisi berlanjut dengan tantangan dari Toppo pada Goku. Menurutnya Goku adalah orang jahat karena telah mencetuskan turnamen kekuatan antar semesta. Berbeda dengan di komik, Toppo sama sekali tak ada tanda-tanda bahwa ia menganggap Goku sebagai orang jahat.

3

Super Saiyan Blue Kaio-Ken Menghilang

Di anime kita mengenal keberadaan Super Saiyan Blue Kaio-Ken, gabungan dari Super Saiyan Blue dan mode Kaio-Ken. Wujud ini begitu mengerikan sampai-sampai membuat Beerus gugup. Sayangnya di komik Goku sama sekali tak menggunakan wujud ini.

Di Dragon Ball Super 29 Goku malah memakai seluruh perubahan wujud Super Saiyan yang sudah pernah dicapainya. Mulai dari Super Saiyan biasa sampai Super Saiyan Blue, Goku bertransformasi untuk menyenangkan Zen-Oh dari masa depan yang belum pernah melihatnya. Bisa jadi Goku memang tak bisa memakai Super Saiyan Blue Kaio-Ken di komik atau bisa juga ia masih menyimpannya untuk dipakai suatu hari nanti.

4

Goku Kalah?!

dragon ball super 29

Di anime Dragon Ball Super, pertandingan antara Toppo dan Goku dinyatakan seimbang meski Toppo tampak lebih bisa membuat Goku terluka. Di Dragon Ball Super 29 malah mengakhirinya dengan cara yang berbeda.

Tepat ketika Goku masuk ke dalam mode Super Saiyan Blue dan maju menerjang Toppo, tak diduga Toppo malah menghindar dan membalas serangan Goku dengan telak. Goku terlempar jauh dan keluar dari arena pertarungan, membuatnya dinyatakan kalah oleh Grand Priest.

Tak hanya itu, kalau di anime Goku baru mengetahui keberadaan Jiren beberapa episode setelah pertandingan eksibisi, di Dragon Ball Super 29 Goku langsung diberitahu oleh Toppo setelah pertarungan antara mereka berdua berakhir. Toppo mengatakan bahwa Jiren adalah petarung yang lebih kuat bahkan dari Belmod, sang Dewa Kehancuran dari Universe mereka.


Itulah perbedaan antara anime dan komik Dragon Ball Super 29. Mana yang lebih menarik menurut kalian, cerita di komik atau di anime? Jawab di kolom komentar ya!

Sumber: Dragon Ball Wikia, diedit oleh Fachrul Razi


SHARE
Previous articlePrediksi One Piece 884: Apa Kelemahan Katakuri?
Next articleBelajar Jadi Orang Tua yang Super Rempong di Think of the Children
Saya bukan Fudo, tapi panggil saya Fudo. Penikmat tokusatsu, terutama Kamen Rider dan Super Sentai. Pria nomaden yang bertualang di luar keinginan sendiri. Bercita-cita untuk menguasai dunia.